HUBUNGAN KEBERHASILAN TOILET TRAINING DENGAN KONTROL ENURESIS PADA ANAK USIA 3 – 5 TAHUN DI PAUD KECAMATAN UNTER IWES SUMBAWA
Keywords:
Toilet Training, Enuresis, Anak, Kesiapan Anak, KeberhasilanAbstract
Toilet training merupakan suatu usaha untuk melatih anak agar mampu
mengontrol dalam melakukan buang air kecil dan buang air besar. Toilet training
ini dapat berlangsung pada fase kehidupan anak. Jika anak mengalami
keterlambatan dalam tugas perkembangan tersebut, dimana anak seharusnya
sudah menyelesaikan tugas fase toilet training tetapi belum dicapai akan
berdampak terjadinya enuresis (mengompol) pada fase toddler dan berlanjut
hingga anak ada di fase prasekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
mengetahui hubungan keberhasilan toilet training dengan kontrol enuresis pada
anak usia 3 – 5 tahun di PAUD Kecamatan Unter Iwes Sumbawa. Metode yang
digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan pendekatan
cross sectional. Populasi dalam penelitian ini sebanyak 60 orang tua dengan anak
usia 3-5 tahun dengan besar sampel 30 responden. Penelitian ini dilaksanakan
pada bulan Februari sampai April 2022. Cara pengambilan sampel penelitian ini
menggunakan probability sampling dengan teknik simple random sampling.
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar kuesioner tentang
keberhasilan toilet training dengan jumlah soal 15 butir dan kontrol enuresis
dengan menggunakan skala Guttman. Uji statistik yang digunakan yaitu uji chi
square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan keberhasilan toilet
training dengan kontrol enuresis pada anak usia 3 – 5 Tahun dengan p value
0,002 (>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada hubungan antara
keberhasilan toilet training dengan kontrol enuresis pada anak usia 3 – 5 Tahun.
Diharapkan orangtua mampu mengajarkan anak tentang toilet training sedini
mungkin, orangtua juga harus memperhatikan tanda-tanda kesiapan pada anak
sebelum mulai melatih agar proses latihan berjalan lancar dan anak mencapai
keberhasilan.

