Jurnal Kesehatan Samawa
https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jks
<p>jurnal kesehatan samawa adalah jurnal yang dibuat untuk keperluan para akademisi dan umum yang terkait dengan dunia kesehatan. Dengan jurnal ini diharapkan karya-karya para penulis mampu menghasilikan <em>output</em> untuk masyarakat secara keseluruhan.</p>en-USJurnal Kesehatan SamawaHUBUNGAN ASI EKSKLUSIF TERHADAP KEJADIAN PNEUMONIA PADA BALITA DI RUANG PERAWATAN ANAK RSUD SUMBAWA
https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jks/article/view/2318
<table> <tbody> <tr> <td> <p>Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak balita di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Pneumonia masih menjadi masalah kesehatan serius, tercatat sebagai salah satu penyebab kematian terbanyak pada anak usia di bawah lima tahun.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian pneumonia pada anak balita. Penelitian menggunakan desain kuantitatif <em>cross-sectional</em> dengan jumlah sampel 44 balita yang di rawat di ruang anak RSUD Sumbawa, Data dikumpulkan melalui kuesioner riwayat pemberian ASI dan rekam medis untuk memastikan diagnosis pneumonia. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi p < 0,05 dengan derajad kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa balita yang tidak mendapatkan ASI eksklusif memiliki kejadian pneumonia lebih tinggi dibandingkan balita yang mendapatkan ASI eksklusif. Uji Chi-Square menghasilkan nilai p = 0,002, yang berarti terdapat hubungan signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan kejadian pneumonia. Kesimpulannya, ASI eksklusif terbukti berhubungan dengan penurunan kejadian pneumonia pada balita. Oleh karena itu, promosi ASI eksklusif perlu terus digencarkan sebagai upaya preventif untuk menurunkan angka kejadian pneumonia di wilayah Sumbawa.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Yasinta Aloysia Daro
Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Samawa
2025-12-312025-12-311021216EFEKTIVITAS JALAN KAKI TERATUR UNTUK MENURUNKAN SKALA NYERI OSTEOARTHRITIS PADA LANSIA DI PUSAT PELAYANAN SOSIAL LANJUT USIA (PPSLU) MANDALIKA NTB
https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jks/article/view/2284
<p><strong>Pendahuluan: </strong><em>Osteoarthritis </em>,dikenal juga sebagai penyakit degeneratif sendi adalah konsisi dimana sendi terasa nyeri akibat inflamasi ringan yang terjadi karena gesekan tulang tulang penyusun sendi. <em>Osteoarthritis </em>biasa terjadi pada lansia karena penyakit ini dianggap sebagai suatu proses penuaan normal, sebab insidensi bertambah dengan meningkatnya usia. Jalan kaki teratur dapat menjadi metode pengobatan non farmakologis karena memiliki potensi untuk mengurangi nyeri.<strong>Tujuan: </strong>Studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui “Efektifitas jalan kaki teratur untuk mengurangi skala nyeri <em>Osteoarthritis </em>pada lansia di pusat pelayanan sosial (PPSLU) Mandalika”. <strong>Metode: </strong>Studi kasus asuhan Keperawatan penerapan jalan kaki teratur untuk mengurangi skala nyeri <em>Osteoarthritis </em>pada lansia. <strong>Hasil: </strong>Setelah dilakukan implementasi jalan kaki teratur selama 5 hari berturut turut selama 1 minggu didapatkan hasil terdapat penurunan skala nyeri pada Ny R. <strong>Kesimpulan: </strong>Penerapan jalan kaki teratur dapat menurunkan skala nyeri <em>Osteoarthritis </em>pada lansia di pusat pelayanan sosial (PPSLU) Mandalika.</p>Dina Alfiana IkhwaniAzura Huzaena
Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Samawa
2025-12-312025-12-3110216PENERAPAN DIAPHRAGMATIC BREATING TERHADAP SATURASI OKSIGEN ARTERI PADA PASIEN ASMA DI RUANG IGD RSUD SUMBAWA
https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jks/article/view/2314
<p>Asma merupakan penyakit pernapasan kronis heterogen yang ditandai dengan inflamasi saluran napas serta gejala periodik berupa sesak napas, batuk, dan keterbatasan aliran udara ekspirasi. Berdasarkan data WHO dan GINA, jumlah penderita asma secara global terus meningkat dan diperkirakan mencapai 400 juta orang pada tahun 2025. Salah satu tantangan utama dalam penatalaksanaan asma adalah menjaga saturasi oksigen pasien agar tetap optimal, karena penurunan saturasi dapat berujung pada komplikasi serius. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus deskriptif pada dua pasien asma bronkial yang menjalani terapi diaphragmatic breathing di IGD RSUD Sumbawa. Hasil pengkajian awal menunjukkan keluhan sesak napas, batuk berdahak, dan kelemahan pada kedua pasien. Setelah diberikan terapi diaphragmatic breathing sebanyak tiga sesi dalam satu hari, terdapat peningkatan signifikan pada saturasi oksigen (SpO2 meningkat dari 94–95% menjadi 98%) serta penurunan gejala sesak napas dan kelelahan. Evaluasi menunjukkan terapi ini efektif memperkuat otot diafragma, meningkatkan efisiensi paru, menurunkan kerja pernapasan, serta menambah kenyamanan pasien. Kesimpulannya, penerapan terapi diaphragmatic breathing dapat menjadi intervensi non-farmakologis yang bermanfaat dalam meningkatkan saturasi oksigen dan mengurangi gejala pada pasien asma, sehingga direkomendasikan sebagai terapi suportif dalam asuhan keperawatan pasien asma di fasilitas kesehatan.</p>Raman SafildaMita FarilyaMuhammad FauziLaily Widya Astuti
Copyright (c) 2025 Jurnal Kesehatan Samawa
2025-12-312025-12-31102711