https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/issue/feedJurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan2026-06-26T08:09:47+07:00Bidang Publikasibidpublikasi.lppmunsa@gmail.comOpen Journal Systems<p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkunga</strong>n merupakan jurnal yang diperuntukan bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa yang ingin mempublikasikan penelitian mereka. Jurnal ini menerbitkan artikel dari hasil penelitian tindakan, penelitian eksperimen, penelitian dan pengembangan, penelitian kualitatif, penelitian kuantitatif, penelitian pengembangan didaktik, dan desain penelitian. Jurnal Sains dan Teknologi Universitas Samawa menerima manuskrip yang berasal dari penelitian yang berkaitan dengan Agribisnis, Agroteknologi, Ekonomi Pembangunan, Administrasi Negara, Ilmu Hukum, Manajemen, Manajemen Sumber Daya Perairan, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Biologi, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Fisika, Ilmu Peternakan, Teknik Sipil, Teknologi Pendidikan, Ilmu Keuangan dan Perbankan, serta berbagai topik lainnya.</p>https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/2341PREDIKSI CUACA EKSTREM BERBASIS SARIMAX DAN ANALISIS NERACA AIR SEBAGAI DASAR STRATEGI MITIGASI BANJIR SERTA ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM DI KABUPATEN SUMBAWA2026-04-19T19:16:13+07:00Romi Apriantoromiaprianto.sumbawa@gmail.comIeke Wulan Ayuiekewulanayu002@gmail.comSyarif Fitriyantosyarif.fisikaunsa@gmail.comM Anugerah Puji Saktipujisaktiunsa12@gmail.comEdrial Edrialedrial@universitassamawa.ac.id<p>Perubahan iklim telah memperbesar risiko banjir musiman dan kekeringan di Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini bertujuan mengintegrasikan prediksi curah hujan, neraca air wilayah, dan kajian sosial untuk merumuskan strategi mitigasi–adaptasi berbasis bukti. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran: (i) pemodelan SARIMAX dengan variabel eksternal SOI dan SST untuk meramalkan curah hujan bulanan; (ii) perhitungan neraca air Thornthwaite-Mather melalui CROPWAT 8.0 serta simulasi skenario iklim (+2 °C, +10 % hujan) untuk tahun 2024, 2054, dan 2084; dan (iii) analisis persepsi masyarakat menggunakan Miles & Huberman yang diolah ke dalam kerangka SWOT kuantitatif. Hasil menunjukkan model SARIMAX (1,0,1) (1,1,1) [12] memiliki akurasi tinggi (MAE 38,45 mm; RMSE 55,23 mm) dan layak diintegrasikan ke sistem peringatan dini daerah. Neraca air di lima desa mencatat surplus singkat Januari–Maret, diikuti defisit delapan bulan sebesar 817,47 mm; simulasi mengindikasikan defisit tetap membesar meskipun curah hujan meningkat akibat lonjakan evapotranspirasi. Survei menunjukkan pola adaptasi masyarakat relatif tinggi namun mitigasi kelembagaan masih lemah di beberapa desa. Sintesis SWOT memposisikan strategi daerah pada kuadran progresif, menekankan pemanfaatan teknologi prediktif dan konservasi surplus air untuk menutup kelemahan infrastruktur dan pengetahuan. Integrasi temuan klimatologis, hidrologis, dan sosial ini memberikan kerangka komprehensif untuk menurunkan frekuensi serta dampak banjir sekaligus mengurangi kerentanan kekeringan di Sumbawa.</p>2026-06-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkunganhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/2351PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN BIBIT Rhizophora sp. DI KAWASAN REHABILITASI MANGROVE PULAU KAUNG, KECAMATAN BUER, KABUPATEN SUMBAWA 2026-04-28T10:28:45+07:00Lina Isnainilinaisnaini248@gmail.comNeri Kautsarineri@samawa-university.ac.idSyamsul Bahrisyamsulunsa@gmail.comYudi Ahdiansyahyudiahdiansyah_unsa@gmail.comHaqqy Rerian Erlanggahaqqy@samawa-university.ac.id<p>Ekosistem mangrove Indonesia telah mengalami penurunan signifikan akibat alih <br>fungsi lahan, kehilangan sekitar 40% dalam tiga dekade terakhir, sehingga <br>evaluasi rehabilitasi menjadi sangat penting untuk pemulihan pesisir yang efektif. <br>Penelitian ini menganalisis pertumbuhan dan kelulushidupan bibit Rhizophora sp. <br>yang direhabilitasi di Pulau Kaung, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa, dari <br>Desember 2025-Maret 2026. Sebanyak 600 bibit (20% dari 3.000 yang ditanam) <br>diamati sebanyak tujuh kali menggunakan survei deskriptif-analitik dengan <br>pengambilan sampel acak sederhana. Parameter yang diamati meliputi tinggi, <br>jumlah daun, kondisi akar, tingkat kelulushidupan serta faktor lingkungan seperti <br>suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut, substrat, dan pasang surut. Hasil penelitian <br>menunjukkan tinggi rata-rata bibit meningkat dari 75,73 cm menjadi 84,66 cm, <br>dengan pertumbuhan mutlak sebesar 8,93 cm dan pertumbuhan harian tertinggi <br>0,15 cm/hari. Jumlah daun stabil pada 7 helai setelah mengalami penurunan awal <br>akibat tekanan lingkungan. Tingkat kelulushidupan akhir mencapai 71,33%, <br>melampaui standar nasional (?70%), yang mengindikasikan keberhasilan <br>rehabilitasi. Kondisi lingkungan, yaitu suhu 27-29°C, salinitas 20-30 ppt, pH 7,0<br>7,6, oksigen terlarut 5,0-6,4 mg/L, substrat pasir berlumpur, dan pola pasang <br>surut harian berada dalam kisaran optimal untuk pertumbuhan mangrove. <br>Temuan ini membuktikan bahwa kondisi ekosistem Pulau Kaung mendukung <br>keberhasilan rehabilitasi Rhizophora sp. dan dapat dijadikan acuan perencanaan <br>rehabilitasi mangrove di kawasan pesisir serupa.</p>2026-06-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkunganhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/2355PENGARUH CAMPURAN BIOCHAR SERBUK GERGAJI DAN PUPUK KOTORAN SAPI TERHADAP SIFAT FISIKA ULTISOL DAN HASIL KACANG HIJAU (Vigna radiata L.)2026-04-30T09:33:12+07:00Vadila Haninvadilahanin02@gmail.comYulfita Farniyulfitafarni@unja.ac.id<table> <tbody> <tr> <td width="677"> <p>Ultisol merupakan salah satu jenis ordo tanah yang tersebar luas di Indonesia, namun Ultisol memiliki beberapa kendala pada sifat fisika tanah. Upaya yang dapat dilakukan adalah menambahkan bahan organik berupa biochar serbuk gergaji dan pupuk kotoran sapi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pemberian campuran biochar serbuk gergaji dan pupuk kotoran sapi terhadap sifat fisika Ultisol dan hasil tanaman kacang hijau. Penelitian ini dilaksanakan di <em>Teaching and Research Farm</em> dan Laboratorium Ilmu Tanah Fakultas Pertanian Universitas Jambi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 7 perlakuan dan 4 ulangan. Adapun perlakuannya yaitu p<sub>0</sub>: Biochar serbuk gergaji 0 ton ha<sup>-1</sup> + pupuk kotoran sapi 0 ton ha<sup>-1</sup>; p<sub>1</sub>: Biochar serbuk gergaji 5 ton ha<sup>-1</sup> + pupuk kotoran sapi 0 ton ha<sup>-1</sup>; p<sub>2</sub>: Biochar serbuk gergaji 5 ton ha<sup>-1</sup> + pupuk kotoran sapi 5 ton ha<sup>-1</sup>; p<sub>3</sub>: Biochar serbuk gergaji 5 ton ha<sup>-1</sup> + pupuk kotoran sapi 10 ton ha<sup>-1</sup>; p<sub>4</sub>: Biochar serbuk gergaji 10 ton ha<sup>-1</sup> + pupuk kotoran sapi 0 ton ha<sup>-1</sup>; p<sub>5</sub>: Biochar serbuk gergaji 10 ton ha<sup>-1</sup> + pupuk kotoran sapi 5 ton ha<sup>-1</sup>; p<sub>6</sub>: Biochar serbuk gergaji 10 ton ha<sup>-1</sup> + pupuk kotoran sapi 10 ton ha<sup>-1</sup>. Variabel yang diamati adalah bahan organik tanah, berat volume, total ruang pori, kadar air, persen agregat terbentuk, kemantapan agregat, tinggi tanaman dan hasil tanaman. Data yang diperoleh kemudian dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian biochar serbuk gergaji dan pupuk kotoran sapi memberikan pengaruh terhadap bahan organik tanah, kemantapan agregat, dan hasil kacang hijau.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-06-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkunganhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/2357DAMPAK DANA DESA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KEMISKINAN: STUDI EMPIRIS DI DESA LABUHAN SUMBAWA2026-04-30T19:52:26+07:00I Putu Gede Diatmikagede.diatmika@undiksha.ac.idSri Rahayusri.rahayu@uts.ac.id<table> <tbody> <tr> <td width="672"> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Dana Desa sebagai instrumen desentralisasi fiskal terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dan penurunan kemiskinan di wilayah perdesaan Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel kabupaten perdesaan selama periode 2018 hingga 2023. Analisis dilakukan dengan model regresi data panel menggunakan Fixed Effect Model serta dilengkapi dengan robust standard errors untuk mengatasi masalah heteroskedastisitas. Variabel independen utama adalah Dana Desa per kapita, sedangkan variabel dependen adalah pertumbuhan ekonomi lokal dan tingkat kemiskinan. Variabel kontrol meliputi Indeks Pembangunan Manusia, tingkat pendidikan, dan jumlah penduduk. Hasil analisis menunjukkan bahwa Dana Desa berpengaruh positif dan signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi lokal dengan koefisien sebesar 0,042 (p < 0,01). Artinya, peningkatan Dana Desa per kapita sebesar 1 persen diikuti oleh peningkatan pertumbuhan ekonomi lokal sebesar 0,042 persen dengan asumsi variabel lain tetap. Pada model kemiskinan, Dana Desa berpengaruh negatif dan signifikan dengan koefisien sebesar minus 0,028 (p < 0,05), yang berarti peningkatan Dana Desa berkontribusi terhadap penurunan tingkat kemiskinan. Namun, ketika variabel pertumbuhan ekonomi dimasukkan dalam model, pengaruh Dana Desa terhadap kemiskinan menurun menjadi minus 0,015 dan menjadi kurang signifikan, sementara pertumbuhan ekonomi menunjukkan pengaruh negatif yang kuat terhadap kemiskinan dengan koefisien minus 0,37 (p < 0,01). Hasil ini menunjukkan adanya hubungan tidak langsung, di mana Dana Desa menurunkan kemiskinan melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi lokal. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa keberhasilan desentralisasi fiskal tidak hanya bergantung pada besarnya dana yang disalurkan, tetapi juga pada kemampuan pengelolaan dan kualitas tata kelola di tingkat lokal.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-06-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkunganhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/2358ANALISIS RISIKO KETERLAMBATAN PADA PROYEK PEMBANGUNAN MASJID KAMPUS II UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BIMA2026-04-30T20:02:36+07:00Al Amirul Hidayatullahalamirulhidayatullah@gmail.comM Ziaul Fikarnurumayyahwahdaniyah@gmail.comM Deta Zulfikar Rahmandetazulfikarrahman@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td width="677"> <p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan memitigasi risiko keterlambatan pada proyek pembangunan Masjid Khaidar Nasyir Kampus II UM Bima, Kecamatan Asakota, Kota Bima. Penelitian menggunakan metode mix method deskriptif kualitatif dan kuantitatif dengan pendekatan <em>House of Risk</em> (HOR) sebagai alat identifikasi dan penentuan prioritas mitigasi risiko. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan dan penyebaran kuesioner kepada 20 responden yang terlibat langsung dalam pelaksanaan proyek. Hasil uji validitas dan reliabilitas menunjukkan bahwa instrumen penelitian dinyatakan valid dan reliabel dengan nilai <em>Cronbach’s Alpha</em> lebih dari 0,8. Pada HOR fase 1 teridentifikasi sepuluh <em>risk event</em> dengan tingkat dampak tertinggi, di antaranya kekurangan material signifikan, perubahan desain, dan kualitas material yang buruk. Selanjutnya ditemukan sepuluh agen risiko dominan, dengan keterlambatan pasokan material sebagai agen risiko dengan nilai <em>Aggregate Risk Priority</em> tertinggi. Pada HOR fase 2 diperoleh tindakan mitigasi prioritas berdasarkan rasio efektivitas terhadap tingkat kesulitan pelaksanaan, yaitu penetapan vendor pemasok yang andal, audit dan pengawasan desain sejak tahap awal, serta penyusunan standar operasional prosedur koordinasi tim proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa risiko keterlambatan proyek konstruksi didominasi oleh faktor manajemen material dan koordinasi kerja, sehingga diperlukan penguatan sistem rantai pasok dan komunikasi internal untuk meningkatkan ketepatan waktu pelaksanaan proyek konstruksi.</p> <p> </p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-06-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkunganhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/2342TRANSFORMASI DIGITAL QRIS DALAM KEMUDAHAN BERTRANSAKSI PEMBAYARAN BAGI MASYARAKAT KOTA KUDUS UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN EKONOMI DIGITAL2026-04-21T21:24:32+07:00Triana Hasty Kusumatriana.hasty@umk.ac.idCurie Habibacurie.habiba@umk.ac.idAdhie Prayogoadhie.prayogo@umk.ac.id<p>Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) adalah salah satu metode pembayaran non-tunai di Indonesia, yang mempromosikan transformasi pembayaran digital. Inovasi ini dapat membantu pemilik usaha untuk meningkatkan proses bisnis mereka. Meskipun memiliki manfaat, penerapan QRIS masih bervariasi di masyarakat, mendorong para pemangku kepentingan untuk menganalisis persepsi QRIS dalam masyarakat guna menciptakan strategi yang sesuai. Di Kudus, penelitian yang ditemukan tentang QRIS masih tergolong sedikit, hanya ada satu studi yang menampilkan niat Masyarakat Kudus, khususnya umat Muslim, untuk mengadopsi QRIS.</p> <p>Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk memberikan studi yang lebih mendetail, mencakup latar belakang pengguna QRIS di Kudus dan niat adopsi mereka dengan mempertimbangkan variabel usaha, kinerja, kondisi pendukung, dan pengaruh sosial menggunakan SEM-PLS. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner daring dengan total responden sebanyak 402 orang. Penelitian menemukan bahwa mayoritas pengguna QRIS di Kudus berusia di bawah 25 tahun, pengguna perempuan lebih banyak daripada laki-laki, pemegang ijazah minimal SMA mendominasi, dan berdomisili di Kecamatan Bae dan Kota lebih banyak. Terkait niat untuk mengadopsi, variabel kinerja, kondisi pendukung, dan pengaruh sosial ditemukan secara signifikan mempengaruhi pengguna, sementara variabel usaha tidak signifikan. Temuan ini membantu para pemangku kepentingan untuk memahami bahwa transformasi digital sebaiknya tidak hanya fokus pada pembuatan sistem yang mudah digunakan, tetapi juga pada aspek promosi manfaat, kepercayaan, dan sosialisasi.</p>2026-06-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkunganhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/2367ASOSIASI MAKROINVERTEBRATA PADA RUMPUN Rhizophora sp. DI KAWASAN REHABILITASI MANGROVE PULAU KAUNG, KABUPATEN SUMBAWA2026-05-10T12:05:51+07:00Cahya Ningsih Mursidacahyaningsihh2828@gmail.comNeri Kautsarineri@samawa-university.ac.idSyamsul Bahrisyamsulunsa@gmail.comDwi Mardhiadwimardhia@gmail.comYudi Ahdiansyahyudiahdiansyah_unsa@gmail.comHikmahyanti Hikmahyantihikmah@samawa-university.ac.id<table> <tbody> <tr> <td width="677"> <p>Ekosistem mangrove yang direhabilitasi memerlukan pemantauan fauna sebagai indikator keberhasilan pemulihan ekosistem. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi makroinvertebrata yang berasosiasi pada <em>Rhizophora</em> sp., menganalisis indeks ekologi komunitas, serta menghasilkan data baseline ekologis di kawasan rehabilitasi mangrove Pulau Kaung, Kabupaten Sumbawa pada bulan Desember hingga Maret 2026. Pengambilan sampel dilakukan menggunakan metode transek-kuadran (1×1 m) pada sembilan rumpun yang mewakili tiga zona ekologis, yaitu zona dekat tambak, zona transisi, dan zona dekat laut. Data dianalisis menggunakan indeks keanekaragaman Shannon-Wiener, keseragaman Pielou, dominansi Simpson, dan kekayaan jenis Margalef. Hasil penelitian menemukan 11 jenis makroinvertebrata dari kelas Gastropoda, Bivalvia, dan Crustacea dengan total 3.946 individu. Nilai indeks keanekaragaman (H'=1,8665) menunjukkan kategori sedang, keseragaman tinggi (E=0,9180), dominansi rendah (C=0,1695), dan kekayaan jenis (R=1,5875.). Makroinvertebrata menunjukkan pola asosiasi struktural dan fungsional dengan <em>Rhizophora</em> sp. melalui pemanfaatan akar tunjang sebagai substrat dan serasah organik sebagai sumber energi. Temuan ini mengonfirmasi bahwa pemulihan komunitas fauna telah berlangsung positif pada tahap awal suksesi mangrove di Pulau Kaung, yang ditandai oleh kolonisasi cepat, nilai bioindikator yang mendukung kondisi perairan layak huni, serta respons positif komunitas terhadap gradien pasang surut dari zona tambak menuju zona laut. Data yang dihasilkan berfungsi sebagai baseline ekologis untuk pemantauan jangka panjang keberhasilan program rehabilitasi.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-06-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkunganhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/2368MODEL RANTAI PASOK KERE ALANG SONGKET KHAS SUMBAWA BERBASIS SOCIETY 5.02026-05-11T07:34:35+07:00Ieke Wulan Ayuiekewulanayu002@gmail.comErma Suryaniermasuryani@gmail.comSyarif Fitriyantosyarif.fisikaunsa@gmail.comMuhammad Anugerah Puji Saktisakti99@gmail.comMuhammad Yaminmyamin@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td width="677"> <p>Tujuan penelitian adalah untuk membuat rantai pasok Kere Alang songket khas Sumbawa berbasis Society 5.0 guna mendukung keberlanjutan industri kreatif berbasis budaya lokal. Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Moyo Hilir dari Bulan Januari 2025-Maret 2026. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan Focus Group Discussion (FGD). Informan penelitian dipilih menggunakan teknik purposive sampling yang melibatkan pengrajin, pelaku UMKM, distributor, pemerintah daerah, dan konsumen. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan konsep Society 5.0 melalui digitalisasi pemasaran, integrasi informasi rantai pasok, dan pemanfaatan teknologi digital mampu meningkatkan efisiensi distribusi, memperluas akses pasar, serta memperkuat keberlanjutan industri Kere Alang. Rantai pasok berbasis Society 5.0 diharapkan menjadi strategi penguatan ekonomi kreatif sekaligus pelestarian budaya lokal Sumbawa di era digital.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-06-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkunganhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/2369JENIS, KERAPATAN DAN PEMANFAATAN MANGROVE DI DESA PENYARING2026-05-13T06:51:09+07:00Oky Habibul Umrahokyhabibulumrah@gmail.comDwi Mardhiadwimardhia@gmail.comYudi Ahdiansyahyudiahdiansyah_unsa@gmail.comNeri Kautsarineri@samawa-university.ac.idSyamsul Bahrisyamsulunsa@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td width="677"> <p>Ekosistem mangrove merupakan komponen ekologis vital di wilayah pesisir tropis yang berperan dalam perlindungan pantai, penyimpanan karbon, dan penopang kehidupan masyarakat nelayan. Keberadaan mangrove di Desa Penyaring, Kabupaten Sumbawa menjadi penting untuk dikaji mengingat meningkatnya tekanan aktivitas manusia dan terbatasnya data ilmiah yang tersedia sebagai dasar pengelolaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis mangrove, tingkat kerapatan mangrove dan bentuk pemanfaatan mangrove. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2026 hingga Maret 2026 menggunakan pendekatan metode kualitatif dan kuantitatif. Analisis data dilakukan melalui analisis jenis mangrove berdasarkan jumlah, frekuensi, sebaran jenis dan kerapatan mangrove. Sedangkan analisis data untuk pemanfaatan mangrove oleh masyarakat dilakukan dengan teknik wawancara mendalam terhadap 20 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 3 jenis mangrove sejati di kawasan wisata mangrove Desa Penyaring, yaitu <em>Rhizophora apiculata</em> (Rhizoporaceae), <em>Avicennia marina </em>dan <em>Sonneratia alba</em>. Kerapatan tertinggi ditemukan pada jenis Avicennia marina yaitu sebesar 775 individu/Ha. diikuti Rhizophora apiculata dan Sonneratia alba masing-masing sebesar 367 individu/Ha. Rata-rata kerapatan total kawasan secara keseluruhan adalah 503 individu/Ha yang tergolong kategori jarang atau rusak berdasarkan KEPMENLH No. 201 Tahun 2004. Sebanyak 20 orang (100%) responden memanfaatkan mangrove sebagai lokasi mencari ikan, kerang, dan tempat usaha. Sebagian besar responden (90%) menyatakan kondisi mangrove semakin baik, namun penebangan liar oleh oknum tertentu masih menjadi ancaman utama kerusakan ekosistem. Temuan ini memberikan kontribusi ilmiah berupa data dasar keanekaragaman jenis, kerapatan, dan pola pemanfaatan mangrove di kawasan pesisir Sumbawa yang dapat dijadikan acuan dalam penyusunan strategi pengelolaan dan konservasi ekosistem mangrove secara berkelanjutan.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-06-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkunganhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/2371PENGARUH PENGOLAHAN TANAH KONSERVASI DAN MULSA JERAMI PADI TERHADAP SIFAT FISIK TANAH DAN HASIL JAGUNG MANIS (ZEA MAYS SACCHARATA STURT)2026-05-13T20:58:38+07:00Leonaldi Nainggolanleonaldinainggolan7@gmail.comWiskandar Wiskandarwiskandar@unja.ac.idAjidirman AJidirmanajidirman@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td width="677"> <p>Ultisol merupakan tanah marginal dengan keterbatasan sifat fisik, seperti struktur tanah padat, permeabilitas dan infiltrasi rendah, aerasi buruk, serta kandungan bahan organik rendah yang dapat menurunkan produktivitas tanaman. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh pengolahan tanah konservasi dan mulsa jerami padi terhadap sifat fisik Ultisol serta hasil jagung manis (<em>Zea mays</em> saccharata Sturt).</p> <p>Penelitian dilaksanakan di Kenali Asam Bawah, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan lima perlakuan dan lima ulangan. Perlakuan meliputi pengolahan tanah konvensional (P0), olah tanah minimum + 30% jerami padi (P1), olah tanah minimum + 60% jerami padi (P2), tanpa olah tanah + 30% jerami padi (P3), dan tanpa olah tanah + 60% jerami padi (P4). Parameter yang diamati meliputi bahan organik tanah, berat volume, total ruang pori, kadar air tanah, permeabilitas, kemantapan agregat, dan hasil jagung manis.</p> <p>Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan olah tanah minimum dengan 60% jerami padi (P2) memberikan pengaruh terbaik terhadap perbaikan sifat fisik tanah melalui peningkatan bahan organik, total ruang pori, kadar air tanah, permeabilitas, dan kemantapan agregat, serta penurunan berat volume tanah. Perlakuan ini juga menghasilkan produksi jagung manis tertinggi sebesar 15,72 ton ha?¹. Dengan demikian, kombinasi olah tanah minimum dan mulsa jerami padi berpotensi meningkatkan kualitas Ultisol dan produktivitas jagung manis secara berkelanjutan.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-06-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkunganhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/2399HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN KESEHATAN MENTAL PADA SISWA DI SMK NEGERI PULAU MOYO2026-05-23T05:07:50+07:00Harmili Harmiliharmili9@gmail.comRafi'ah Rafi'ahrafiahstikesghs@gmail.comSomala Somalajuliantie305@gmail.comSupardi Supardipardhygagah@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td width="677"> <p>Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam perkembangan peserta didik, di mana masa remaja menjadi fase kritis dalam pembentukan identitas diri, kemampuan sosial, dan kesiapan akademik. Sebagai makhluk hidup dan sosial, manusia senantiasa bergerak dan berinteraksi dengan orang lain, dengan frekuensi dan durasi yang bervariasi. Setiap aktivitas yang memerlukan energi, baik dalam jumlah sedikit maupun banyak, dapat disebut sebagai aktivitas fisik. Aktivitas fisik telah menjadi intervensi yang dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan mental, serta pencegahan penyakit mental, di semua populasi Tujuan: Mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kesehatan mental pada Siswa di SMK Negeri Pulau Moyo. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan korelasional dengan desain <em>cross sectional</em>. Jumlah sampel 30 responden. Pengambilan sampel dengan menggunakan <em>Total sampling</em>. Instrumen PAL menggunakan kuesioner. Instrumen DASS-21 diukur dengan kuesioner DASS-21</p> <p>yang memiliki tiga kategori yang dilihat dari gejala depresi, kecemasan dan stress: ringan, sedang, berat. Uji statistik menggunakan uji <em>Fisher Exact Test</em>. Hasil penelitian yang dilakukan bahwa terdapat hubungan signifikan antara aktivitas fisik dengan kesehatan mental pada Siswa di SMK Negeri Pulau Moyo (p<0,001), namun tingkat hubungan dalam kategori sedang.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-06-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkunganhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/2354SPATIAL-MORPHOLOGICAL ANALYSIS TERHADAP KERENTANAN BANJIR PADA PERMUKIMAN PADAT BANTARAN SUNGAI KAMPUNG AUR, KOTA MEDAN2026-05-06T16:49:40+07:00Anggri Kartini Harianjaanggri.5243560008@mhs.unimed.ac.idPaula Bungaisi Panjaitanpaula.5243560007@mhs.unimed.ac.idI Gede Wyana Lokantarawyana@unimed.ac.idZhilli Izzadatizhilli_ft@unimed.ac.id<p>Kerentanan banjir di kawasan permukiman padat perkotaan semakin meningkat akibat interaksi antara faktor hidrologi dan tekanan urbanisasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola spasial kerentanan banjir di Kampung Aur, Kota Medan, dengan mengintegrasikan variabel lingkungan dan morfologi permukiman. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dan <em>Analytical Hierarchy Process</em> (AHP) untuk menentukan bobot variabel, yang kemudian diolah melalui teknik <em>weighted overlay</em> guna menghasilkan indeks kerentanan banjir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerentanan tinggi terkonsentrasi pada kawasan bantaran sungai dengan kepadatan bangunan ekstrem, jarak bangunan terhadap sungai yang sangat dekat, serta sistem drainase yang tidak optimal. Curah hujan dan kedekatan terhadap sungai menjadi faktor dominan, sementara morfologi permukiman berperan sebagai penguat yang meningkatkan limpasan permukaan dan memperburuk dampak banjir. Temuan ini menegaskan bahwa kerentanan banjir tidak hanya ditentukan oleh faktor alami, tetapi juga oleh struktur ruang kawasan yang tidak adaptif. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan pendekatan analisis kerentanan berbasis spasial-morfologis sebagai dasar perencanaan hunian adaptif dan mitigasi bencana perkotaan</p>2026-06-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkunganhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/2398STUDI EFEKTIVITAS TEKNOLOGI STABILISASI DAN SOLIDIFIKASI LIMBAH SLAG TERKONTAMINASI TIMBAL (Pb) MENGGUNAKAN SEMEN PORTLAND DAN FLY ASH2026-05-23T05:00:37+07:00Fawwaz Naufal Fadilahfawwaz366d@gmail.comGina Lova Sarilovasari@gmail.comVenny Ulya Bungavennyulya@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td width="677"> <p>Perkembangan sektor industri manufaktur di Indonesia, khususnya industri logam dan baja, mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan aktivitas industri ini mengakibatkan bertambahnya timbulan limbah padat contohnya limbah slag. Slag merupakan residu non-logam yang terbentuk dari proses peleburan dan pemurnian logam, serta berpotensi mengandung berbagai unsur berbahaya. Di Indonesia, sektor industri non-ferrous, menghasilkan slag dalam jumlah yang sangat besar. Slag non-ferrous umumnya mengandung logam berat seperti Timbal (Pb). Timbulan limbah slag nikel di Indonesia dapat mencapai sekitar 13 juta ton per tahun. Besarnya timbulan ini menunjukkan bahwa slag non-ferrous menjadi salah satu kontributor utama limbah industri nasional yang perlu mendapat perhatian serius dalam pengelolaannya (Rambak dkk, 2025). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas Stabilisasi/Solidifikasi (S/S) menggunakan Semen Portland dan Abu Terbang untuk mengimobilisasi Pb dalam limbah slag. Metode yang digunakan melibatkan variasi rasio slag terhadap binder (90:10, 70:30, dan 50:50) dengan komposisi binder konstan sebesar 90% Semen Portland dan 10% Abu Terbang. Efektivitas dievaluasi berdasarkan uji Kuat Tekan dan Toxicity Characteristic Leaching Procedure (TCLP), serta analisis efisiensi biaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi optimum adalah rasio 70:30 (Variasi B). Variasi ini mencapai kuat tekan rata-rata tertinggi sebesar 92,11 ton/m², jauh melampaui standar regulasi sebesar 10 ton/m². Selain itu, uji TCLP menunjukkan konsentrasi Pb sebesar 0,006 mg/L, jauh di bawah ambang batas 0,5 mg/L (efisiensi imobilisasi 99%). Analisis biaya mengonfirmasi bahwa variasi ini menawarkan keseimbangan terbaik antara kinerja teknis dan efisiensi ekonomi. Disimpulkan bahwa S/S menggunakan Semen Portland dan Abu Terbang sangat efektif untuk mengolah slag yang terkontaminasi timbal.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-06-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkunganhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/2401PERANCANGAN SISTEM MONITORING KINERJA BERBASIS DATA MENGGUNAKAN LOOKER DATA STUDIO PADA PT PLN (PERSERO) ULP CAKRANEGARA 2026-05-25T04:34:19+07:00Edo Hermawanedohermawan@gmail.comSri Rahayusri.rahayu@uts.ac.id<table> <tbody> <tr> <td width="674"> <p>Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem monitoring kinerja berbasis data yang mengintegrasikan konsep Business Process Management (BPM), Business Intelligence (BI), dan pengukuran kinerja berbasis Key Performance Indicators (KPI) menggunakan Looker Data Studio pada PT PLN (Persero) ULP Cakranegara. Penelitian menggunakan pendekatan Design Science Research (DSR) yang berfokus pada perancangan artefak berupa sistem monitoring kinerja berbasis data sebagai solusi terhadap permasalahan monitoring operasional yang masih manual dan terfragmentasi. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif dan evaluatif untuk menilai sejauh mana sistem yang dirancang mampu mendukung kebutuhan operasional organisasi. Pengukuran dalam penelitian ini digunakan sebagai bagian dari proses evaluasi sistem, bukan untuk menguji hubungan kausal antar variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem monitoring kinerja berbasis data menggunakan Looker Data Studio mampu mengintegrasikan berbagai data operasional ke dalam satu platform yang terstruktur, interaktif, dan real-time. Sistem yang dirancang dengan pendekatan BPM dan BI membantu meningkatkan efisiensi operasional, akurasi data, konsistensi informasi, serta mempercepat proses monitoring dan pengambilan keputusan berbasis data. Selain itu, visualisasi informasi melalui dashboard interaktif memudahkan pengguna dalam melakukan evaluasi kinerja operasional secara cepat dan tepat. Penelitian ini memberikan kontribusi akademis dalam pengembangan kajian transformasi digital dan sistem monitoring berbasis data, serta dapat menjadi referensi implementasi sistem monitoring operasional bagi unit kerja lain dengan karakteristik proses bisnis serupa.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-06-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkunganhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/2406BLURRED BOUNDARIES DALAM KERJA AKADEMIK DIGITAL: STUDI FENOMENOLOGIS TENTANG PENGALAMAN DOSEN PEREMPUAN BERPERAN GANDA2026-05-26T07:25:47+07:00Ana Merdekawaty24081626009@mhs.unesa.ac.idErma Suryanierma@samawa-university.ac.idFatmawati Fatmawatifatmawati@samawa-university.ac.id<table> <tbody> <tr> <td width="677"> <p>Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman dosen perempuan berperan ganda dalam menghadapi blurred boundaries pada kerja akademik digital di perguruan tinggi swasta. Digitalisasi kerja akademik memberikan fleksibilitas dalam pelaksanaan tridarma, namun juga menghadirkan tekanan kerja yang semakin sulit dipisahkan dari kehidupan domestik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif fenomenologis melalui wawancara mendalam terhadap 12 dosen perempuan yang memiliki tugas tambahan sebagai Ketua Program Studi dan Dekan di tiga perguruan tinggi swasta di Kabupaten Sumbawa. Analisis data dilakukan melalui pengodean tematik untuk memahami pengalaman subjektif informan dalam menjalankan peran akademik dan domestik secara bersamaan. Hasil penelitian menunjukkan lima tema utama, yaitu: (1) blurred boundaries yang menyebabkan batas kerja dan keluarga menjadi semakin kabur; (2) fleksibilitas digital yang bersifat ambivalen karena memudahkan pekerjaan sekaligus memperpanjang jam kerja; (3) pengalaman dosen perempuan dalam menghadapi tuntutan profesional dan domestik secara simultan; (4) beban peran ganda yang semakin kompleks akibat tugas struktural dan budaya selalu terhubung; serta (5) munculnya kelelahan emosional dan risiko burnout akibat tekanan respons cepat dan keterhubungan digital yang terus-menerus. Penelitian ini menegaskan bahwa digitalisasi kerja akademik tidak hanya berkaitan dengan efisiensi teknologi, tetapi juga memengaruhi kesejahteraan psikologis dosen perempuan. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu membangun kebijakan kerja digital yang lebih manusiawi dan sensitif terhadap keseimbangan kerja-kehidupan dosen perempuan.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-06-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkunganhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/2409HUBUNGAN INTENSITAS DOOMSCROLLING PADA MEDIA SOSIAL DENGAN KUALITAS TIDUR MAHASISWA AKTIF STIKES HAKLI SEMARANG2026-05-28T08:00:11+07:00Nur Arifatus Sholihaharifatus93@gmail.comSiti Sakinahsitisakinah@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td width="667"> <p>Doomscrolling pada media sosial menjadi perilaku digital yang semakin sering dilakukan mahasiswa dan berpotensi menurunkan kualitas tidur akibat paparan informasi negatif secara terus-menerus, terutama sebelum tidur. Kondisi ini dapat berdampak pada kesehatan fisik, mental, konsentrasi belajar, dan produktivitas akademik mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas doomscrolling pada media sosial dengan kualitas tidur mahasiswa aktif STIKES HAKLI. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei–Juni 2026 dengan jumlah responden sebanyak 50 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner berbasis Google Form mengenai intensitas doomscrolling dan kualitas tidur mahasiswa. Data dianalisis menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat doomscrolling kategori sedang hingga tinggi serta kualitas tidur yang buruk. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan antara intensitas doomscrolling dengan kualitas tidur mahasiswa dengan nilai p-value < 0,05. Semakin tinggi intensitas doomscrolling, maka semakin buruk kualitas tidur mahasiswa. Penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media sosial secara berlebihan dapat memengaruhi kualitas tidur mahasiswa sehingga diperlukan edukasi mengenai penggunaan media sosial yang lebih bijak dan penerapan pola tidur sehat.</p> <p> </p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-06-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkunganhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/2416KINERJA CADANGAN PANGAN PEMERINTAH DAERAH DAN VOLATILITAS HARGA BERAS DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT2026-06-05T12:51:11+07:00Ridwan Apriansyahridwanapriansyah@apps.ipb.ac.idHarianto Hariantoharianto@apps.ipb.ac.idAchmad Suryanaachsuryana@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td width="677"> <p>Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD) merupakan salah satu instrumen penting dalam menjaga stabilitas harga pangan dan mengantisipasi gangguan pasokan di tingkat daerah. Beras sebagai komoditas pangan pokok utama memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial dan ekonomi, sehingga ketersediaan yang memadai perlu dijaga melalui pengelolaan cadangan beras pemerintah daerah (CBPD). Namun demikian, volume CBPD di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) masih berada dibawa standar yang ditetapkan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja CBPD dalam meredam volatilitas harga beras di Provinsi NTB dan menganalisis volatilitas harga beras antara Provinsi NTB, NTT, Jawa Timur, dan Jakarta sebagai provinsi pembanding. Penelitian dilakukan pada tingkat provinsi dan kabupaten/kota di NTB. Data yang digunakan meliputi cadangan beras, produksi beras, dan harga beras premium maupun medium bulanan periode 2023-2025. Analisis data kinerja CBPD dianalisis berdasarkan perhitungan kebutuhan CBPD yang berpedoman pada Peraturan Bapanas No. 3 Tahun 2025, sedangkan volatilitas harga beras dianalisis menggunakan <em>Coefficient of Variation</em> (CV). Hasil penelitian menunjukkan bahwa realisasi kinerja CBPD di tingkat provinsi dan kabupaten/kota di NTB tahun 2023-2025 belum memenuhi standar kebutuhan, volatilitas harga beras di Provinsi NTB mengalami penurunan selama periode 2023-2025 pada beras premium dan medium, dan pola penurunan volatilitas juga terjadi di provinsi pembanding meskipun dengan tingkat yang berbeda antarwilayah. Berdasarkan temuan tersebut, kepada pemerintah daerah di Provinsi NTB direkomendasikan meningkatkan volume CBPD dan kualitas pengelolaannya sesuai pedoman dari Bapanas untuk menjaga keberlanjutan penurunan volatilitas harga beras di Provinsi NTB. </p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-06-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkunganhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/2417PEMETAAN POTENSI DAN ZONASI USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH (UMKM) BERBASIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) DI KAWASAN PERKOTAAN KABUPATEN SUMBAWA2026-06-06T10:54:49+07:00M Aries Zukhri Angkasaaries.muhammad2021@gmail.comM Anugerah Puji Saktipujisakti99@gmail.comAlia Wartiningsihalwartiningsih@gmail.comAgazy Prasetyaagazyprasetya@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td width="440"> <p>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangi kemiskinan. Namun, pengembangan UMKM sering terkendala oleh keterbatasan data spasial mengenai sebaran, karakteristik usaha, dan potensi wilayah. Penelitian ini bertujuan memetakan potensi dan zonasi UMKM berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) di Kecamatan Sumbawa dan Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dan spasial dengan teknik purposive sampling untuk penentuan lokasi penelitian serta accidental sampling terhadap 500 pelaku usaha mikro. Data primer diperoleh melalui wawancara terstruktur dan pengambilan koordinat lokasi usaha menggunakan Global Positioning System (GPS), sedangkan data sekunder diperoleh dari berbagai informasi terkait. Analisis dilakukan menggunakan statistik deskriptif, analisis spasial berbasis ArcGIS, serta analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM terkonsentrasi di wilayah perkotaan dengan jumlah terbesar berada di Kelurahan Labuhan Sumbawa (16,4%), Seketeng (15%), dan Bugis (13,6%). Sebanyak 65% pelaku UMKM adalah perempuan dan 41,5% berada pada kelompok usia produktif (30–45 tahun). Mayoritas usaha memiliki modal awal di bawah Rp5 juta (62%) dan omzet kurang dari Rp5 juta per bulan (57,8%). Sebanyak 56% UMKM belum memiliki legalitas usaha dan 92% masih menggunakan pemasaran konvensional. Analisis spasial menunjukkan pola persebaran UMKM mengikuti koridor jalan utama dan pusat aktivitas ekonomi. Strategi pengembangan yang direkomendasikan meliputi peningkatan akses permodalan, digitalisasi pemasaran, penguatan legalitas usaha, dan pembentukan sentra UMKM berbasis potensi wilayah. Hasil penelitian ini dapat menjadi dasar penyusunan kebijakan pemberdayaan UMKM yang lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.</p> <p>Keyword : UMKM, Sistem Informasi Geografis, Pemetaan Spasial, Zonasi, Kabupaten Sumbawa;</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-06-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkunganhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/2422DAMPAK APLIKASI BIOCHAR DAN PUPUK KANDANG AYAM TERHADAP AGRGEGASI ULTISOL DAN HASIL KEDELAI2026-06-10T12:21:13+07:00Endriani Endrianiendriani@unja.ac.idDiah Listyarinidiahlityarini@unja.ac.id<table width="936"> <tbody> <tr> <td width="661"> <p>Kesehatan atau kualitas tanah yang baik adalah prasyarat utama untuk produksi pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan jangka panjang. Stabilitas agregat tanah, karakteristik pori dan retensi air dalam tanah merupakan indikator penting kesehatan tanah. Penelitian bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan biochar dan pupuk kandang ayam (PKA) terhadap agregasi dan retensi air tanah, serta hasil kedelai. Rancangan Acak Kelompok (RAK) digunakan, terdiri dari enam perlakuan: b0p0= kontrol (tanpa perlakuan); b0p5 = 0 ton/ha biochar + 5 ton/ha PKA; b1p0 = biochar 5 ton/ha+0 ton/ha PKA; b1p5=biochar 5 ton/ha+5 ton/ha PKA; b2p0 = biochar 10 ton/ha + 0 ton/ha PKA; b2p5 = biochar 10 ton/ha+5 ton/ha PKA. Perlakuan diulang 4 kali sehingga terdapat 24 satuan bpercobaan. Biochar dan PKA dicampurkan sesuai dosis perlakuan, penanamn benih kedlai 1 minggu setelah inkubasi. Peubah yang diamati adalah C-organik, agregat terbentuk, stabilitas agregat, bobot volume, total ruang pori, retensi air tanah, dan hasil kedelai. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis of varian (ANOVA) kemudian dilakukan uji lanjut menggunakan analisis Beda Nayata Jujur (BNJ) pada taraf ? 5 %. Hasil penelitian menunjukkan biochar + PKA pada dosis 10 ton/ha sudah mampu memperbaiki agregasi tanah, menurunkan bobot volume, meningkat porositas serta meningkat retensi air tanah. Biochar dan PKA pada dosis 15 ton/ha meningkatkan tinggi tanaman, jumlah polong dan hasil kedelai, terjadi peningkatan hasil 40,17% dibandingkan tanpa perlakuan. Biochar yang dikombansikan dengan pupuk kandang ayam dapat dijadikan alternatif menjaga dan memulihkan Kesehatan tanah.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-06-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkunganhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/2426GANGGUAN DEPRESI PADA KORBAN KEKERASAN SEKSUAL: FAKTOR RISIKO, MEKANISME, DAN INTERVENSI: SEBUAH TINJAUAN PUSTAKA2026-06-14T19:07:05+07:00Puti Amelia Savitriputiamelia161@gmail.comAndi Frieskha Naurah Paradiestafrieskanaurahparadiesta@gmail.comMuhammad Rafi Maulanamaulanarafi@gmail.comDisa Fadil Musyarofditamusyarof@gmail.comEmmy Amaliaemmy.amalia@ymail.com<table> <tbody> <tr> <td width="660"> <p>Tujuan tinjauan ini adalah menganalisis hubungan kekerasan seksual dengan gangguan depresi, mengidentifikasi faktor yang memperberat gejala, serta merangkum intervensi psikologis dan klinis yang relevan bagi korban. Artikel ini menggunakan narrative review terstruktur dengan alur pelaporan mengacu pada PRISMA 2020. Literatur ditelusuri melalui PubMed dan Google Scholar pada publikasi 2016-2025 menggunakan kombinasi kata kunci sexual violence, sexual assault, depression, mental health, psychological intervention, kekerasan seksual, depresi, dan dukungan sosial. Pencarian awal memperoleh 224 artikel; setelah duplikasi, seleksi judul/abstrak, penilaian teks lengkap, dan penerapan kriteria inklusi-eksklusi, sebanyak 20 sumber utama dianalisis secara naratif. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa kekerasan seksual berhubungan kuat dengan depresi, PTSD, kecemasan, penurunan fungsi sosial, dan risiko bunuh diri. Meta-analisis menunjukkan korban kekerasan seksual memiliki risiko depresi lebih tinggi dibandingkan populasi tidak terpapar, sementara polyvictimization dan stigma sosial memperberat dampak psikologis. Faktor usia muda, jenis kelamin, kualitas dukungan sosial, victim-blaming, dan hambatan akses layanan menjadi penentu penting dalam pemulihan. Intervensi yang paling konsisten direkomendasikan meliputi asesmen dini, pendekatan trauma-informed care, psikoterapi berbasis bukti seperti CBT/CPT, psikoedukasi, dukungan keluarga, support group, serta farmakoterapi sesuai indikasi klinis.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-06-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkunganhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/2370PENGGUNAAN BAHASA GAUL DI LINGKUNGAN SISWA SMP MIFTAHUL ULUM2026-05-13T19:43:38+07:00Juanda Juandajuanda@samawa-university.ac.idDwi Isma Septirianidiseptarini@gmail.comNunung Supratminunungsupratmi@gmail.comArini Noor Izzatinoorizzati@gmail.comRefisa Anandarefisaananda@gmail.com<p>Riset ini bertujuan untuk memotret penggunaan bahasa kekinian atau bahasa gaul di kalangan siswa SMP Miftahul Ulum. Penggunaan bahasa gaul di kalangan remaja berkembang pesat karena dipengaruhi oleh lingkungan pergaulan, media sosial, dan budaya populer. Bahasa gaul tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi sehari-hari, tetapi juga menjadi bentuk ekspresi diri dan simbol kedekatan antarteman sebaya. Selain itu, penggunaan bahasa gaul dianggap mampu menyederhanakan penyampaian pesan sehingga komunikasi menjadi lebih santai dan mudah dipahami. Berdasarkan tujuan penelitian tersebut, metode kualitatif digunakan karena data yang dikumpulkan berupa tuturan siswa dalam aktivitas komunikasi sehari-hari. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi. Observasi dilakukan untuk melihat secara langsung penggunaan bahasa gaul di lingkungan sekolah, sedangkan wawancara digunakan untuk mengetahui alasan dan bentuk penggunaan bahasa gaul oleh siswa. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Miftahul Ulum dengan subjek penelitian sebanyak 12 siswa kelas VII. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa gaul sering digunakan siswa dalam interaksi sehari-hari dan memiliki fungsi sosial dalam membangun keakraban antarsiswa. Penggunaan bahasa gaul umumnya terjadi dalam situasi informal, meskipun beberapa siswa masih menggunakannya saat proses pembelajaran berlangsung. Oleh karena itu, guru memiliki peran penting dalam membina penggunaan bahasa yang baik dan sesuai dengan situasi komunikasi.</p>2026-06-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkunganhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/2429RESPON TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum L.) PADA PERLAKUAN DOSIS PUPUK ORGANIK CAIR BERTEKNOLOGI NANO2026-06-15T20:14:43+07:00Nina Dwi Lestarind.lestari@ub.ac.idDanu Dwi Putradanudwip@gmail.comIeke Wulan Ayuiekewulanayu002@gmail.comYulia Nurainiynuraini@gmail.comNisfi Fariatul Ifadahnisfifariatulifadah@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td width="660"> <p>Inceptisol merupakan salah satu jenis tanah pertanian yang banyak dimanfaatkan di Indonesia. Namun, penggunaan pupuk anorganik secara berlebihan dapat menurunkan kualitas tanah, termasuk ketersediaan fosfor dan aktivitas mikroba. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh pupuk organik cair (POC) berteknologi nano yang diperkaya dengan mikroba terhadap sifat kimia tanah, populasi bakteri pelarut fosfat, serapan fosfor, dan pertumbuhan tanaman tomat (<em>Solanum lycopersicum</em> L.) pada Inceptisol. Penelitian dilaksanakan di greenhouse Venus Orchid, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, pada Januari–Maret 2026 menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan empat ulangan, yaitu P0 (kontrol), P1 (pupuk anorganik), P2 (POC 6 ml/10 kg tanah), P3 (POC 20 ml/10 kg tanah), dan P4 (POC 30 ml/10 kg tanah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian POC berteknologi nano berpengaruh nyata terhadap pH tanah, P tersedia, populasi bakteri pelarut fosfat, serapan P, serta pertumbuhan tanaman tomat. Perlakuan P3 (20 ml/10 kg tanah) memberikan hasil terbaik dengan populasi bakteri pelarut fosfat sebesar 8,91 × 10? cfu g?¹ dan serapan P sebesar 18,54 g tanaman?¹. Populasi bakteri pelarut fosfat berkorelasi positif dengan serapan P tanaman (r = 0,80; R² = 73,98%). Dengan demikian, aplikasi POC berteknologi nano dosis 20 ml/10 kg tanah berpotensi meningkatkan efisiensi pemanfaatan fosfor serta mendukung pertumbuhan tanaman tomat pada Inceptisol.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-06-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkunganhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/2431PERAN KEARIFAN LOKAL MASYARAKAT SUMBAWA DALAM PEMANFAATAN TANAMAN OBAT DAN PANGAN: PERSPEKTIF EKOLOGI BUDAYA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETAHANAN PANGAN LOKAL2026-06-16T15:34:33+07:00Indah Dwi Lestariindahdwi@samawa-university.ac.idWiwi Noviatiwiwinoviati@samawa-university.ac.idHamsati Safitrihamsatifitri@gmail.comPutri Setiyawatiputrisetiya@gmail.comIstiqomah Istiqomahistiq@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td width="677"> <p>Kearifan lokal masyarakat dalam pemanfaatan tumbuhan pangan dan obat merupakan bagian penting dari sistem pengetahuan tradisional yang berkontribusi terhadap keberlanjutan kehidupan dan ketahanan pangan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tanaman pangan dan obat yang dimanfaatkan oleh masyarakat Sumbawa, menganalisis bentuk kearifan lokal yang mendasari pemanfaatannya melalui perspektif ekologi budaya, serta mengkaji kontribusinya terhadap ketahanan pangan lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode <em>field ethnobotany</em> yang dianalisis melalui perspektif ekologi budaya. Data primer diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi terhadap masyarakat lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Sumbawa memanfaatkan sedikitnya 15 spesies tumbuhan lokal sebagai sumber pangan, obat tradisional, maupun keduanya, di antaranya kelor (<em>Moringa oleifera</em>), tebu (<em>Saccharum officinarum</em>), juwet (<em>Syzygium cumini</em>), kemangi (<em>Ocimum basilicum</em>), bunga telang (<em>Clitoria ternatea</em>), jeringau (<em>Acorus calamus</em>), dan daun sirih (<em>Piper betle</em>). Pemanfaatan tumbuhan tersebut mencerminkan sistem pengetahuan etnobotani yang berkembang melalui proses adaptasi jangka panjang terhadap kondisi lingkungan kering Pulau Sumbawa. Temuan penelitian menunjukkan bahwa biodiversitas lokal berfungsi sebagai modal ekologis sekaligus modal budaya yang mendukung keberlanjutan sistem sosial-ekologis masyarakat. Selain itu, pemanfaatan tumbuhan lokal berkontribusi terhadap penguatan empat dimensi ketahanan pangan FAO, yaitu ketersediaan, akses, pemanfaatan, dan stabilitas pangan. Penelitian ini menegaskan bahwa pelestarian kearifan lokal etnobotani masyarakat Sumbawa merupakan strategi penting dalam mendukung ketahanan pangan lokal yang berkelanjutan serta menjaga keberlanjutan biodiversitas dan warisan budaya masyarakat.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-06-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkunganhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/2438PENERAPAN METODE PAIR-CHECK UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN HITUNG KIMIA DASAR PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI2026-06-20T18:21:52+07:00Nadratun Nikmahn.nikmah1990@gmail.comHikmahyanti Hikmahyantihikmah@samawa-university.ac.id<p>Kemampuan hitung kimia dasar menjadi kompetensi esensial bagi mahasiswa Agroteknologi, namun keberagaman latar belakang pendidikan menengah seringkali menyebabkan kesulitan dalam penguasaan materi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas penerapan metode <em>Pair-Check</em> dalam meningkatkan kemampuan hitung kimia dasar mahasiswa Program Studi Agroteknologi. Studi literatur sistematis ini menganalisis 15 artikel jurnal dan prosiding terindeks yang dipublikasikan dalam rentang waktu 2019 hingga 2026. Hasil temuan menunjukkan bahwa metode <em>Pair-Check</em> secara signifikan meningkatkan hasil belajar kimia (p<0,05) dengan rata-rata capaian ranah kognitif 86,54 pada materi larutan penyangga; selain itu, integrasi <em>Pair-Check</em> dengan kegiatan eksperimen memberikan pengaruh simultan terhadap motivasi (p=0,039) dan hasil belajar (p=0,000). Efektivitas metode ini bersumber pada mekanisme tutor sebaya yang mengaktifkan zona perkembangan proksimal (<em>Zone of Proximal Development</em> – ZPD). Metode <em>Pair-Check</em> terbukti efektif sebagai strategi pembelajaran kolaboratif yang terjangkau dan mudah diimplementasikan untuk mengatasi kesenjangan kemampuan hitung kimia dasar di perguruan tinggi, sehingga berkontribusi pada peningkatan kualitas lulusan Agroteknologi yang kompetitif.</p>2026-06-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkunganhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/2439RESPON BAWANG MERAH (ALLIUM CEPA L.) VARIETAS TAJUK TERHADAP PEMBERIAN SUPLEMEN PUPUK ORGANIK CAIR BERTEKNOLOGI NANO DAN KASCING 2026-06-22T07:03:27+07:00Nina Dwi Lestarind.lestari@ub.ac.idTri Agung Setiawanagung_setiawan@student.ub.ac.idIeke Wulan Ayuiekewulanayu002@gmail.comYulia Nurainiynuraini@ub.ac.id<table> <tbody> <tr> <td width="660"> <p>Salah satu kendala dalam produksi bawang merah varietas tajuk pada penelitian ini yakni ketidaksesuaian sifat alami tekstur tanah yang sedikit kandungan liatnya, dan masalah pada ketersediaan dan serapan hara oleh tanaman khususnya Nitrogen. Penambahan Kascing dan pupuk organik cair berteknologi nano berpotensi meningkatkan produksi tanaman sekaligus mendukung aktivitas mikroorganisme penambat Nitrogen dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian kascing dan pupuk organik cair berteknologi nano terhadap pertumbuhan dan produksi bawang merah varietas Tajuk. Penelitian dilakukan pada Oktober 2025 - Maret 2026 di Desa Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur, menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan enam perlakuan dan empat ulangan. Dosis pupuk yang diberikan terdiri dari 10 t ha<sup>-1 </sup>kascing, 4000 L ha<sup>-1</sup>pupuk organik cair berteknologi Nano, 200 kg ha<sup>-1 </sup>SP-36, 250 kg ha<sup>-1 </sup>urea, 250 kg ha<sup>-1 </sup>ZA, dan 160 kg ha<sup>-1 </sup>KCl. Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, <em>lenght root volume</em>, <em>dry root volume</em>, jumlah umbi, berat kering umbi, dan serapan nitrogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan kascing, pupuk organik cair berteknologi nano, dan pupuk anorganik sesuai dosis (P5) memberikan hasil terbaik terhadap peningkatan rerata tinggi tanaman hingga 30,8 cm; rerata jumlah daun 29,8 helai; <em>lenght root volume</em> 0,855 cm cm<sup>-3</sup>; <em>dry root volume</em> 0,001 g cm<sup>-3</sup>; jumlah umbi 1245 buah m<sup>-2</sup>, berat kering umbi 3.11 kg m<sup>-2</sup>; dan rerata serapan nitrogen 0,95 g tanaman<sup>-1</sup>. Penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi kascing, pupuk organik cair berteknologi nano sebagai suplemen penggunaan pupuk anorganik dapat menjadi strategi pemupukan yang efektif pada upaya peningkatan produksi bawang merah Varietas Tajuk di Inceptisol- berlempung, Batu-Malang.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-06-26T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan