ANALISIS DAMPAK KEGIATAN PERTAMBANGAN RAKYAT LANTUNG TERHADAP BANJIR SUNGAI LITO DI DESA LITO
Keywords:
pertambangan rakyat, banjir, debit limpasan, degradasi lingkungan, DAS Lito, PSRAbstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya frekuensi banjir di Desa Lito, yang diduga berkaitan dengan aktivitas pertambangan rakyat di hulu Sungai Lito. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan aktivitas pertambangan di desa Lantung, mengidentifikasi dampaknya terhadap wilayah sekitar Sungai Lito, dan menganalisis keterkaitan antara aktivitas tersebut dengan banjir besar tahun 2023 di Desa Lito.Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, kuesioner, dokumentasi, serta studi pustaka. Data kuantitatif mencakup luas lahan tambang, tingkat sedimentasi, dan debit limpasan. Hasil menunjukkan bahwa aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) tersebar di Dusun Ai Mual, Dusun Lantung, dan Dusun Padesa, dengan peningkatan luas lahan dari 6,32 ha (2019) menjadi 141,23 ha (2023), dan intensitas kegiatan meningkat sejak 2021.Kegiatan pertambangan menyebabkan degradasi lahan, hilangnya vegetasi, pencemaran, dan pendangkalan Sungai Lito, yang berdampak pada peningkatan aliran permukaan. Analisis hidrologi mencatat kenaikan debit limpasan dari 1.271.678,73 m³ menjadi 1.347.025,29 m³, dengan kontribusi pertambangan sebesar 1,96%. Berdasarkan pendekatan Pressure-State-Response (PSR), pertambangan dikategorikan sebagai tekanan utama terhadap lingkungan. Lokasi tambang berada di perbukitan dengan ketinggian ±600 meter dan sangat dekat dengan Sungai Lito.Kesimpulannya, terdapat hubungan langsung antara aktivitas pertambangan di hulu DAS Lito dengan banjir besar tahun 2023 di Desa Lito.

