ANALISIS DAMPAK KEKERINGAN MENGGUNAKAN METODE NDDI DAN PERKA BNPB TERHADAP VOLUME AIR DI BENDUNGAN SEJARI 1 YANG BERDAMPAK PADA KETERSEDIAAN AIR UNTUK LAHAN PERTANIAN
DOI:
https://doi.org/10.58406/sainteka.v7i3.2633Keywords:
Kekeringan, Ketersediaan Air, Kebutuhan Air, Bendung Sejari 1Abstract
Kekeringan merupakan salah satu kejadian alam yang sering terjadi pada belahan bumi dan dapat mengakibatkan dampak negatif terhadap lahan pertanian. Tujuan penelitian mengevalusi pengelolaan sumber daya air dalam rangka mengetahui luas lahan yang mengalami kekeringan dan upaya antisipasinya serta pemecahan permasalahan agar pada tahun mendatang dapat meminimalisir dampak negatifnya akibat kekeringan. Metode yang digunakan yaitu Metode NDDI (Normalized Difference Drought Index). Indeks berbasis satelit yang mampu menunjukkan kompleksitas geometeorological lingkungan, dimana dalam hal ini adalah untuk memantau dan mengidentifikasi kekeringan. Hasil penelitian diperoleh luasan kekeringan normal 492,123 Ha, kekeringan ringan sebesar 877,872 Ha, kekeringan sedang 20,491 Ha dan kekeringan berat 13,584 Ha. Sebaran ancaman kekeringan pertanian menurut data olahan Perka BNPB yang perpotensi mengalami kekeringan tinggi terjadi pada bagian utara Kabupaten Sumbawa karena curah hujan yang rendah, indeks vegetasinya rendah dan memiliki jenis tanah aluvial. Kecamatan yang perpotensi tinggi mengalami kekeringan pertanian yaitu kecamatan Labangka dan Plampang. Total luas ancaman kekeringan di wilayah Kecamatan Plampang adalah 1604,070 Ha.

