TRANSFORMASI DIGITAL QRIS DALAM KEMUDAHAN BERTRANSAKSI PEMBAYARAN BAGI MASYARAKAT KOTA KUDUS UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN EKONOMI DIGITAL
Keywords:
QRIS, Pembayaran Non Tunai, Transformasi Digital, Intensi AdopsiAbstract
Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) adalah salah satu metode pembayaran non-tunai di Indonesia, yang mempromosikan transformasi pembayaran digital. Inovasi ini dapat membantu pemilik usaha untuk meningkatkan proses bisnis mereka. Meskipun memiliki manfaat, penerapan QRIS masih bervariasi di masyarakat, mendorong para pemangku kepentingan untuk menganalisis persepsi QRIS dalam masyarakat guna menciptakan strategi yang sesuai. Di Kudus, penelitian yang ditemukan tentang QRIS masih tergolong sedikit, hanya ada satu studi yang menampilkan niat Masyarakat Kudus, khususnya umat Muslim, untuk mengadopsi QRIS.
Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan studi yang lebih mendetail, mencakup latar belakang pengguna QRIS di Kudus dan niat adopsi mereka dengan mempertimbangkan variabel usaha, kinerja, kondisi pendukung, dan pengaruh sosial menggunakan SEM-PLS. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner daring dengan total responden sebanyak 402 orang. Penelitian menemukan bahwa mayoritas pengguna QRIS di Kudus berusia di bawah 25 tahun, pengguna perempuan lebih banyak daripada laki-laki, pemegang ijazah minimal SMA mendominasi, dan berdomisili di Kecamatan Bae dan Kota lebih banyak. Terkait niat untuk mengadopsi, variabel kinerja, kondisi pendukung, dan pengaruh sosial ditemukan secara signifikan mempengaruhi pengguna, sementara variabel usaha tidak signifikan. Temuan ini membantu para pemangku kepentingan untuk memahami bahwa transformasi digital sebaiknya tidak hanya fokus pada pembuatan sistem yang mudah digunakan, tetapi juga pada aspek promosi manfaat, kepercayaan, dan sosialisasi.

