Jurnal SainTekA https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/SainTekA <p><strong>SainTekA</strong> is a scientific journal that is managed and published by the Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), Universitas Samawa. SainTekA contains the publication of research results from students, lecturers and or other practitioners in the field of science and technology in civil engineering and architectural and focus on the fields of built environment, structural engineering, materials engineering, geotechnics, hydraulics engineering, construction building and sustainable energy. SainTekA is published every 3 times a year (<strong>February</strong>,<strong> June</strong>, and <strong>October</strong>).</p> LPPM Universitas Samawa en-US Jurnal SainTekA 2808-1056 ANALISIS PERBANDINGAN PROGRES RENCANA DAN REALISASI TERHADAP KINERJA WAKTU PROYEK KONSTRUKSI GEDUNG https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/SainTekA/article/view/2424 <p>Keterlambatan proyek konstruksi gedung umumnya terjadi akibat ketidaksesuaian antara progres pekerjaan yang direncanakan dengan progres aktual di lapangan. Evaluasi terhadap progres rencana dan progres realisasi perlu dilakukan secara berkala untuk mengetahui tingkat pencapaian pekerjaan serta kinerja waktu proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan progres rencana dan realisasi terhadap kinerja waktu pada proyek konstruksi gedung. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi kasus pada proyek pembangunan gedung Pembangunan Rumah Pompa. Data penelitian diperoleh dari time schedule, kurva-S rencana, laporan mingguan, bobot pekerjaan, dan dokumentasi progres aktual. Analisis dilakukan dengan menghitung deviasi antara progres kumulatif rencana dan realisasi pada setiap minggu pelaksanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa progres realisasi proyek mengalami deviasi terhadap progres rencana. Pada minggu ke-4, progres rencana sebesar 18,42%, sedangkan progres realisasi sebesar 15,77%, sehingga terjadi deviasi sebesar 2.55%. Nilai deviasi negatif menunjukkan bahwa proyek berada dalam kondisi terlambat dibandingkan jadwal rencana. Penyebab utama keterlambatan meliputi keterbatasan tenaga kerja, rendahnya produktivitas pekerjaan, perubahan desain, serta kurang optimalnya koordinasi antar pihak proyek. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa semakin besar selisih negatif antara progres rencana dan progres realisasi, semakin rendah kinerja waktu proyek. Oleh karena itu, pengendalian jadwal perlu dilakukan melalui evaluasi mingguan, percepatan pekerjaan kritis, penambahan sumber daya, dan peningkatan koordinasi pelaksanaan. Penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam bentuk evaluasi kinerja waktu berbasis kurva-S yang dapat digunakan sebagai alat monitoring dan pengendalian proyek konstruksi gedung.</p> Ahmad Ridho Ananta Kusuma Dimas Aji Purnomo Hari Pranoto Copyright (c) 2026 Jurnal SainTekA 2026-06-30 2026-06-30 7 2 172 178 10.58406/sainteka.v7i2.2424 ANALISIS KELAYAKAN PROPERTY PERUMAHAN BUKIT PERMATA RESIDENCE KABUPATEN SUMBAWA https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/SainTekA/article/view/2459 <p>Pertumbuhan penduduk dan peningkatan kebutuhan akan hunian mendorong berkembangnya sektor property perumahan di kabupaten sumbawa.Namun,tingginya kebutuhan tersebut tidak selalu di imbangi&nbsp; dengan kemampuan daya beli masyarakat,sehingga menciptakan kesenjangan antara permintaan dan keterjangkauan harga rumah.Di sisi lain, pengembang perumahan memerlukan investasi besar ,meliputi biaya pembebasan lahan ,kontruksi serta penyediaan infrastruktur dasar yang cendrung mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Sehingga apabila target pembangunan dan penyelesai tidak sesuai target akan menyebabkan pembengkakan pada biaya investasi. Oleh karna itu Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil kelayakan investasi berdasarkan aspek teknis dan finansial. Dengan Metode yang digunakan <em>Net Present Value (NPV)</em> yaitu untuk menghitung selisih antara nilai sekarang dari arus kas masuk (benefit) dengan nilai sekarang dari arus kas keluar (biaya), berdasarkan tingkat diskonto tertentu, Benefit Cost Ratio (BRC) yaitu untuk membandingkan nilai manfaat (benefits) yang diharapkan dengan nilai biayanya (costs), dan Break Even Point (BEP) yaitu untuk menentukan titik impas dimana pendapatan sama dengan biaya total, sehingga perusahaan tidak mengalami keuntungan maupun kerugian . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai NPV sebesar Rp.4.387.158.734 &gt; 0, nilai Benefit Cost Ratio (BCR) sebesar 1,22 &gt; 1, dan nilai Break Even Point (BEP) pada Perumahan Bukit Permata Residence terjadi pada penjualan unit ke – 54 &nbsp;untuk rumah subsidi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Perumahan Bukit Permata Residence layak.</p> Imam Sayuthi Tri Satriawansyah Eni Nuraini Pratiwi Dian Ilfiani Komang Metty Trisna Negara Copyright (c) 2026 Jurnal SainTekA 2026-06-30 2026-06-30 7 2 179 187 10.58406/sainteka.v7i2.2459 ANALISIS KEBUTUHAN SISTEM PENYEDIAAN AIR BERSIH DIDESA BATU TERING https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/SainTekA/article/view/2458 <p>Di desa Batu Tering sudah terdapat sistem air bersih tapi belum mampu memenuhi kebutuhan air bersih desa secara maksimal serta daerah cakupannya belum maksimal. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui besar kebutuhan air bersih masyarkat di desa batu tering dan mengetahui sumber air yang ada dapat memenuhi kebutuhan air bersih di Desa Batu Tering. Lokasi penelitian terletak didesa Batu Tering. Metode penelitian meliputi data primer dan sekunder. Data primer meliputi observasi lapangan, pengamatan terhadap kondisi lingkungan, dan melakukan pengukuran debit air dengan sebuah wadah. Data sekunder diperoleh dari kantor desa Batu Tering. Teknik pengolahan data penelitian adalah sebagai berikut menghitung proyeksi penduduk menggunakan metode geometri, analisa debit air, analisa kebutuhan domestik air bersih, analisis kebutuhan air, perhitungan pipa distribusi dan kehilangan air dalam pipa dengan mengunakan metode Hardy Cross dengan persamaan Hazen Williams. Dari hasil perhitungan diperoleh Keterediaan air bersih Desa Batu Tering pada tahun 2024 sebesar 2.29 l/d. kebutuhan total air bersih Desa Batu Tering sebesar 2.93 l/d. Dan Dari hasil analisis didapat kehilangan air pada masing masing dusun adalah Dusun Batu Tering A sebesar -0.0049 m/s, Dusun Batu Tering A sebesar -0.00341 m/s, Dusun Sela sebesar&nbsp; -0.00462 m/s dan Dusun Melung sebesar -0.002 m/s</p> Ady Purnama Adi Ahda Sapratama Padusung Padusung Zulkarnaen Zulkarnaen M Wildan Copyright (c) 2026 Jurnal SainTekA 2026-06-30 2026-06-30 7 2 188 195 10.58406/sainteka.v7i2.2458 PERBANDINGAN KINERJA BIAYA DAN WAKTU PEKERJAAN DINDING MENGGUNAKAN MATERIAL BATU KAPUR DAN BATA RINGAN https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/SainTekA/article/view/2340 <p>Perkembangan sektor konstruksi yang semakin pesat menuntut penggunaan material bangunan yang efisien dari segi biaya dan waktu pelaksanaan pekerjaan. Pemilihan material dinding menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan proyek konstruksi, khususnya dalam upaya meningkatkan efisiensi pelaksanaan pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan efisiensi biaya dan waktu pekerjaan dinding menggunakan material batu kapur dan bata ringan per 1 m². Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif kuantitatif melalui perhitungan biaya pekerjaan dan pengukuran waktu kerja berdasarkan produktivitas tenaga kerja pada setiap tahapan pekerjaan dinding, yang meliputi pekerjaan pasangan, plesteran dan acian, serta penyelesaian (finishing). Data yang diperoleh kemudian dibandingkan untuk mengetahui tingkat efisiensi masing-masing material. Temuan penting penelitian menunjukkan bahwa total biaya pekerjaan dinding menggunakan batu kapur sebesar Rp 241.003,00, sedangkan menggunakan bata ringan sebesar Rp 341.775,65, dengan selisih biaya sebesar Rp 100.772,65, sehingga batu kapur lebih efisien dari segi biaya. Namun demikian, dari aspek waktu pelaksanaan, pekerjaan dinding menggunakan bata ringan membutuhkan waktu yang lebih singkat, yaitu 32 menit per 1 m², dibandingkan dengan batu kapur yang memerlukan waktu 108 menit per 1 m². Pada kedua jenis material, tahap penyelesaian (finishing) merupakan tahapan yang paling dominan dalam penggunaan waktu kerja. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penggunaan batu kapur lebih efisien dari segi biaya, sedangkan penggunaan bata ringan lebih efisien dari segi waktu pelaksanaan pekerjaan. Oleh karena itu, pemilihan material dinding dalam proyek konstruksi perlu mempertimbangkan prioritas proyek, baik dari aspek penghematan biaya maupun percepatan waktu penyelesaian pekerjaan.</p> israjunna israjunna Risang Setyobudi M. Ziaul Fikar Nunuk Candra Setiyanta Copyright (c) 2026 Jurnal SainTekA 2026-06-30 2026-06-30 7 2 196 205 10.58406/sainteka.v7i2.2340 HAMBATAN ADMINISTRATIF DAN OPERASIONAL DARI ADOPSI TEKNOLOGI CETAK 3D PADA SEKTOR UMKM https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/SainTekA/article/view/2421 <p>Manufaktur aditif atau pencetakan 3D menawarkan peluang bagi usaha kecil dan menengah (UKM) dalam produksi skala kecil dan kustomisasi massal. Namun, tingkat adopsi di kalangan UKM di negara-negara berkembang masih rendah. Studi literatur kualitatif ini mengkaji hambatan administratif dan operasional yang membatasi penerapan teknologi pencetakan 3D oleh UKM. Hambatan administratif meliputi ketidakhadiran standar produk, prosedur impor yang rumit untuk mesin dan bahan baku, serta perlindungan hak kekayaan intelektual yang lemah untuk file desain digital. Hambatan operasional mencakup kekurangan tenaga kerja terampil, pasokan bahan baku yang sulit, biaya pemeliharaan yang tinggi, ketidakcocokan kapasitas produksi, pengetahuan yang terbatas tentang optimasi desain, dan akses yang terbatas ke platform e-commerce. Kendala keuangan dan ketimpangan geografis semakin memperparah masalah-masalah ini. Model kebijakan yang berhasil dari Jerman dan Singapura memberikan pelajaran untuk perancangan intervensi. Pendekatan terkoordinasi antar kementerian diperlukan untuk mengatasi hambatan-hambatan yang saling terkait ini.</p> Didit Darmawan Ahmad Rafi Faisal Izyan Panji Prima Rosuli Mochamad Saleh Syaiful Anwar Copyright (c) 2026 Jurnal SainTekA 2026-06-30 2026-06-30 7 2 206 220 10.58406/sainteka.v7i2.2421 ANALISIS KERUSAKAN PADA RUAS JALAN LINTAS MARONGE – LABUHAN SANGOR STA 001+000 – STA 010+250 MENGGUNAKAN METODE PAVEMENT CONDITION INDEX (PCI) https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/SainTekA/article/view/2460 <p>Peningkatan jumlah kendaraan bermotor di Kabupaten Sumbawa berdampak langsung pada peningkatan beban lalu lintas harian (LHR) yang dapat mengubah beban rencana (desain) jalan. Setiap kendaraan, terutama yang bermuatan berat, memberikan beban berulang yang berujung pada penurunan struktural jalan pada ruas Jalan Lintas Maronge–Labuhan Sangor. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kerusakan perkerasan jalan menggunakan metode <em>Pavement Condition Index</em> (PCI) serta merumuskan strategi penanganan yang sesuai. Data primer diperoleh melalui survei lapangan terhadap jenis dan luas kerusakan, serta volume lalu lintas. Data sekunder berasal dari instansi terkait. Hasil analisis menunjukkan bahwa kerusakan dominan berupa retak kulit buaya, amblas, dan lubang, dengan nilai PCI sebesar 55 yang termasuk kategori <em>Fair</em> (sedang). Penanganan dilakukan dengan perbaikan lapis aspal, penambalan lubang, serta pembangunan drainase sepanjang ruas jalan. Hasil penelitian ini memberikan acuan bagi pemerintah daerah dan masyarakat dalam perencanaan pemeliharaan maupun rehabilitasi jalan.</p> Saripuddin Saripuddin Eni Nuraini Pratiwi Dian Ilfiani Didin Najimuddin Copyright (c) 2026 Jurnal SainTekA 2026-06-30 2026-06-30 7 2 221 227 10.58406/sainteka.v7i2.2460 PENERAPAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA ( K3) DI CV. TRIYUDA PERKASA UNTUK TERCAPAINYA PRODUKTIVITAS YANG MAKSIMAL https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/SainTekA/article/view/2478 <p>Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan langkah pencegahan untuk menghindari berbagai potensi bahaya di tempat kerja, sehingga seluruh pekerja tetap aman dan sehat saat menjalankan tugasnya. Lingkungan kerja yang terjaga keselamatannya akan mengurangi risiko kecelakaan maupun insiden yang dapat berujung pada meningkatnya absensi serta menambah beban biaya bagi perusahaan. Kondisi tenaga kerja yang sakit atau cedera juga dapat menurunkan produktivitas dan mengganggu kelancaran operasional. Pelaksanaan K3 memiliki tujuan utama untuk mengidentifikasi setiap kelemahan maupun potensi bahaya yang dapat menyebabkan kecelakaan kerja. Dalam prosesnya, dilakukan analisis terhadap penyebab dan dampak kejadian tersebut, serta menilai apakah risiko bisa dikurangi atau dikendalikan. Produktivitas pekerja menjadi faktor penting dalam perkembangan bisnis. Semakin tinggi produktivitas, semakin besar hasil atau output yang dapat dicapai dalam waktu tertentu. Guna mencapai produktivitas optimal, perlu diperhatikan berbagai aspek pendukung seperti motivasi bekerja, kesempatan kerja yang baik, efektivitas dan efisiensi dalam melaksanakan tugas, kompetensi, serta pengalaman dan pengetahuan yang memadai. Pengukuran produktivitas tenaga kerja biasanya dilakukan dengan melihat output fisik per individu atau per jam kerja, yang dapat dihitung berdasarkan jam, hari, hingga tahun kerja. Dengan kata lain, produktivitas menggambarkan jumlah pekerjaan yang mampu diselesaikan oleh pekerja sesuai standar pelaksanaan dalam jangka waktu tertentu. Secara ringkas, penerapan K3 berperan penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehingga proses kerja berjalan lancar dan produktivitas perusahaan dapat terus meningkat keselamatan kerja di tempat kerja merupakan faktor penting dalam meningkatkan produktivitas dan keberhasilan seluruh perusahaan</p> Sudarto Sudarto Copyright (c) 2026 Jurnal SainTekA 2026-06-30 2026-06-30 7 2 228 240 10.58406/sainteka.v7i2.2478