HUBUNGAN INTENSITAS DOOMSCROLLING PADA MEDIA SOSIAL DENGAN KUALITAS TIDUR MAHASISWA AKTIF STIKES HAKLI SEMARANG
Keywords:
Doomscrolling, Kualitas Tidur, Mahasiswa, Media Sosial, Perilaku DigitalAbstract
Doomscrolling pada media sosial menjadi perilaku digital yang semakin sering dilakukan mahasiswa dan berpotensi menurunkan kualitas tidur akibat paparan informasi negatif secara terus-menerus, terutama sebelum tidur. Kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan fisik, mental, konsentrasi belajar, dan produktivitas akademik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas doomscrolling pada media sosial dengan kualitas tidur mahasiswa aktif STIKES HAKLI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei–Juni 2026 dengan jumlah responden sebanyak 50 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berbasis Google Form mengenai intensitas doomscrolling dan kualitas tidur mahasiswa. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat doomscrolling kategori sedang hingga tinggi serta kualitas tidur yang buruk. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara intensitas doomscrolling dengan kualitas tidur mahasiswa dengan nilai p-value < 0,05. Semakin tinggi intensitas doomscrolling, maka semakin buruk kualitas tidur mahasiswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media sosial secara berlebihan dapat memengaruhi kualitas tidur mahasiswa sehingga diperlukan edukasi mengenai penggunaan media sosial yang lebih bijak dan penerapan pola tidur sehat.

