KINERJA PENYERAPAN JAGUNG GUDANG KETAHANAN PANGAN POLRI DI KECAMATAN LAPE KABUPATEN SUMBAWA
DOI:
https://doi.org/10.58406/jram.v2i2.2624Keywords:
Kinerja Penyerapan, Jagung, Gudang Ketahanan Pangan, Aksesibilitas, Harga, Kendala OperasionalAbstract
Gudang Ketahanan Pangan Polri di Kecamatan Lape, Kabupaten Sumbawa, memiliki peran strategis dalam menyerap hasil produksi jagung petani, namun efektivitas pelaksanaannya dipengaruhi oleh berbagai faktor di tingkat lapangan. Penelitian ini bertujuan menganalisis kinerja penyerapan jagung pada Gudang Ketahanan Pangan Polri ditinjau dari aspek aksesibilitas petani, ketepatan waktu, harga pembelian, dan kendala operasional yang dihadapi dalam proses penyerapan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Gudang Ketahanan Pangan Polri di Kepolisian Sektor (Polsek) Lape, Kecamatan Lape Kabupaten Sumbawa, Propinsi Nusa Tenggara Barat dari Bulan Mei-Juli 2026. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari, data sekunder dan data primer, dengan metodee pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian meliputi petani jagung, pengelola gudang, kelompok tani, serta pihak terkait dalam proses penyerapan jagung. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kinerja penyerapan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja penyerapan dipengaruhi oleh kemudahan akses petani terhadap gudang, baik dari aspek jarak, transportasi, maupun informasi mengenai mekanisme penerimaan. Ketepatan waktu penyerapan berkaitan dengan kesesuaian jadwal penerimaan dengan periode panen serta kesiapan fasilitas gudang. Dari aspek harga, daya tarik penyerapan ditentukan oleh tingkat harga beli, transparansi penetapan harga, kesesuaian dengan kualitas jagung, dan kepastian pembayaran. Sementara itu, kendala operasional meliputi keterbatasan kapasitas, proses penanganan pascapanen, transportasi, administrasi, serta koordinasi antarpemangku kepentingan. Penelitian merekomendasikan penguatan koordinasi, peningkatan kapasitas dan fasilitas gudang, perbaikan sistem informasi, serta penyederhanaan mekanisme pelayanan untuk meningkatkan efektivitas penyerapan jagung secara berkelanjutan.

