PENGARUH PERUBAHAN IKLIM SEBAGAI INDIKATOR KESUBURAN TANAH PADA LAHAN BUDIDAYA PERTANIAN JAGUNG DI DESA SERADING KECAMATAN MOYO HILIR
DOI:
https://doi.org/10.58406/ja.v6i2.2503Keywords:
Perubahan Iklim, Kesuburan Tanah, Jagung, Desa SeradingAbstract
Penelitian bertujuan untuk menganalisis dampak perubahan iklim yang ditinjau dari dinamika suhu udara dan curah hujan serta keterkaitannya dengan tingkat kesuburan tanah pada lahan budidaya jagung di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari - Juni 2025, berlokasi di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa, menggunakan metode survei lapangan dan analisis laboratorium. Analisis data iklim dilakukan menggunakan metode neraca air Thornthwaite–Mather untuk mengevaluasi ketersediaan air berdasarkan keseimbangan antara curah hujan dan evapotranspirasi, sedangkan analisis sifat tanah meliputi tekstur, pH, kandungan karbon organik (C-organik), dan fosfor total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa curah hujan bulanan berkisar antara 47,6–147,8 mm dengan kecenderungan penurunan selama musim kemarau, mengakibatkan terjadinya defisit air serta peningkatan evapotranspirasi potensial (ETo). Analisis sifat tanah menunjukkan bahwa tanah bertekstur lempung berpasir dengan pH berkisar 5,6–7,0, kandungan C-organik sebesar 1,5–2,8% tergolong rendah hingga sedang, serta kandungan fosfor total yang berada pada kategori rendah. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa perubahan iklim berkontribusi terhadap penurunan kualitas kesuburan tanah melalui berkurangnya ketersediaan air dan unsur hara yang mendukung pertumbuhan tanaman jagung. Penerapan pemupukan organik, konservasi tanah dan air, serta penggunaan varietas jagung yang toleran terhadap kekeringan sangat diperlukan guna mempertahankan produktivitas lahan kering secara berkelanjutan.


