https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jram/issue/feedJurnal Riset Agribisnis dan Manajemen2026-05-02T14:40:17+07:00Open Journal Systems<p>Jurnal Riset Agribisnis dan Manajemen (JRAM) memfokuskan diri pada publikasi hasil penelitian dan kajian ilmiah di bidang agribisnis serta ilmu sosial ekonomi pertanian. Jurnal ini menjadi media bagi akademisi, peneliti, dan praktisi untuk mengembangkan ilmu pengetahuan, inovasi, serta kebijakan terkait sistem agribisnis yang berdaya saing, berkelanjutan, dan mendukung pembangunan pertanian nasional.</p> <p>Ruang lingkup mencakup manajemen agribisnis, ekonomi pertanian, rantai pasok dan nilai tambah, kebijakan pertanian, kewirausahaan, kelembagaan, serta isu-isu kontemporer seperti agribisnis digital, ketahanan pangan, dan pembangunan berkelanjutan.</p>https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jram/article/view/2356POLA KEMITRAAN DAN NON KEMITRAAN PETANI JAGUNG DI DESA LABANGKA KECAMATAN LABANGKA KABUPATEN SUMBAWA2026-04-30T11:15:07+07:00Imam Wahyudiimamkresna28@gmail.comIeke Wulan Ayuiekewulanayu002@gmail.comSiti Nurwahidahsitinurwahidah2018@gmail.comNila Wijayantiayasyafila@gmail.com<p>Tujuan penelitian untuk mengetahui pola kemitraan dan non kemitraan pada petani jagung di Desa Labangka Kecamatan Labangka Kabupaten Sumbawa. Penentuan lokasi penelitian secara purposive sampling dengan pertimbangan Kecamatan Labangka merupakan salah satu sentra produksi jagung di Kabupaten Sumbawa. Penelitian dilakukan pada Bulan Maret – Bulan Juni 2025. Metode penelitian mengunakan deskriptif kualitatif dengan jumlah sampel 15 petani mitra dan 15 petani non mitra. Metode penentuan sampel secara purposive sampling. Hasil penelitian : Pada pola kemitraan, terdapat kolaborasi antara petani, pemerintah, dan pelaku agribisnis yang menyediakan input unggul seperti benih tahan kekeringan, pupuk, serta dukungan teknis berupa pendampingan dan penyuluhan. Dukungan pemerintah, khususnya dari Kementerian Pertanian, memperkuat skema ini melalui distribusi benih dan pupuk bersubsidi secara masif. Pada pola non-kemitraan, petani mengelola usaha tani secara mandiri dengan fleksibilitas dalam menentukan varietas, jadwal tanam, dan strategi pemasaran. Namun, keterbatasan modal dan akses infrastruktur menyebabkan kerentanan terhadap risiko, terutama fluktuasi harga dan kesulitan penyimpanan hasil panen, yang semakin nyata pada periode panen raya.<br>Kata Kunci : Pola Kemitraan, Petani Jagung, Desa Labangka</p>2026-05-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset Agribisnis dan Manajemenhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jram/article/view/2361EVALUASI ASPEK TEKNIS LUMBUNG PANGAN MASYARAKAT DI KABUPATEN SUMBAWA2026-05-02T11:25:56+07:00Wahyuningsih Wahyuningsihwn171176@gmail.comSiti Nurwahidahsitinurwahidah2018@gmail.comIeke Wulan Ayuiekewulanayu002@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan menganalisis aspek teknis dan perkembangan lumbung pangan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Sumbawa. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Sumbawa pada bulan Maret sampai dengan bulan Juni 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan mengkonversikan nilai skala likert. Lokasi penelitian dipilih secara purposive pada kelompok lumbung pangan Gapoktan Tendri Untung dan Gapoktan Menir Raboran. Pada penelitian ini penentuan informan penelitian ditentukan secara <em>purposive sampling</em> dengan kriteria responden merupakan anggota aktif penerima manfaat kegiatan lumbung pangan, dengan rincian anggota kelompok lumbung pangan masyarakat Gapoktan Tendri Untung sebanyak 16 orang dan anggota kelompok lumbung pangan masyarakat Gapoktan Menir Raboran sebanyak 16 orang, sehingga total informan atau responden berjumlah 32 orang Hasil penelitian memperlihatkan bahwa aspek teknis berada pada kategori baik, yang menunjukkan keberadaan lumbung pangan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap upaya pencapaian ketahanan pangan dan berperan strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas ekonomi petani.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Lumbung Pangan, Aspek Teknis, Kabupaten Sumbawa</p>2026-05-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset Agribisnis dan Manajemenhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jram/article/view/2363EVALUASI ASPEK SOSIAL DAN ASPEK EKONOMI LUMBUNG PANGAN MASYARAKAT DI KABUPATEN SUMBAWA2026-05-02T12:08:20+07:00Wahyuningsih Wahyuningsihwn171176@gmail.comSiti Nurwahidahsitinurwahidah2018@gmail.comSudirman Sudirmandirman@samawa-university.ac.id<p>Lumbung pangan merupakan lembaga pangan masyarakat yang berfungsi sebagai cadangan untuk mengantisipasi kekurangan akibat musim paceklik, gagal panen, maupun bencana, sehingga ketersediaan pangan tetap terjaga. Pada tahun 2022, Kabupaten Sumbawa menerima bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Pertanian berupa pembangunan lumbung pangan serta penyediaan sarana dan prasarana penunjang kegiatan ekonomi produktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis aspek sosial-ekonomi, dan perkembangan modal lumbung pangan masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Sumbawa. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dengan lokasi penelitian dipilih secara purposive pada kelompok lumbung pangan Gapoktan Tendri Untung dan Gapoktan Menir Raboran. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa aspek sosial, dan aspek ekonomi berada pada kategori baik, yang menunjukkan keberadaan lumbung pangan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap upaya pencapaian ketahanan pangan. Selain itu, modal usaha kelompok juga mengalami pertumbuhan, yakni sebesar 39,50% pada Gapoktan Tendri Untung dan 18,91% pada Gapoktan Menir Raboran. Temuan ini menegaskan bahwa lumbung pangan masyarakat berperan strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui penguatan kelembagaan dan peningkatan kapasitas ekonomi petani.</p> <p><strong>Kata kunci</strong>: Lumbung Pangan, aspek sosial, aspek ekonomi </p>2026-05-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset Agribisnis dan Manajemenhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jram/article/view/2364POTENSIPENGEMBANGANLAHANKERING DI WILAYAHTIMURKABUPATENSUMBAWA2026-05-02T12:21:29+07:00Haerul Haerulertilung@gmail.comSiti Nurwahidahsitinurwahidah2018@gmail.comNila Wijayantiayasyafila@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengidentifikasi potensi dan permasalahan mendasar dalam pengembangan lahan kering di wilayah timur Kabupaten Sumbawa. Permasalahan mendasar antara lain keterbatasan sarana irigasi, degradasi kesuburan tanah, fluktuasi curah hujan, akses pasar yang belum optimal, serta koordinasi kebijakan yang belum maksimal antar instansi terkait. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan sumber data primer dan sekunder. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, serta dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis Deskriptif. Hasil kajian menunjukkan bahwa potensi lahan kering di kawasan timur Kabupaten Sumbawa cukup signifikan ditunjang oleh ketersediaan lahan yang luas, keragaman komoditas pertanian dan peternakan didukung peran serta masyarakat setempat dalam aktivitas agribisnis.</p> <p> </p> <p>Kata kunci: <em>Lahan Kering, Potensi, Keberlanjutan, Kabupaten Sumbawa</em><strong>.</strong></p>2026-05-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset Agribisnis dan Manajemenhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jram/article/view/2365STRATEGI PEMASARAN MADU HUTAN SUMBAWA DALAM MENGOPTIMALKAN PENINGKATAN EKONOMI PETANI MADU LOKAL DI DUSUN SEMONGKAT DESA KELUNGKUNG KABUPATEN SUMBAWA2026-05-02T14:40:17+07:00Ryan Suryanda Putraryansuryandaputra@gmail.comAhmad Yaniir.ahmadyani@yahoo.comIeke Wulan Ayuiekewulanayu002@gmail.comNila Wijayantiayasyafila@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pemasaran madu hutan Sumbawa dalam mengoptimalkan peningkatan ekonomi petani madu lokal di Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini dilaksanakan pada Bulan Maret – Mei 2025. Lokasi penelitian berada di Dusun Semongkat, Desa Kelungkung, Kabupaten Sumbawa. Penentuan tempat penelitian dilakukan secara <em>purposive sampling.</em> Jenis penelitian ini merupakan penelitian dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan sekunder. Metode pengumpulan data dalam penelitian dilakukan dengan observasi <em>(field Observation)</em>, survei (<em>Field Survey</em>), wawancara yang mendalam (<em>Deep Interview Method</em>), serta dokumentasi. Responden dalam penelitian ini sebanyak 10 petani madu hutan. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah SWOT (<em>Strengths, Weaknesses, Opportunities, Threats</em>). Hasil penelitian menemukan bahwa strategi pemasaran madu hutan berada pada posisi Kuadran I (Strategi SO), yaitu Mengoptimalkan promosi madu hutan melalui media sosial dan marketplace untuk menjangkau konsumen lebih luas, Menggunakan kualitas dan keaslian sebagai keunggulan untuk penetrasi ke pasar modern (supermarket, toko oleh-oleh), Mengemas madu secara premium untuk segmen pasar wisata dan ekspor, Membangun kemitraan dengan sektor pariwisata dan kuliner local, serta Mengikuti pameran produk UMKM dan event promosi daerah.</p> <p> </p> <p><strong>Kata Kunci</strong>: <em>Strategi Pemasaran</em>; <em>Madu Hutan Sumbawa; SWOT.</em></p>2026-05-04T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset Agribisnis dan Manajemen