PENGARUH PENGOLAHAN TANAH KONSERVASI DAN MULSA JERAMI PADI TERHADAP SIFAT FISIK TANAH DAN HASIL JAGUNG MANIS (ZEA MAYS SACCHARATA STURT)
Keywords:
Ultisol, Pengolahan Tanah, Jerami Padi, Jagung ManisAbstract
Ultisol merupakan tanah marginal dengan keterbatasan sifat fisik, seperti struktur tanah padat, permeabilitas dan infiltrasi rendah, aerasi buruk, serta kandungan bahan organik rendah yang dapat menurunkan produktivitas tanaman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pengolahan tanah konservasi dan mulsa jerami padi terhadap sifat fisik Ultisol serta hasil jagung manis (Zea mays saccharata Sturt).
Penelitian dilaksanakan di Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan meliputi pengolahan tanah konvensional (P0), olah tanah minimum + 30% jerami padi (P1), olah tanah minimum + 60% jerami padi (P2), tanpa olah tanah + 30% jerami padi (P3), dan tanpa olah tanah + 60% jerami padi (P4). Parameter yang diamati meliputi bahan organik tanah, berat volume, total ruang pori, kadar air tanah, permeabilitas, kemantapan agregat, dan hasil jagung manis.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan olah tanah minimum dengan 60% jerami padi (P2) memberikan pengaruh terbaik terhadap perbaikan sifat fisik tanah melalui peningkatan bahan organik, total ruang pori, kadar air tanah, permeabilitas, dan kemantapan agregat, serta penurunan berat volume tanah. Perlakuan ini juga menghasilkan produksi jagung manis tertinggi sebesar 15,72 ton ha?¹. Dengan demikian, kombinasi olah tanah minimum dan mulsa jerami padi berpotensi meningkatkan kualitas Ultisol dan produktivitas jagung manis secara berkelanjutan.

