Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/ksap
<p>Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik (KSAP) adalah jurnal yang ditujukan untuk dosen, peneliti, dan mahasiswa yang ingin mempublikasikan hasil penelitiannya. Jurnal ini mencakup Ilmu Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.</p>LPPM Universitas Samawaen-USJurnal Kapita Selekta Administrasi Publik 2302-6375REPRESENTASI SIMBOLIK MOTIF KERE ALANG SEBAGAI IDENTITAS SOSIAL BUDAYA MASYARAKAT SUMBAWA
https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/ksap/article/view/2436
<table> <tbody> <tr> <td width="677"> <p>Kere Alang merupakan wastra tradisional khas Sumbawa yang tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga mengandung nilai historis, filosofis, sosial, dan religius. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi simbolik motif Kere Alang sebagai identitas budaya masyarakat Sumbawa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi simbolik motif kere alang sebagai identitas budaya masyarakat sumbawa. Penelitian dilaksanakan dari Bulan Desember 2025-April tahun 2026 di Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan Miles Hubberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motif-motif Kere Alang merepresentasikan kehidupan agraris, nilai kebersamaan, kekerabatan, spiritualitas, serta hubungan harmonis antara manusia dan alam. Setiap motif dan warna memiliki makna simbolik yang diwariskan secara turun-temurun sebagai bentuk komunikasi budaya masyarakat Samawa. Kere Alang juga berfungsi sebagai simbol identitas budaya lokal yang digunakan dalam berbagai kegiatan adat dan sosial. Namun, modernisasi dan globalisasi menyebabkan terjadinya pergeseran makna Kere Alang menjadi sekadar produk estetis dan fesyen. Oleh karena itu, diperlukan upaya pelestarian melalui dokumentasi, edukasi budaya, dan penguatan nilai-nilai lokal agar eksistensi Kere Alang tetap terjaga sebagai warisan budaya masyarakat Sumbawa.Bottom of Form</p> </td> </tr> </tbody> </table>Ieke Wulan AyuErma SuryaniSyarif FitriyantoM Anugerah Puji SaktiMuhammad Yamin
Copyright (c) 2026 Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
2026-06-292026-06-297100101510.58406/kapitaselekta.v7i1.2436ANALISIS PERSEPSI PUBLIK TERHADAP KINERJA PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2025
https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/ksap/article/view/2441
<table> <tbody> <tr> <td width="677"> <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya evaluasi kinerja pemerintah daerah berbasis persepsi masyarakat sebagai indikator keberhasilan tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan responsif. Permasalahan utama dalam penelitian ini adalah belum adanya gambaran empiris yang komprehensif mengenai tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumbawa tahun 2025. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat kepuasan masyarakat, mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan kinerja pemerintah daerah, serta memetakan prioritas perbaikan kebijakan berbasis data. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei terhadap 800 responden yang tersebar di 24 kecamatan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner skala Likert yang telah diuji validitasnya (r > 0,30) dan reliabilitas (Cronbach's ? = 0,87). Analisis data dilakukan dengan Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), diagram radar, serta <em>Importance and Performance Analysis</em> (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum kinerja pemerintah daerah dinilai baik namun belum optimal, dengan skor rata-rata IKM sebesar 6,89. Masyarakat memberikan penilaian positif terhadap pelayanan administrasi dan digitalisasi layanan, namun masih terdapat kelemahan pada aspek infrastruktur, bantuan sosial, dan efektivitas komunikasi publik. Berdasarkan analisis IPA, pemerintah daerah perlu memprioritaskan perbaikan pada infrastruktur, bantuan sosial, dan komunikasi publik karena merupakan aspek dengan tingkat kepentingan tinggi namun kinerja rendah.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Joni FirmansyahRachmat Wasqita
Copyright (c) 2026 Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
2026-06-292026-06-297101602210.58406/kapitaselekta.v7i1.2441PENERAPAN SISTEM INFORMASI PELAYANAN ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN ONLINE (SILAMO) DI KANTOR DESA LABUHAN SUMBAWA KECAMATAN LABUHAN BADAS
https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/ksap/article/view/2442
<table> <tbody> <tr> <td width="677"> <p>Penerapan teknologi informasi dalam pelayanan administrasi kependudukan menjadi salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Sistem Informasi Pelayanan Administrasi Kependudukan Online (SILAMO) merupakan inovasi yang dikembangkan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sumbawa untuk mempermudah akses masyarakat dalam mengurus dokumen kependudukan di tingkat desa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan SILAMO di Kantor Desa Labuhan Sumbawa, Kecamatan Labuhan Badas, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan SILAMO di Kantor Desa Labuhan Sumbawa telah berjalan dan memberikan dampak positif bagi masyarakat dalam hal kemudahan akses, efisiensi waktu, dan biaya. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan infrastruktur jaringan internet, kemampuan sumber daya manusia dalam mengoperasikan sistem, serta sosialisasi yang belum optimal kepada masyarakat. Faktor pendukung penerapan SILAMO meliputi komitmen pemerintah desa dan dukungan dari Dinas Dukcapil Kabupaten Sumbawa. Faktor penghambatnya adalah keterbatasan perangkat keras, gangguan jaringan, dan rendahnya literasi digital sebagian masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan infrastruktur jaringan, pelatihan berkelanjutan bagi operator desa, serta penguatan sosialisasi kepada masyarakat.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Donny WijayaIndah Syakira SafitriMuslim Muslim
Copyright (c) 2026 Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
2026-06-292026-06-297102303210.58406/kapitaselekta.v7i1.2442TRANSFORMASI TATA KELOLA PEMERINTAHAN DESA MENUJU GOOD GOVERNANCE
https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/ksap/article/view/2443
<table> <tbody> <tr> <td width="677"> <p>Penelitian dengan judul transformasi tata kelola pemerintahan desa menuju good governance merupakan penelitian ilmiah dengan menggunakan pendekatan good governance dengan lima indikator utama yakni: partisipasi, akuntabilitas, transparansi, efektivitas dan penegakan hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi tata kelola pemerintahan desa di Desa Langam serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan transformasi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi tata kelola pemerintahan desa di Desa Langam memberikan dampak positif dalam pengelolaan pemerintahan desa, khususnya dalam meningkatkan efisiensi administrasi, transparansi informasi, dan memberikan ruang bagi partisipasi masyarakat melalui media digital. Namun, dalam pelaksanaan transformasi tersebut belum optimal karena adanya keterbatasan dalam infrastruktur teknologi, rendahnya tingkat literasi digital dari aparat dan masyarakat, serta minimnya budaya kerja digital yang kuat. Beberapa faktor yang mempengaruhi keberhasilan transformasi meliputi strategi, kepemimpinan, kemampuan aparat desa, perhatian terhadap kebutuhan pengguna, dan budaya organisasi.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Dedi Supriadi
Copyright (c) 2026 Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
2026-06-292026-06-297103304210.58406/kapitaselekta.v7i1.2443EFEKTIVITAS PENYULUHAN TENTANG SELF MANAGEMENT TERHADAP INSOMNIA AKIBAT SMARTPHONE PADA REMAJA SMAN 02 LUBUK BASUNG TAHUN 2024
https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/ksap/article/view/2444
<table> <tbody> <tr> <td width="677"> <p>Insomnia dapat dialami pada semua kelompok umur termasuk pada remaja. Remaja yaitu individu yang berada pada tahap transisi antara masa kanak-kanak menuju masa dewasa. Masa remaja sering disertai dengan perubahan aspek fisik, psikologis, emosional dan sosial. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui analisis pengaruh penggunaan teknik self management terhadap penurunan tingkat insomnia akibat smartphone pada remaja SMAN 02 Lubuk Basung tahun 2024. Desain penelitian ini adalah metode quasy eksperimen dengan rancangan Nonequivalent Control Group Design. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI SMAN 02 Lubuk Basung Kabupaten Agam sebanyak 150 populasi, sampel sebanyak 80 responden yang dibagi menjadi 2 kelompok (kelompok kontrol dan kelompok intervensi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa data tidak berdistribusi normal dengan nilai p-value 0,000 (p<0,05), maka dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan teknik self management terhadap penurunan tingkat insomnia. Penerapan self management efektif dalam penurunan tingkat insomnia di SMAN 02 Lubuk Basung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan teknik self management terhadap penurunan tingkat insomnia akibat smartphone pada remaja.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Tia DrayestiEvi HasnitaBilly Harnaldo
Copyright (c) 2026 Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
2026-06-292026-06-297104304810.58406/kapitaselekta.v7i1.2444IMPLEMENTASI PERATURAN BUPATI SUMBAWA NO.114 TAHUN 2021 TENTANG FASILITAS PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN PENYALAHGUNAAN DAN PEREDARAN GELAP NARKOTIKA DAN PREKURSOR NARKOTIKA
https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/ksap/article/view/2445
<table> <tbody> <tr> <td width="677"> <p>Penyalahgunaan narkotika merupakan ancaman serius bagi generasi muda dan stabilitas sosial di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sumbawa. Pemerintah Kabupaten Sumbawa menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 114 Tahun 2021 tentang Fasilitas Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika sebagai upaya memperkuat penanganan masalah narkoba di tingkat daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Peraturan Bupati tersebut serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitasnya di Kecamatan Plampang, Kabupaten Sumbawa. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Peraturan Bupati Nomor 114 Tahun 2021 di Kecamatan Plampang telah berjalan melalui berbagai program fasilitasi pencegahan dan pemberantasan narkoba, namun masih menghadapi kendala signifikan. Faktor penghambat utama meliputi keterbatasan fasilitas rehabilitasi, kurangnya tenaga konselor profesional, minimnya anggaran operasional, serta masih rendahnya partisipasi masyarakat dalam upaya pencegahan. Faktor pendukung implementasi meliputi komitmen aparat penegak hukum, kerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Sumbawa, dan peran aktif tokoh masyarakat. Penelitian ini merekomendasikan penguatan fasilitas rehabilitasi berbasis masyarakat, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pengintegrasian program pencegahan narkoba dalam berbagai kebijakan pembangunan daerah.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Syaifuddin IskandarElsa NosaSri Nurhidayati
Copyright (c) 2026 Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
2026-06-292026-06-297104905910.58406/kapitaselekta.v7i1.2445STRATEGI KOMISI PEMILIHAN UMUM DALAM MENINGKATKAN PARTISIPASI PEMILIH PEMULA DI KABUPATEN SUMBAWA
https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/ksap/article/view/2446
<table> <tbody> <tr> <td width="677"> <p>Partisipasi pemilih pemula dalam pemilihan umum merupakan indikator penting bagi kualitas demokrasi di suatu daerah. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumbawa memiliki peran strategis dalam meningkatkan partisipasi pemilih pemula melalui berbagai strategi yang terencana dan terukur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi KPU Kabupaten Sumbawa dalam meningkatkan partisipasi pemilih pemula serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas strategi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi KPU Kabupaten Sumbawa dalam meningkatkan partisipasi pemilih pemula mencakup empat pilar utama: (1) edukasi dan literasi politik melalui program pendidikan pemilih; (2) sosialisasi melalui pemanfaatan teknologi dan media sosial; (3) kemitraan dengan berbagai stakeholder seperti pemerintah daerah, Dinas Pendidikan, organisasi kepemudaan, dan perguruan tinggi; serta (4) pemberdayaan masyarakat melalui program relawan demokrasi. Faktor pendukung strategi meliputi komitmen penyelenggara pemilu, dukungan pemerintah daerah, dan antusiasme generasi muda. Sementara faktor penghambatnya adalah rendahnya literasi politik di kalangan pemilih pemula, keterbatasan anggaran, serta masih adanya praktik politik uang dan hoaks yang mempengaruhi partisipasi. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program pendidikan pemilih sejak dini, pengembangan platform digital interaktif, penguatan koordinasi lintas sektor, serta peningkatan pengawasan terhadap praktik-praktik yang merusak partisipasi pemilih.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Sri NurhidayatiMita SukmawatiEdrial Edrial
Copyright (c) 2026 Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
2026-06-292026-06-297106006910.58406/kapitaselekta.v7i1.2446KINERJA KELOMPOK PENYELENGGARAAN PEMUNGUTAN SUARA (KPPS) DALAM PEMILIHAN BUPATI KABUPATEN SUMBAWA TAHUN 2024 (Studi Kasus di TPS 1 Kelurahan Bugis)
https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/ksap/article/view/2447
<table> <tbody> <tr> <td width="677"> <p>Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) merupakan ujung tombak pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara dalam pemilihan umum maupun pemilihan kepala daerah. Kinerja KPPS sangat menentukan kualitas dan integritas proses demokrasi di tingkat tempat pemungutan suara (TPS). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja KPPS dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sumbawa Tahun 2024 di TPS 1 Kelurahan Bugis serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja KPPS di TPS 1 Kelurahan Bugis secara umum telah berjalan sesuai dengan standar operasional prosedur yang ditetapkan oleh KPU. Namun demikian, masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi, seperti keterbatasan waktu persiapan, kurangnya pemahaman sebagian anggota KPPS terhadap prosedur teknis, serta kendala logistik seperti ketersediaan alat dan bahan. Faktor pendukung kinerja KPPS meliputi komitmen dan dedikasi anggota, koordinasi yang baik antar anggota, serta dukungan dari KPU dan masyarakat. Faktor penghambatnya adalah beban kerja yang tinggi, tekanan dari pihak-pihak tertentu, dan kondisi cuaca yang kurang mendukung. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kualitas pelatihan KPPS, perbaikan sistem rekrutmen, serta penguatan pengawasan dan pendampingan selama pelaksanaan tugas.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Ade SujastiawanBagus Dwi JuniansyahDonny Wijaya
Copyright (c) 2026 Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
2026-06-292026-06-297107007810.58406/kapitaselekta.v7i1.2447EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA HARAPAN DI DESA KIAWA SATU BARAT
https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/ksap/article/view/2448
<table> <tbody> <tr> <td width="677"> <p>Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Keluarga Harapan di Desa Kiawa Satu Barat dengan fokus pada perencanaan, penetapan calon penerima manfaat, validasi data, penetapan Keluarga Penerima Manfaat (KPM), serta penyaluran bantuan sosial. Permasalahan penelitian ini adalah masih ditemukannya ketidaktepatan sasaran, keterbatasan pemahaman aparat desa terhadap regulasi, serta belum optimalnya proses validasi dan penyaluran bantuan yang sesuai ketentuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, lalu dianalisis melalui reduksi data, presentasi data, dan penarikan kesimpulan. Temuan riset menunjukkan bahwa pelaksanaan PKH di Desa Kiawa Satu Barat belum berjalan optimal, karena masih terdapat kelemahan pada aspek perencanaan, penetapan calon peserta, validasi data, penetapan KPM, dan penyaluran bantuan. Hal ini terlihat dari masih terbatasnya pemahaman aparat desa terhadap regulasi, belum maksimalnya verifikasi data berbasis kondisi faktual, serta masih adanya ketidaktepatan sasaran penerima bantuan. Meskipun penyaluran sudah menggunakan sistem non-tunai, pemahaman teknis di tingkat pelaksana masih belum merata sehingga terjadi kesenjangan antara aturan dan praktik di lapangan. Sehingga diperlukan penguatan sosialisasi, peningkatan kapasitas pelaksana, dan perbaikan sistem validasi.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Felini Otnil ToporundengRebecca Christy MowiloPatriani Wilma Eunike SupitJesica KarouwRahma A. Alhasni
Copyright (c) 2026 Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
2026-06-292026-06-297107908810.58406/kapitaselekta.v7i1.2448IMPLEMENTASI PERATURAN BUPATI NOMOR 97 TAHUN 2020 TENTANG PENCEGAHAN DAN PENANGANAN STUNTING DI KABUPATEN SUMBAWA (Studi Kasus di Kecamatan Utan)
https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/ksap/article/view/2450
<table> <tbody> <tr> <td width="677"> <p>Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Sumbawa. Pemerintah Kabupaten Sumbawa menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 97 Tahun 2020 tentang Pencegahan dan Penanganan Stunting sebagai upaya mengatasi permasalahan ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Peraturan Bupati tersebut di Kecamatan Utan serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi Peraturan Bupati Nomor 97 Tahun 2020 di Kecamatan Utan telah berjalan namun masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta koordinasi antar instansi yang belum optimal. Faktor pendukung implementasi meliputi komitmen pemerintah daerah, partisipasi masyarakat, dan kerjasama lintas sektor. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kapasitas sumber daya manusia, penguatan koordinasi antar pemangku kepentingan, dan peningkatan partisipasi masyarakat dalam program pencegahan dan penanganan stunting.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Muhammad SalahuddinWulan SawitriMuhammad Yamin
Copyright (c) 2026 Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
2026-06-292026-06-297108909810.58406/kapitaselekta.v7i1.2450PERAN DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN SEKOLAH DASAR DI KABUPATEN SUMBAWA
https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/ksap/article/view/2452
<table> <tbody> <tr> <td width="677"> <p>Mutu pendidikan dasar merupakan fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas di suatu daerah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa memiliki peran strategis dalam meningkatkan mutu pendidikan sekolah dasar melalui berbagai kebijakan dan program. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa dalam meningkatkan mutu pendidikan sekolah dasar serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas peran tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa dalam meningkatkan mutu pendidikan sekolah dasar mencakup empat aspek utama: peran sebagai regulator, peran sebagai fasilitator, peran sebagai supervisor, dan peran sebagai inovator. Faktor pendukung peran dinas meliputi komitmen pemerintah daerah, dukungan anggaran, dan kerjasama dengan berbagai pihak. Sementara faktor penghambatnya adalah keterbatasan sumber daya manusia, distribusi guru yang tidak merata, kurangnya sarana dan prasarana di sekolah pedesaan, serta rendahnya partisipasi orang tua dalam pendidikan anak. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga pendidik, pemerataan sarana prasarana pendidikan, penguatan peran serta masyarakat, serta pengembangan program inovatif berbasis teknologi untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Sumbawa.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Muhammad YaminMuhammad Yudi RamadawansyahAmilan Hatta
Copyright (c) 2026 Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
2026-06-292026-06-297109910910.58406/kapitaselekta.v7i1.2452PERAN KOMITE OLAHRAGA NASIONAL INDONESIA (KONI) DALAM PENGEMBANGAN E-SPORT DI KABUPATEN SUMBAWA
https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/ksap/article/view/2453
<table> <tbody> <tr> <td width="677"> <p>Esports atau olahraga elektronik telah berkembang pesat di Indonesia dan menjadi salah satu cabang olahraga yang diakui secara resmi. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sebagai induk organisasi olahraga di tingkat daerah memiliki peran strategis dalam pengembangan esports di Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran KONI Kabupaten Sumbawa dalam pengembangan esports serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas peran tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran KONI Kabupaten Sumbawa dalam pengembangan esports mencakup empat aspek utama: peran sebagai regulator dan pembina, peran sebagai fasilitator, peran sebagai promotor, dan peran sebagai mitra strategis. Faktor pendukung peran KONI meliputi pengakuan resmi esports sebagai cabang olahraga, dukungan pemerintah daerah, dan antusiasme generasi muda terhadap esports. Sementara faktor penghambatnya adalah keterbatasan infrastruktur dan perangkat teknologi, kurangnya sumber daya manusia yang kompeten di bidang esports, minimnya anggaran, serta masih adanya stigma negatif masyarakat terhadap esports. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan infrastruktur esports, pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi, penguatan regulasi dan pembinaan berjenjang, serta kampanye literasi untuk mengubah pandangan masyarakat tentang esports.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Ardiyansyah ArdiyansyahIrwan JuliansyahSri Nurhidayati
Copyright (c) 2026 Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
2026-06-292026-06-297111011910.58406/kapitaselekta.v7i1.2453EVALUASI PROGRAM KELUARGA HARAPAN (PKH) DI DESA LAMUNGA KECAMATAN TALIWANG KABUPATEN SUMBAWA BARAT
https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/ksap/article/view/2454
<table> <tbody> <tr> <td width="677"> <p>Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan salah satu program unggulan pemerintah dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui pemberian bantuan sosial bersyarat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Program Keluarga Harapan di Desa Lamunga, Kecamatan Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas program. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode evaluatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan PKH di Desa Lamunga telah berjalan namun masih menghadapi berbagai kendala, seperti ketepatan sasaran penerima manfaat yang masih perlu ditingkatkan, rendahnya kepatuhan terhadap kondisi kewajiban pendidikan dan kesehatan, serta keterbatasan pendamping dalam melakukan monitoring dan pembinaan. Faktor pendukung pelaksanaan program meliputi koordinasi yang baik antara pendamping PKH dengan pemerintah desa dan puskesmas, serta kesadaran sebagian penerima manfaat terhadap pentingnya pemenuhan komponen pendidikan dan kesehatan. Faktor penghambatnya adalah keterbatasan akses transportasi, rendahnya literasi keuangan, serta masih adanya pemahaman yang keliru di masyarakat tentang tujuan program. Penelitian ini merekomendasikan penguatan verifikasi dan validasi data penerima manfaat, peningkatan intensitas pendampingan, serta penguatan sosialisasi program kepada masyarakat.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Edrial EdrialSulastri SulastriHeri Kurniawasyah
Copyright (c) 2026 Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
2026-06-292026-06-297112012810.58406/kapitaselekta.v7i1.2454STRATEGI DINAS KOMUNIKASI INFORMASI STATISTIK DAN PERSANDIAN KABUPATEN SUMBAWA DALAM PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN JUDI ONLINE
https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/ksap/article/view/2455
<table> <tbody> <tr> <td width="677"> <p>Judi online telah menjadi ancaman serius di era digital, tidak terkecuali di Kabupaten Sumbawa. Dinas Komunikasi Informasi Statistik dan Persandian (Diskominfo) Kabupaten Sumbawa memiliki peran strategis dalam pencegahan dan pemberantasan judi online melalui pengawasan konten digital dan literasi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi yang dilakukan oleh Diskominfo Kabupaten Sumbawa dalam upaya pencegahan dan pemberantasan judi online serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas strategi tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi Diskominfo Kabupaten Sumbawa mencakup tiga pilar utama: (1) pengawasan dan pemblokiran konten judi online melalui sistem monitoring digital; (2) literasi digital dan sosialisasi bahaya judi online kepada masyarakat; (3) koordinasi dengan aparat penegak hukum dan platform digital. Faktor pendukung strategi meliputi regulasi yang jelas, komitmen pimpinan, dan kerjasama lintas sektor. Sementara faktor penghambatnya adalah keterbatasan sumber daya manusia dan teknologi, rendahnya kesadaran masyarakat, serta maraknya situs judi online yang terus bermunculan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan kapasitas SDM bidang keamanan siber, pengembangan sistem deteksi dini berbasis kecerdasan buatan, peningkatan literasi digital masyarakat, serta penguatan regulasi dan penegakan hukum terhadap pelaku judi online.</p> </td> </tr> </tbody> </table>Muslim MuslimJoey PrayudhaDonny Wijaya
Copyright (c) 2026 Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
2026-06-292026-06-297112913710.58406/kapitaselekta.v7i1.2455KERE ALANG DALAM PERSPEKTIF REMAJA: LITERASI BUDAYA DAN PARTISIPASI SOSIAL PELESTARIAN WARISAN SAMAWA
https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/ksap/article/view/2465
<table> <tbody> <tr> <td width="677"> <p>Kere Alang merupakan salah satu warisan budaya masyarakat Samawa yang memiliki nilai historis, filosofis, dan identitas budaya yang perlu dilestarikan di tengah arus globalisasi. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis Kere Alang dalam perspektif remaja, terkait literasi budaya dan partisipasi sosial pelestarian warisan Samawa.Penelitian dilaksankan di SMAN 1 Sumbawa Besar dari bulan Maret–Mei 2026 menggunakan pendekatan mix methode (kuantitatif-kualitatif dengan metode survei deskriptif). Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMA, dengan jumlah sampel yaitu 45 responden. Sumber data terdiri atas, data primer diperoleh melalui kuesioner (angket). Data sekunder, diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, arsip budaya, dokumen pemerintah, hasil penelitian terdahulu, foto, serta literatur lain yang relevan dengan budaya Sumbawa.Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, survei, wawancara mendalam, dokumentasi, Teknik analisis data pada penelitian menggunakan analisis statistik deskriptif dengan teknik persentase dan analisis data interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian yaitu tingkat literasi budaya pelajar terhadap Kere Alang berada pada kategori tinggi, terutama pada aspek pengenalan Kere Alang sebagai warisan budaya dan identitas masyarakat Samawa. Pemahaman mengenai sejarah, filosofi, dan pentingnya pembelajaran budaya lokal masih perlu ditingkatkan. Aspek partisipasi sosial, pelajar telah menunjukkan kepedulian yang baik melalui dukungan terhadap kegiatan pelestarian, kesadaran akan peran mereka, serta pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi budaya. Keterlibatan aktif dalam mengajak teman dan mengikuti kegiatan pelestarian secara berkelanjutan masih belum optimal. Penguatan literasi budaya yang terintegrasi dengan partisipasi sosial melalui pendidikan, kolaborasi berbagai pihak, dan inovasi digital menjadi faktor utama dalam menjaga keberlanjutan Kere Alang sebagai warisan budaya masyarakat Samawa.</p> <p>Bottom of Form</p> </td> </tr> </tbody> </table>Iman Syahfitra RamdhaniMuhammad Farid Al-FahreziDanindya Elvin ChaerunnisaErna DewiIeke Wulan Ayu
Copyright (c) 2026 Jurnal Kapita Selekta Administrasi Publik
2026-07-012026-07-017113815310.58406/kapitaselekta.v7i1.2465