Jurnal Pengabdian Kesehatan Samawa
http://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jpks
<p>Jurnal Pengabdian Kesehatan Samawa (JPKS) adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai ilmu bidang ilmu kesehatan</p>en-USJurnal Pengabdian Kesehatan SamawaPENGABDIAN MASYARAKAT EDUKASI PENANGANAN AWAL LUKA RINGAN DI RUMAH
http://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jpks/article/view/2497
<p>Luka ringan merupakan insiden sehari-hari yang sering terjadi di lingkungan <br>domestik. Meskipun tergolong minor, kesalahan penanganan awal akibat <br>kurangnya pengetahuan dapat memicu komplikasi seperti infeksi bakteri atau <br>penyembuhan luka yang terlambat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini <br>bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktis warga <br>dalam melakukan penanganan awal luka ringan secara mandiri di rumah <br>menggunakan prinsip first aid yang tepat. Metode yang digunakan adalah <br>penyuluhan interaktif, demonstrasi langsung tata cara pembersihan dan <br>pembalutan luka, serta simulasi mandiri oleh peserta. Evaluasi dilakukan <br>melalui pre-test dan post-test untuk mengukur tingkat pemahaman peserta. <br>Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan <br>mitra mengenai jenis-jenis luka ringan, penggunaan antiseptik yang benar, serta <br>teknik pembalutan luka sederhana. Kegiatan ini berhasil membentuk kesadaran <br>baru di masyarakat akan pentingnya manajemen luka domestik yang higienis <br>dan berbasis bukti (evidence-based).</p>Dina Alfiana IkhwaniRirinisahawaitun Ririnisahawaitun
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Kesehatan Samawa
2026-03-312026-03-31311317PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN IBU MENYUSUI MELALUI EDUKASI DAN DEMONSTRASI PIJAT OKSITOSIN DI DESA PERNEK
http://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jpks/article/view/2488
<p>Pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif merupakan salah satu upaya penting dalam meningkatkan derajat kesehatan bayi. Namun, masih banyak ibu menyusui yang mengalami hambatan dalam proses laktasi akibat kurangnya pengetahuan mengenai cara meningkatkan produksi ASI, salah satunya melalui pijat oksitosin. Pijat oksitosin merupakan teknik stimulasi pada sepanjang tulang belakang hingga tulang iga kelima dan keenam yang bertujuan merangsang pelepasan hormon oksitosin sehingga dapat memperlancar pengeluaran ASI. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui mengenai pentingnya pijat oksitosin dalam mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif. Kegiatan dilaksanakan di Desa Pernek dengan melibatkan 20 ibu menyusui. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan kesehatan, demonstrasi teknik pijat oksitosin, serta evaluasi menggunakan pretest dan posttest. Peserta juga menunjukkan antusiasme yang tinggi selama kegiatan berlangsung dan mampu mempraktikkan teknik pijat sesuai prosedur yang telah diajarkan. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi disertai demonstrasi praktik merupakan metode yang efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu menyusui mengenai pijat oksitosin. Diharapkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam mendukung keberhasilan program ASI eksklusif di masyarakat.</p>seftiani utamiYasinta Aloysia DaroSahri RamadanYulan Yusita
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Kesehatan Samawa
2026-03-312026-03-3131712PENINGKATAN PENGETAHUAN ORANG TUA TENTANG STUNTING, 1000 HARI PERTAMA KEHIDUPAN, DAN GIZI SEIMBANG MELALUI PENYULUHAN KESEHATAN PADA KELUARGA BALITA
http://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jpks/article/view/2498
<p>Stunting masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat utama pada balita di Indonesia dan berkaitan erat dengan pemenuhan gizi pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Periode 1000 HPK merupakan masa kritis yang menentukan kualitas tumbuh kembang anak, sehingga pengetahuan orang tua tentang stunting dan gizi seimbang menjadi sangat penting dalam upaya pencegahan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orang tua balita mengenai stunting, 1000 HPK, dan gizi seimbang melalui penyuluhan kesehatan di wilayah kerja UPT Puskesmas Labuhan Badas Unit 1. Metode yang digunakan adalah pendidikan kesehatan melalui penyuluhan kelompok, dengan tahapan pretest, pemberian materi, diskusi interaktif, dan posttest menggunakan kuesioner pengetahuan terstruktur. Sebanyak 38 orang tua balita berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang jelas, ditandai dengan kenaikan peserta pada kategori pengetahuan baik dari 26,3% menjadi 78,9% serta penurunan peserta pada kategori pengetahuan kurang dari 26,3% menjadi 2,6% setelah mengikuti penyuluhan. Temuan ini mengindikasikan bahwa penyuluhan kesehatan efektif dalam meningkatkan pengetahuan orang tua tentang stunting, 1000 HPK, dan gizi seimbang, sehingga perlu dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari program promotif dan preventif di tingkat puskesmas.</p>Laily Widya AstutiBrilyan Anidnya DayfiNurmansyah NurmansyahNurul Sakinah SidikSylvana Yaka Saputra
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Kesehatan Samawa
2026-03-312026-03-31311824PENDAMPINGAN IBU HAMIL MELALUI HOME VISITE DALAM MENINGKATKAN KESIAPAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI KEHAMILAN
http://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jpks/article/view/2472
<p>Kehamilan merupakan periode penting yang memerlukan perhatian khusus untuk memastikan kesehatan ibu dan janin. Kurangnya pengetahuan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan dan persiapan persalinan dapat meningkatkan risiko komplikasi maternal dan neonatal. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah melalui pendampingan ibu hamil berbasis kunjungan rumah (<em>home visit</em>). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesiapan persalinan serta kemampuan ibu hamil mengenali tanda bahaya. Kegiatan ini diikuti 30 ibu hamil trimester II dan III. Metode yang digunakan meliputi edukasi kesehatan, konseling, pemeriksaan sederhana, pendampingan keluarga serta evaluasi melalui <em>pretest-posttest</em>. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan ibu hamil mengenai tanda bahaya kehamilan dari 58% menjadi 92%, kesiapan persalinan dari 62% menjadi 94%, serta kepatuhan pemeriksaan antenatal dari 70% menjadi 96%. Program pendampingan melalui <em>home visit</em> terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapan persalinan dan pencegahan komplikasi kehamilan melalui pendekatan yang komprehensif dan berpusat pada keluarga.</p>Yusriani Saleh BasoVinory AustyAdinda ParamitaMentari Kartikasari
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Kesehatan Samawa
2026-03-312026-03-313116