GANGGUAN DEPRESI PADA KORBAN KEKERASAN SEKSUAL: FAKTOR RISIKO, MEKANISME, DAN INTERVENSI: SEBUAH TINJAUAN PUSTAKA
Keywords:
Kekerasan Seksual, Depresi, Gangguan Mental, Dukungan Sosial, Intervensi PsikologisAbstract
Tujuan tinjauan ini adalah menganalisis hubungan kekerasan seksual dengan gangguan depresi, mengidentifikasi faktor yang memperberat gejala, serta merangkum intervensi psikologis dan klinis yang relevan bagi korban. Artikel ini menggunakan narrative review terstruktur dengan alur pelaporan mengacu pada PRISMA 2020. Literatur ditelusuri melalui PubMed dan Google Scholar pada publikasi 2016-2025 menggunakan kombinasi kata kunci sexual violence, sexual assault, depression, mental health, psychological intervention, kekerasan seksual, depresi, dan dukungan sosial. Pencarian awal memperoleh 224 artikel; setelah duplikasi, seleksi judul/abstrak, penilaian teks lengkap, dan penerapan kriteria inklusi-eksklusi, sebanyak 20 sumber utama dianalisis secara naratif. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa kekerasan seksual berhubungan kuat dengan depresi, PTSD, kecemasan, penurunan fungsi sosial, dan risiko bunuh diri. Meta-analisis menunjukkan korban kekerasan seksual memiliki risiko depresi lebih tinggi dibandingkan populasi tidak terpapar, sementara polyvictimization dan stigma sosial memperberat dampak psikologis. Faktor usia muda, jenis kelamin, kualitas dukungan sosial, victim-blaming, dan hambatan akses layanan menjadi penentu penting dalam pemulihan. Intervensi yang paling konsisten direkomendasikan meliputi asesmen dini, pendekatan trauma-informed care, psikoterapi berbasis bukti seperti CBT/CPT, psikoedukasi, dukungan keluarga, support group, serta farmakoterapi sesuai indikasi klinis.

