PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DUSUN PAMULUNG MELALUI STANDARDISASI ATRAKSI "BARAPAN KEBO" DAN PELATIHAN HOSPITALITY UNTUK PASAR WISATA KAPAL PESIAR
DOI:
https://doi.org/10.58406/jpml.v8i2.2256Keywords:
Community Based Tourism, Pengembangan Desa Wisata, Wisata Budaya, Wisata Kapal PesiarAbstract
Permasalahan rendahnya pemanfaatan potensi budaya lokal di Desa Wisata Pamulung, Kabupaten Sumbawa, yang belum dikelola secara optimal untuk menangkap peluang unik dari pasar wisatawan kapal pesiar. Kondisi ini menyebabkan masyarakat lokal belum menjadi pelaku utama yang dapat merasakan manfaat ekonomi langsung dari pariwisata. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk mengoptimalkan potensi atraksi budaya "Barapan Kebo" dan seni pertunjukan lainnya melalui pendampingan pengembangan paket wisata dengan pendekatan Community Based Tourism (CBT). Kegiatan dilakukan sejak 30 September hingga 1 Oktober 2025. Mitra dalam kegiatan ini adalah Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) "Pamulung Lestari", pemilik kerbau, dan pemuda desa berjumlah 10 orang. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif (Participatory Action Research) yang melibatkan serangkaian tahapan sistematis, mulai dari observasi awal dan sosialisasi untuk membangun komitmen bersama, dilanjutkan dengan peningkatan kapasitas melalui pelatihan praktis mengenai manajemen atraksi, standar keamanan, teknik storytelling, dan hospitality dasar. Proses ini kemudian dilanjutkan dengan lokakarya co-design melalui Diskusi Kelompok Terarah (FGD) untuk merancang detail paket wisata, dan diakhiri dengan pendampingan intensif melalui simulasi hingga implementasi penerimaan wisatawan. Hasil utama dari kegiatan ini menunjukkan keberhasilan dalam tiga aspek: pertama, terbentuknya paket wisata budaya ‘Pamulung Buffalo Experience’ yang terstruktur dan siap jual; kedua, terbentuknya Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) sebagai kelembagaan pengelola yang akan menjamin keberlanjutan; dan ketiga, peningkatan kapasitas masyarakat yang terbukti mampu secara profesional menyelenggarakan atraksi wisata yang aman dan menarik. Simpulan dari kegiatan ini menegaskan bahwa pengembangan pariwisata berbasis komunitas dapat menjadi strategi efektif untuk pemberdayaan ekonomi lokal, mentransformasikan aset budaya menjadi sumber pendapatan berkelanjutan sekaligus memperkuat identitas komunitas.




