https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/issue/feedJurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan2026-01-03T08:20:43+07:00Bidang Publikasibidpublikasi.lppmunsa@gmail.comOpen Journal Systems<p style="text-align: justify;"><strong>Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkunga</strong>n merupakan jurnal yang diperuntukan bagi dosen, peneliti, dan mahasiswa yang ingin mempublikasikan penelitian mereka. Jurnal ini menerbitkan artikel dari hasil penelitian tindakan, penelitian eksperimen, penelitian dan pengembangan, penelitian kualitatif, penelitian kuantitatif, penelitian pengembangan didaktik, dan desain penelitian. Jurnal Sains dan Teknologi Universitas Samawa menerima manuskrip yang berasal dari penelitian yang berkaitan dengan Agribisnis, Agroteknologi, Ekonomi Pembangunan, Administrasi Negara, Ilmu Hukum, Manajemen, Manajemen Sumber Daya Perairan, Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Pendidikan Biologi, Pendidikan Ekonomi, Pendidikan Fisika, Ilmu Peternakan, Teknik Sipil, Teknologi Pendidikan, Ilmu Keuangan dan Perbankan, serta berbagai topik lainnya.</p>https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/2237PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA BERBASIS 3R DAN PARTISIPASI MASYARAKAT DI KABUPATEN SUMBAWA2025-12-23T13:44:53+07:00Wening Kusuma Wardanikusumawardani.wening@gmail.comSri Nurhidayatisrinurhidayati81@gmail.comSyarif Fitriyantosyarif.fisikaunsa@gmail.comIkhlas Suhadaikhlassuhada@gmail.comIeke Wulan Ayuiekewulanayu002@gmail.comSupratman Supratmansupratmanunsa@gmail.com<p>Peningkatan timbulan sampah rumah tangga di Kabupaten Sumbawa belum <br>diimbangi dengan penerapan pengelolaan sampah yang berorientasi pada prinsip <br>reduce, reuse, dan recycle (3R). Kondisi ini menyebabkan pengelolaan sampah <br>masih bertumpu pada pengangkutan dan pembuangan akhir, sehingga berpotensi <br>menimbulkan permasalahan lingkungan yang berkelanjutan. Partisipasi <br>masyarakat menjadi faktor kunci dalam keberhasilan pengelolaan sampah <br>berbasis 3R, namun tingkat keterlibatannya di tingkat rumah tangga belum <br>diketahui secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan <br>sampah rumah tangga berbasis 3R serta tingkat partisipasi masyarakat di <br>Kabupaten Sumbawa. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods <br>deskriptif dengan pengumpulan data melalui kuesioner skala Likert, observasi <br>lapangan, dan wawancara. Responden penelitian berjumlah 320 rumah tangga <br>yang tersebar di Kecamatan Sumbawa dan Kecamatan Unter Iwes. Analisis data <br>dilakukan secara deskriptif kuantitatif untuk mengukur tingkat partisipasi <br>masyarakat dan secara kualitatif untuk menggambarkan praktik pengelolaan <br>sampah berbasis 3R di tingkat rumah tangga. Hasil penelitian menunjukkan <br>bahwa pengelolaan sampah rumah tangga berbasis 3R belum berjalan optimal, <br>terutama pada aspek pemilahan dan pengolahan sampah di sumber. Tingkat <br>partisipasi masyarakat berada pada kategori sedang, dengan keterlibatan yang <br>lebih tinggi pada kegiatan pembuangan sampah dibandingkan kegiatan <br>pengurangan dan daur ulang. Temuan ini signifikan sebagai dasar perumusan <br>strategi peningkatan pengelolaan sampah berbasis 3R melalui penguatan <br>partisipasi masyarakat dan dukungan kelembagaan di tingkat lokal.</p>2026-01-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkunganhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/2242PENGARUH FREKUENSI PEMUPUKAN TERHADAP PERTUMBUHAN RUMPUT MOMBACA2025-12-25T11:38:11+07:00Ghina Fathin Salsabilaghinafathinsalsabila@gmail.comAsrul Hamdaniasrulhamdani@gmail.comAmrullah Amrullahamrulok@gmail.com<p>Rumput mombaca (Panicum maximum var mombaca) adalah salah satu kultivar <br>dari Rumput Benggala, Rumput mombaca merupakan salah satu rumput unggul <br>asal Afrika tropika yang sudah cukup lama beradaptasi dan dibudidayakan di <br>Indonesia, rumput mombaca memiliki produktivitas tinggi dan nilai kandungan <br>gizi yang cukup tinggi untuk ternak ruminansia, Rumput mombaca ditaman <br>menggunakan anakan 10cm secara serempak.Tujuan dari penelitian ini adalah <br>untuk mengetahui pengaruh frekuensi pemupukan menggunakan pupuk urea <br>terhadap pertumbuhan rumput mombaca. Penelitian ini dilakukan dari bulan <br>Maret 2025 dan berakhir pada bulan Mei 2025 yang bertempat di lokasi <br>persawahan di Desa Songkar, Moyo Utara, Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini <br>menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan <br>dan 4 kelompok, perlakuan P0 pemupukan satu kali (112,5 g/bedeng <br>3,75g/tanaman), P1 pemupukan dua kali (112,5 g/bedeng 3,75 g/tanaman), P2 <br>pemupukan dilakukan tiga kali (112,5 g/bedeng 3,75 g/tanaman), P3 pemupukan <br>dilakukan empat kali (112,5g/bedeng 3,75g/tanaman). Data hasil penelitian <br>dengan menggunakan analisis varian (ANOVA), parameter penelitian adalah <br>tinggi tanaman, lebar daun, panjang daun, diameter batang, dan jumlah tunas <br>rumput mombaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan rumput <br>mombaca pada semua perlakuan dan kelompok tidak berbeda nyata (P>0,05).</p>2026-01-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkunganhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/2243DAMPAK APLIKASI PUPUK KANDANG AYAM DAN ABU BOILER TERHADAP P-TERSEDIA ULTISOL SERTA HASIL TANAMAN KEDELAI (Glycine Max L.) 2025-12-25T11:44:43+07:00Intan Anggun Gusfaniintangusfani@gmail.comYulfita Farniyulfitafarni@unja.ac.id Itang Ahmad Mahbubitangahmadmahbub@gmail.com<p>Penelitian bertujuan mengevaluasi dampak aplikasi pupuk kandang ayam dan abu <br>boiler terhadap perbaikan pH tanah, ketersediaan fosfor (P-tersedia) serta hasil <br>tanaman kedelai (Glycine max L.) pada Ultisol. Studi ini dilakukan dari Agustus <br>hingga Januari di pekarangan Nusa Grand Abadi, Kecamatan Kota Baru, Kota <br>Jambi, Provinsi Jambi. Rancangan Acak Kelompok (RAK) digunakan <br>berdasarkan arah kemiringan lahan, terdiri dari enam perlakuan: A1 = 5 t/ha <br>pupuk kandang ayam; A2 = 5 t/ha pupuk kandang ayam + 2,5 t/ha abu boiler A3 <br>= 5 t/ha pupuk kandang ayam + 5 t/ha abu boiler; A4 = 10 t/ha pupuk kandang <br>ayam; A5 = 10 t/ha pupuk kandang ayam + 2,5 t/ha abu boiler; dan A6 = 10 t/ha <br>pupuk kandang ayam + 5 t/ha abu boiler. Ada 24 petak percobaan karena setiap <br>perlakuan diulang empat kali. Ditanami 75 tanaman kedelai per petak, dengan 8 <br>tanaman sampel per petak, sehingga total 192 tanaman sampel dihasilkan. pH <br>tanah, kadar P-tersedia, tinggi tanaman, jumlah polong per tanaman, dan hasil biji <br>kedelai per petak adalah semua faktor yang diamati. Untuk setiap variabel yang <br>daiamati, analisis ragam (ANOVA) dan uji lanjut DMRT pada taraf 5% <br>digunakan untuk menganalisis data. Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa <br>pupuk kandang ayam dan abu boiler memiliki efek signifikan. Untuk mencapai <br>hasil terbaik, komibinasi 10 t/ha pupuk kandang ayam dan 5 t/ha abu boiler <br>digunakan. Ini meningkatkan pH tanah, P yang tersedia dan hasil kedelai.</p>2026-01-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkunganhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/2261INTEGRASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM PRAKTIK PEMBUATAN KOMIK EDUKASI INTERAKTIF UNTUK PEMBELAJARAN IPA MATERI AIR DAN LINGKUNGAN 2026-01-01T18:46:52+07:00Ieke Wulan Ayuiekewulanayu002@gmail.comSyarif Fitriyantosyarif.fisikaunsa@gmail.comIman Syahfitra Ramdhaniimansyahfitra@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis integrasi AI dalam praktik pembuatan <br>komik edukasi interaktif sebagai media pembelajaran IPA pada materi air dan <br>lingkungan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Penelitian <br>dilaksanakan pada bulan September-November 2025 di Sumbawa Besar. Alat <br>dan bahan yaitu laptop/HP dengan akses internet, platform AI, AI teks (untuk <br>cerita dan dialog), AI gambar (untuk ilustrasi komik), Aplikasi penyusun <br>komik/dokumen (Canva, PowerPoint, PDF editor), modul materi IPA: Air dan <br>Lingkungan. Subjek penelitian adalah peserta didik yang mengikuti pembelajaran <br>IPA, yang terlibat secara aktif dalam praktik pembuatan komik edukasi berbasis <br>AI melalui pendekatan pembelajaran berbasis proyek. Teknik pengumpulan data <br>meliputi observasi, penilaian produk komik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa <br>integrasi AI mampu meningkatkan kualitas media pembelajaran yang dihasilkan, <br>ditinjau dari aspek visual, kebahasaan, dan interaktivitas. Peserta didik <br>menunjukkan keterlibatan dan motivasi belajar yang tinggi, serta peningkatan <br>pemahaman konsep pada materi air dan lingkungan. Pemanfaatan AI dalam <br>praktik pembuatan komik edukasi interaktif berpotensi menjadi strategi <br>pembelajaran IPA yang efektif dan relevan untuk diterapkan dalam konteks <br>pendidikan modern.</p>2026-01-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkunganhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/2260IMPLEMENTASI UNDANG – UNDANG NO 18 TAHUN 2013 TENTANG PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN KERUSAKAN HUTAN2026-01-01T18:38:57+07:00Syaifuddin Iskandarsyaifuddiniskandar@gmail.comAhmad Supriadisupriadiahmad12@gmail.comSri Nurhidayatisrinurhidayati81@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td width="677"> <p>Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan pada wilayah kerja BKPH Batulanteh Kabupaten Sumbawa, serta kontribusinya dalam upaya mengurangi tingkat kerusakan hutan di daerah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman, yang meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerusakan hutan di Kabupaten Sumbawa umumnya terjadi di luar kawasan hutan lindung dan disebabkan oleh alih fungsi lahan menjadi area pertambangan serta perluasan lahan pertanian masyarakat. Kondisi ini mengindikasikan bahwa kawasan hutan lindung pada wilayah kerja BKPH relatif stabil, namun BKPH memiliki keterbatasan kewenangan terhadap pengelolaan lahan masyarakat, sehingga upaya yang dapat dilakukan lebih bersifat imbauan, khususnya terkait pencegahan pembakaran lahan yang berpotensi menimbulkan kebakaran hutan. Upaya penanggulangan kerusakan hutan dilakukan melalui berbagai program, seperti pembagian bibit gratis, program hutan hijau, penguatan Koperasi Tani Hutan (KTH), Pemberdayaan Penyuluh Kehutanan Swadaya Masyarakat (PKSM), serta Pengelolaan Komoditas Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK). Namun, implementasi program-program tersebut masih menghadapi kendala, antara lain rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian hutan dan keterbatasan anggaran lembaga. Oleh karena itu, kolaborasi berkelanjutan antara BKPH dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam upaya pencegahan serta pengurangan tingkat kerusakan hutan di Kabupaten Sumbawa.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-01-01T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkunganhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/2264ANALISIS KINERJA DINAS PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA DALAM PEMBINAAN PENGELOLAAN DANA DESA DI KABUPATEN SUMBAWA2026-01-03T08:08:08+07:00Ade Sujastiawanadesujastiawan@gmail.comTanti Ansisma Sapitritantiansisma1@gmail.comEdrial Edrialedrial.unsa@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td width="677"> <p>Penelitian ini menganalisis kinerja Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sumbawa dalam pembinaan pengelolaan Dana Desa, di tengah paradoks pencapaian prestasi penyaluran terbaik se-NTB namun masih ditemukannya kasus penyalahgunaan dana di tingkat desa. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi di DPMD dan tiga desa sampel (Desa Lebin, Tengah, dan Labuhan Mapin). Hasil penelitian menunjukkan kinerja DPMD secara umum baik dalam aspek kepatuhan regulasi dan konsistensi perencanaan. Namun, ditemukan kelemahan signifikan pada aspek intensitas pembinaan yang hanya dilakukan setahun sekali dan pendampingan teknis aplikasi Siskeudes yang terkendala infrastruktur digital. Faktor penghambat utama adalah keterbatasan anggaran operasional dinas dan rendahnya literasi digital perangkat desa. Penelitian ini merekomendasikan perlunya transformasi metode pembinaan dari tatap muka sporadis menjadi pendampingan digital berkelanjutan (e-clinic) serta penguatan fungsi pengawasan preventif.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-01-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkunganhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/2265ANALISIS KINERJA PERANGKAT DESA DALAM PELAYANAN PUBLIK DI DESA TELAGA KECAMATAN LENANGGUAR2026-01-03T08:13:55+07:00Edrial Edrialedrial.unsa@gmail.comYuningsih Yuningsihyuningsih22@gmail.comMuslim Muslimmuslimlim@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td width="677"> <p>Penelitian ini menganalisis kinerja perangkat Desa Telaga, Kecamatan Lenangguar, yang dinilai belum optimal dalam memberikan pelayanan publik. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan kinerja perangkat desa masih rendah pada tiga indikator utama: (1) Produktivitas, ditandai dengan rendahnya disiplin waktu (datang terlambat dan pulang sebelum waktunya); (2) Kualitas Layanan, yang terkendala oleh ketiadaan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang jelas serta minimnya fasilitas komputer dan internet; dan (3) Responsivitas, di mana penanganan keluhan masyarakat cenderung lambat. Faktor penghambat utama adalah kapasitas SDM yang belum melek teknologi dan lemahnya pengawasan internal. Penelitian ini merekomendasikan penerapan sistem absensi yang ketat, pelatihan administrasi digital, dan pemenuhan fasilitas dasar kantor desa untuk meningkatkan kepuasan masyarakat.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-01-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkunganhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/2266EFEKTIVITAS PROGRAM BANTUAN PANGAN NON TUNAI (BPNT) BAGI MASYARAKAT DESA POTO KECAMATAN MOYO HILIR2026-01-03T08:20:43+07:00Muhammad Salahuddinsalahuddinjuan@gmail.comRani Arya Afrianiraniaaryaaff21@gmail.comDonny Wijayasandroacin@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td width="677"> <p>Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) merupakan program pemerintah yang bertujuan membantu keluarga miskin dalam memenuhi kebutuhan pangan secara lebih layak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efektivitas pelaksanaan program BPNT di Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program BPNT di Desa Poto tergolong cukup efektif. Pemahaman masyarakat mengenai mekanisme penyaluran bantuan dapat dikatakan baik karena adanya sosialisasi yang dilakukan secara rutin oleh pemerintah desa serta pihak terkait. Program ini juga dinilai telah mencapai tujuannya, dimana masyarakat penerima manfaat merasakan dampak positif berupa berkurangnya beban pengeluaran untuk kebutuhan pangan, serta meningkatnya kualitas nutrisi keluarga akibat akses terhadap bahan pangan yang lebih beragam dan terjangkau. Meskipun demikian, pelaksanaan program BPNT di lapangan masih menghadapi sejumlah kendala yang memengaruhi efektivitas penyaluran bantuan. Beberapa permasalahan yang ditemukan antara lain validasi data penerima manfaat yang belum optimal sehingga berpotensi menyebabkan ketidaktepatan sasaran, serta keterlambatan penyaluran bantuan yang seharusnya dilakukan secara rutin setiap tiga bulan. Kendala-kendala tersebut menunjukkan perlunya peningkatan koordinasi, perbaikan pendataan, serta penguatan mekanisme penyaluran agar program BPNT dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran di masa mendatang.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2026-01-03T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkunganhttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/jrktl/article/view/2263PERILAKU PEMILIH DALAM MENENTUKAN PILIHAN PADA PEMILIHAN UMUM KEPALA DAERAH KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 20242026-01-03T08:00:46+07:00Sri Nurhidayatisrinurhidayati81@gmail.comAndi Ferdiansyahandif24@gmail.comDonny Wijayasandroacin@gmail.com<table> <tbody> <tr> <td width="677"> <p>Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tingkat kabupaten merupakan manifestasi penting dari proses demokrasi lokal, di mana partisipasi masyarakat dalam memilih pemimpin daerah menjadi indikator kualitas demokrasi itu sendiri. Penelitian ini mengkaji perilaku pemilih pada Pilkada Kabupaten Sumbawa Tahun 2024 dengan fokus pada dua pertanyaan utama, yaitu bagaimana pola perilaku pemilih dalam menentukan pilihan politik dan faktor-faktor apa saja yang memengaruhi keputusan mereka. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bentuk perilaku pemilih serta mengidentifikasi faktor determinan yang memengaruhi preferensi politik masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif untuk memperoleh pemahaman mendalam mengenai motivasi, pertimbangan, dan kecenderungan pemilih. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pemilih dari berbagai kelompok usia dan latar belakang sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat partisipasi pemilih pada Pilkada Kabupaten Sumbawa Tahun 2024 mengalami penurunan yang cukup signifikan dibandingkan periode sebelumnya, dari sekitar 81 persen menjadi 72 persen, yang menandakan adanya tantangan serius dalam keterlibatan politik masyarakat. Secara substantif, perilaku pemilih dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu faktor sosiologis, psikologis, emosional, dan pragmatis. Sebagian besar pemilih menunjukkan kecenderungan rasional dengan mempertimbangkan visi-misi, rekam jejak, dan integritas calon. Namun, pengaruh keluarga, tokoh masyarakat, serta kedekatan emosional masih dominan, terutama pada kelompok pemilih dewasa dan lansia. Fenomena politik uang juga ditemukan, terutama di wilayah dengan kondisi ekonomi rendah, meskipun dinilai negatif oleh sebagian besar responden. Di sisi lain, media sosial berperan signifikan dalam membentuk preferensi politik pemilih muda. Temuan ini menegaskan pentingnya pendidikan politik yang berkelanjutan, peningkatan literasi digital, serta praktik kampanye yang etis guna memperkuat kualitas partisipasi politik masyarakat dan mendorong terbentuknya perilaku pemilih yang lebih rasional dan bertanggung jawab.</p> </td> </tr> </tbody> </table>2025-12-31T00:00:00+07:00Copyright (c) 2025 Jurnal Riset Kajian Teknologi dan Lingkungan