https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/SainTekA/issue/feedJurnal SainTekA2025-10-31T00:00:00+07:00Open Journal Systems<p><strong>SainTekA</strong> is a scientific journal that is managed and published by the Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Samawa. SainTekA contains the publication of research results from students, lecturers and or other practitioners in the field of science and technology in civil engineering and architectural and focus on the fields of built environment, structural engineering, materials engineering, geotechnics, hydraulics engineering, construction building and sustainable energy. SainTekA is published every 3 times a year (<strong>February</strong>,<strong> June</strong>, and <strong>October</strong>).</p>https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/SainTekA/article/view/2159ANALISIS KELAYAKAN PEMBANGUNAN DERMAGA APUNG HIU PAUS DI DESA LABUAN JAMBU KECAMATAN TARANO KABUPATEN SUMBAWA2025-10-13T08:09:37+07:00Yogi Prasetyokechot1234@gmail.comZulkarnaen Zulkarnaennaenzulkarnaen75@yahoo.comEni Nurainieninuraini1261@gmail.comKomang Metty Trisna Negaramettytrisnan@gmail.com<p>Di wilayah pesisir Desa Labuan Jambu, Kecamatan Tarano, Kabupaten Sumbawa, pasang surut air laut memiliki peranan penting dalam aktivitas nelayan, terutama pada kegiatan melaut dan pemanfaatan dermaga. Salah satu kendala yang dihadapi adalah keterbatasan dermaga konvensional dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan elevasi air laut. Oleh karena itu, sebelum pembangunan dermaga apung dilaksanakan, perlu dilakukan analisis kelayakan proyek dengan meninjau beberapa aspek, khususnya aspek finansial. Analisis finansial bertujuan untuk mengetahui apakah investasi pada proyek tersebut menguntungkan atau tidak. Penelitian ini bertujuan menilai kelayakan pembangunan Dermaga Apung Hiu Paus di Desa Labuan Jambu, Kecamatan Tarano, ditinjau dari aspek finansial. Populasi penelitian adalah Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa, sedangkan sampel ditentukan dengan metode <em>Purposive Sampling</em>, yaitu pengelola Dermaga Apung Hiu Paus. Analisis data menggunakan empat indikator, yaitu <em>Net Present Value</em> (NPV), <em>Internal Rate of Return</em> (IRR), <em>Benefit Cost Ratio</em> (BCR), dan <em>Payback Period </em>(PP). Hasil penelitian menunjukkan nilai NPV sebesar Rp 17.401.633.938,77 dengan hasil positif, sehingga proyek layak dilaksanakan. Nilai IRR sebesar 12,52% lebih besar dibanding <em>Minimum Attractive Rate of Return</em> (MARR) sebesar 10,75%, sehingga investasi dinyatakan menguntungkan. Nilai BCR sebesar 7,960 lebih besar dari 1, yang berarti manfaat jauh melebihi biaya. <em>Payback Period</em> tercatat selama 36,27 bulan atau sekitar tiga tahun, menunjukkan waktu pengembalian modal relatif cepat. Dengan demikian, pembangunan dermaga apung dinyatakan layak secara finansial serta berpotensi mendukung pengembangan wisata bahari, meningkatkan perekonomian masyarakat pesisir, dan memperkuat daya tarik wisata berbasis konservasi.</p>2025-10-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SainTekAhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/SainTekA/article/view/2157PERENCANAAN PEMECAH GELOMBANG (BREAKWATER) DI DAERAH PANTAI LABUHAN SAWO, DESA PENYARING, KECAMATAN MOYO UTARA2025-10-12T18:55:18+07:00Didin Najidmuddindidin_moyo@yahoo.comAdy Purnamaadypurnama48@gmail.comZulkarnaen Zulkarnaennaenzulkarnaen75@yahoo.comNathasya Amelia Putrinathasyaamelia514@gamil.com<p>Pantai Labuhan Sawo di Desa Penyaring, Kecamatan Moyo Utara, mengalami abrasi akibat gelombang laut yang mengakibatkan kerusakan garis pantai dan kerusakan jalan. Penelitian ini bertujuan merencanakan bangunan pelindung pantai berupa <em>breakwater</em> yang stabil dan sesuai kondisi lapangan. Metode penelitian meliputi survei lapangan, pengumpulan data primer dan sekunder, serta analisis struktur berdasarkan parameter hidrodinamika dan geoteknik. Hasil perencanaan menunjukkan<em> breakwater</em> tipe pasangan batu dengan panjang 100 m, tinggi 4 m, lebar dasar 6 m, dan lebar mercu 0,6 m dinyatakan stabil terhadap gaya guling, geser, dan tekanan tanah. Estimasi RAB sebesar Rp 959.778.000,00,- mencakup biaya material, tenaga kerja, peralatan, overhead, dan pajak.</p>2025-10-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SainTekAhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/SainTekA/article/view/2156ANALISIS KAPASITAS SALURAN IRIGASI BERDASARKAN DEBIT AIR PADA JARINGAN IRIGASI BENDUNGAN BINTANG BANO, KABUPATEN SUMBAWA BARAT2025-10-12T18:51:27+07:00Lady Ladauni Edelweisladyladaunie@gmail.comDidin Najimuddindidin_moyo@yahoo.comTri Satriawansyahtrisatriawansyah@gmail.com<p>Salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yaitu pembangunan bendungan Bintang Bano di kecamatan Brang Rea Kabupaten Sumbawa Barat NTB yang bertujuan mendukung ketersediaan kebutuhan dan pasokan pangan nasional dengan menargetkan penyediaan pasokan air baku, mengurangi debit banjir dan menghasilkan listrik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis tingkat debit saluran irigasi dan tingkat kapasitas saluran irigasi Bendungan Bintang Bano Kab. Sumbawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data secara langsung melalui metode <em>float </em>(apung) di saluran Bangkat Monteh, Sepakat dan Tepas. Hasil analisis saluran Bangkat Monteh dengan debit 25,39-27,033 m<sup>3</sup>/det, laju aliran 4,9-5,2 m/det dan kapasitas saluran 51,6 m<sup>3</sup> menunjukkan saluran mampu menahan laju aliran dengan sangat baik tanpa risiko limpasan (overflow), kecepatan aliran masih dalam batas aman untuk material saluran seperti pasangan batu atau beton biasa. Adapun saluran Sepakat dengan debit 40,36-41,44 m<sup>3</sup>/det, laju aliran 6,7-6,9 m/det dan kapasitas saluran 58,8 m<sup>3</sup> menunjukkan saluran masih mampu menampung debit aktual dengan cadangan kapasitas ±29%, namun mulai mendekati batas efisiensi optimal dan kecepatan aliran termasuk tinggi untuk saluran terbuka sehingga memerlukan struktur yang kuat, seperti beton bertulang agar tidak terjadi kerusakan akibat gaya geser tinggi. Sedangkan saluran Tepas dengan debit 9,6-9,9 m<sup>3</sup>/det, laju aliran 8,4-8,7 m/det dan kapasitas saluran 11,4 m<sup>3</sup> menunjukkan saluran beroperasi dengan tingkat pemanfaatan yang sangat tinggi (±87%), sehingga rentan terhadap gangguan, serta saluran memerlukan penguatan material, minimal beton bertulang atau lining tertutup, saluran ini masih mampu menjalankan tugasnya, namun tidak cukup fleksibel jika terjadi lonjakan debit.</p>2025-10-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SainTekAhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/SainTekA/article/view/2146PERENCANAAN GEDUNG PASCASARJANA UNIVERSITAS SAMAWA YANG BERKELANJUTAN (SUSTAINABILITY)2025-10-12T18:44:58+07:00Ardi Firmansyahalgoradex21@gmail.comAdy Purnamaadypurnama@gmail.comPratiwi Dian Ilfianipratiwidianilfiani@gmail.comSyaifuddin Iskandarsyaifuddinisk@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk merancang gedung Pascasarjana Universitas Samawa yang mengimplementasikan konsep berkelanjutan (<em>sustainability</em>) sebagai pendekatan utama dalam perencanaan dan desain bangunan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif dengan studi literatur, survei lapangan, analisis kapasitas ruang kelas, luas Ventilasi dan Pencahayaan, serta analisis beban struktur. Prinsip-prinsip keberlanjutan yang diterapkan meliputi efisiensi energi, penggunaan material ramah lingkungan, optimalisasi pencahayaan, dan ventilasi alami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konsep desain gedung pascasarjana yang sesuai dengan kebutuhan akademik Universitas Samawa adalah kebutuhan akan kapasitas ruang telah memenuhi unsur dimensi ruang minimal yang disyaratkan (regular 7 x 8m, Seminar 6,25 x 8m), dimana kapasitas ruang yang direncanakan untuk regular dan seminar lebih luas dari dimensi minimal yakni 7m x 9m. Setiap ruang kuliah membutuhkan minimal 0.3 m² bukaan ventilasi, sehingga didesain ventilasi 30 cm × 100 cm. Nilai SF = 8.9% memenuhi standar, karena nilai SF yg disyaratkan untuk ruang kuliah adalah SF ? 2,5%, sedangkan SF > 5% untuk ruang laboratorium, perpustakaan. Nilai penghawaan alami 56 ACH masih terlalu tinggi, hingga perlu reduksi bukaan yakni menggunakan tirai dan mengatur sebagian bukaan jendela. Hasil analisis struktur memenuhi, dimana kekuatan (D/C < 1), servisabilitas (drift < batas), dan persyaratan berkelanjutan. Penerapan prinsip keberlanjutan (<em>sustainability</em>) dalam perancangan gedung pascasarjana adalah mewujudkan efisiensi energi, pemilihan material ramah lingkungan, serta kenyamanan pengguna.</p>2025-10-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SainTekAhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/SainTekA/article/view/2163EVALUASI KINERJA RUAS JALAN DARI PASAR TRADISIONAL MENJADI PASAR MODERN (STUDI KASUS PASAR SEKETENG STA 0+000 – STA 0+200)2025-10-30T20:27:47+07:00Jaya Ade Kusumajayaade649@gmail.comDidin Najimuddindidin_moyo@yahoo.comAdy Purnamaadypurnama48@gmail.comPratiwi Dian Ilfianipratiwidianilfiani@gmail.com<p>Perubahan fungsi pasar dari tradisional ke modern seringkali berdampak signifikan terhadap kinerja ruas jalan di sekitarnya, terutama dalam hal volume lalu lintas, kapasitas jalan, dan tingkat pelayanan (<em>Level of Service</em>/LOS). Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja ruas jalan di Pasar Seketeng (STA 0+000 – STA 0+200) setelah transformasi pasar tersebut. Metode analisis yang digunakan meliputi pengamatan lapangan untuk menghitung volume lalu lintas, kecepatan kendaraan, dan geometri jalan, serta penerapan Manual Kapasitas Jalan Indonesia (MKJI) 1997 untuk menilai kinerja jalan berdasarkan rasio volume terhadap kapasitas (V/C) dan LOS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume lalu lintas harian rata-rata pada ruas jalan studi adalah 801,7 kendaraan/jam. Jam sibuk tertinggi terjadi pada pukul 16:00–17:00 dengan volume 992,2 kendaraan/jam. Komposisi lalu lintas didominasi oleh sepeda motor (69,48%), diikuti oleh mobil penumpang (26,87%), kendaraan berat (2,76%), dan bus (0,94%). Hasil analisis menunjukkan volume lalu lintas terkonversi sebesar 519,6 smp/jam, kapasitas 2.480,7 smp/jam, derajat kejenuhan (DS) 0,20, dan LOS A (arus bebas). Namun, kecepatan kendaraan rata-rata hanya 8,89 km/jam akibat hambatan samping yang tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun secara teoritis kapasitas jalan masih longgar, kinerja operasional terganggu oleh aktivitas pasar di sekitar ruas jalan.</p>2025-10-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal SainTekA