PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI PENGEMBANGAN INDUSTRI RUMAH TANGGA UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN KELUARGA DI DESA LABUHAN SUMBAWA
DOI:
https://doi.org/10.58406/jpml.v9i1.2400Keywords:
Pemberdayaan Perempuan, Industri Rumah Tangga, Ikan Kering, Masyarakat Pesisir, Peningkatan Pendapatan KeluargaAbstract
Kegiatan pemberdayaan perempuan melalui pengembangan industri rumah tangga ikan kering di Desa Labuhan Sumbawa Kabupaten Sumbawa dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan keterampilan, kemandirian usaha, dan pendapatan keluarga masyarakat pesisir berbasis potensi lokal perikanan. Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh masih rendahnya kemampuan perempuan dalam pengolahan ikan kering, keterbatasan manajemen usaha, rendahnya kualitas pengemasan produk, serta terbatasnya akses pemasaran yang menyebabkan nilai tambah hasil perikanan masyarakat belum optimal. Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kapasitas perempuan dalam pengolahan ikan kering yang higienis, penguatan manajemen usaha, dan pemasaran produk berbasis digital guna mendukung peningkatan ekonomi keluarga masyarakat pesisir. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui tahapan persiapan dan identifikasi masalah, sosialisasi program, pelatihan keterampilan, pendampingan usaha, serta monitoring dan evaluasi. Kegiatan dilaksanakan selama tiga bulan, mulai bulan Maret hingga Mei 2026, dengan melibatkan 20 orang perempuan pelaku usaha ikan kering di Desa Labuhan Sumbawa. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 85% peserta telah mampu menerapkan teknik pengolahan dan pengemasan produk yang lebih baik dan higienis dibandingkan sebelum pelatihan. Selain itu, sekitar 75% peserta mulai memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran produk dan 70% peserta telah mampu melakukan pencatatan keuangan usaha secara sederhana. Program ini juga berhasil membentuk satu kelompok usaha perempuan sebagai wadah kerja sama produksi dan pemasaran produk ikan kering masyarakat. Dari aspek ekonomi, pendapatan tambahan peserta meningkat rata-rata sebesar 30% setelah program dilaksanakan. Namun demikian, keterbatasan modal usaha, sarana produksi, dan akses pemasaran masih menjadi kendala sehingga diperlukan dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan pihak terkait.



