PERAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT SUMBAWA DALAM PEMANFAATAN TANAMAN OBAT DAN PANGAN: PERSPEKTIF EKOLOGI BUDAYA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETAHANAN PANGAN LOKAL

https://doi.org/10.58406/jrktl.v9i1.2431

Authors

  • Indah Dwi Lestari Universitas Samawa, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
  • Wiwi Noviati Universitas Samawa, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
  • Hamsati Safitri Universitas Samawa, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
  • Putri Setiyawati Universitas Samawa, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Indonesia
  • Istiqomah Istiqomah Universitas Samawa, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, Indonesia

Keywords:

Kearifan Lokal, Etnobotani, Ekologi Budaya, Ketahanan Pangan Lokal, Masyarakat Sumbawa

Abstract

Kearifan lokal masyarakat dalam pemanfaatan tumbuhan pangan dan obat merupakan bagian penting dari sistem pengetahuan tradisional yang berkontribusi terhadap keberlanjutan kehidupan dan ketahanan pangan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tanaman pangan dan obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Sumbawa, menganalisis bentuk kearifan lokal yang mendasari pemanfaatannya melalui perspektif ekologi budaya, serta mengkaji kontribusinya terhadap ketahanan pangan lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode field ethnobotany yang dianalisis melalui perspektif ekologi budaya. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi terhadap masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Sumbawa memanfaatkan sedikitnya 15 spesies tumbuhan lokal sebagai sumber pangan, obat tradisional, maupun keduanya, di antaranya kelor (Moringa oleifera), tebu (Saccharum officinarum), juwet (Syzygium cumini), kemangi (Ocimum basilicum), bunga telang (Clitoria ternatea), jeringau (Acorus calamus), dan daun sirih (Piper betle). Pemanfaatan tumbuhan tersebut mencerminkan sistem pengetahuan etnobotani yang berkembang melalui proses adaptasi jangka panjang terhadap kondisi lingkungan kering Pulau Sumbawa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa biodiversitas lokal berfungsi sebagai modal ekologis sekaligus modal budaya yang mendukung keberlanjutan sistem sosial-ekologis masyarakat. Selain itu, pemanfaatan tumbuhan lokal berkontribusi terhadap penguatan empat dimensi ketahanan pangan FAO, yaitu ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan stabilitas pangan. Penelitian ini menegaskan bahwa pelestarian kearifan lokal etnobotani masyarakat Sumbawa merupakan strategi penting dalam mendukung ketahanan pangan lokal yang berkelanjutan serta menjaga keberlanjutan biodiversitas dan warisan budaya masyarakat.

Published

2026-06-26

How to Cite

Lestari, Indah Dwi, Wiwi Noviati, Hamsati Safitri, Putri Setiyawati, and Istiqomah Istiqomah. 2026. “PERAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT SUMBAWA DALAM PEMANFAATAN TANAMAN OBAT DAN PANGAN: PERSPEKTIF EKOLOGI BUDAYA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETAHANAN PANGAN LOKAL”. Jurnal Riset Kajian Teknologi Dan Lingkungan 9 (1):267-81. https://doi.org/10.58406/jrktl.v9i1.2431.