https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/quark/issue/feedQuark: Jurnal Inovasi Pembelajaran Fisika dan Teknologi2020-02-13T06:17:39+07:00Fahmi Yahyafahmiyahya@universitassamawa.ac.idOpen Journal Systems<p style="text-align: justify;"><strong>QUARK: Jurnal Inovasi Pembelajaran Fisika dan Teknologi</strong> merupakan jurnal ilmiah yang menerbitkan artikel dari bidang pendidikan fisika dan ilmu fisika. Selain itu Jurnal ini juga menerima artikel yang berkaitan dengan pengembangan media pembelajaran fisika, pengembangan materi pembelajaran fisika, evaluasi pembelajaran fisika, model pembelajaran fisika, metode dan pengembangan strategi pembelajaran fisika.</p>https://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/quark/article/view/100Pengaruh Pendekatan Discovery Tipe Less Structured Guided Terhadap Keterampilan Proses Fisika Siswa2020-02-13T06:17:39+07:00Hermansyah Hhermansyah.fis92@gmail.comFahmi Yahyafyahyaadam@gmail.comSyarif Fitriyantosyariffitriyanto@universitassamawa.ac.id<p style="text-align: justify;">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan discovery tipe less structured guided terhadap keterampilan proses fisika siswa. Penelitian eksperimen semu ini dilakukan pada salah satu sekolah menengah atas di Kabupaten Sumbawa dengan desain posttest only control group. Responden penelitian berjumlah 55 orang siswa yang terbagi dalam kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Pengumpulan data penelitian menggunakan instrumen soal berupa uraian sebanyak 7 butir soal. Hasil penelitian diuji normalitas dan uji homogenitas sebagai uji prasyarat sebelum dilakukan uji-t untuk mengetahui pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung > ttabel dengan nilai signifikansi sebesar 0.05. Dapat disimpulkan bahwa pendekatan discovery tipe less structured guided berpengaruh positif terhadap keterampilan proses fisika siswa.</p>2019-02-28T00:00:00+07:00Copyright (c) 2019 Quark: Jurnal Inovasi Pembelajaran Fisika dan Teknologihttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/quark/article/view/102Pengaruh Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing Terhadap Keterampilan Berpikir Kreatif dan Keterampilan Proses Sains Peserta Didik2020-02-13T06:17:39+07:00Anggun Mulia Amaliahanggunigun@gmail.comA Hamid Rahmanahamidrahman@universitassamawa.ac.idTursina Ratutursinaratu@universitassamawa.ac.id<p style="text-align: justify;">Penelitian bertujuan untuk mengetahui (1) Pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan berpikir kreatif peserta didik; (2) Pengaruh model pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains peserta didik; dan (3) Seberapa besar peningkatan keterampilan berpikir kreatif dan keterampilan proses sains setelah digunakan model inkuiri terbimbing. Penelitian eksperimen semu ini dilakukan pada salah satu SMA di Kabupaten Sumbawa. Responden berjumlah 64 yang diambil dengan cara <em>purposive sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes. Pengolahan data menggunakan teknik statistik sederhana dalam bentuk perhitungan uji z dan uji gain. Hasil analisis data menunjukkan keterampilan berpikir kreatif diperoleh z<sub>hitung</sub> sebesar 4,318. Jika dibandingkan dengan z<sub>tabel</sub> sebesar 1,690. Jadi terdapat pengaruh pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan berpikir kreatif. Hasil analisis data keterampilan proses sains diperoleh z<sub>hitung</sub> sebesar 5,181 dan z<sub>tabel</sub> sebesar 1,690. Jadi terdapat pengaruh pembelajaran inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains. Perhitungan gain keterampilan berpikir kreatif kelas kontrol dan eksperimen masing-masing diperoleh gain 0,295 dan 0,598 dengan kriteria rendah dan sedang. Artinya keterampilan berpikir kreatif mengalami peningkatan dari katagori rendah ke sedang. Sementara hasil perhitungan gain keterampilan proses sains kelas kontrol dan eksperimen diperoleh gain 0,261 dan 0,509. Artinya keterampilan proses sains mengalami peningkatan dari rendah ke sedang sebesar 0,248.</p>2019-02-28T00:00:00+07:00Copyright (c) 2019 Quark: Jurnal Inovasi Pembelajaran Fisika dan Teknologihttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/quark/article/view/103Efektifitas Model Pembelajaran Guided Inquiry Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah dan Keterampilan Berpikir Kreatif Fisika Siswa2020-02-13T06:17:39+07:00Dely Jusmin Sulandaridely.fisika@gmail.comA Hamid Rahmanahamidrahman@universitassamawa.ac.idMuhammad Erfanmuhammaderfan@universitassamawa.ac.id<p style="text-align: justify;">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Keefektifan model pembelajaran <em>Guided Inquiry</em> di tinjau dari kemampuan Pemecahan masalah dan keterampilan berfikir kreatif dalam pembelajaran Fisika siswa; (2) Seberapa besar peningkatan kemampuan Pemecahan masalah dan keterampilan berfikir kreatif setelah penerapan model pembelajaran <em>Guided Inquiry</em> pada siswa. Penelitian kuasi eksperimen ini dilakukan di salah satu SMA di Kabupaten Sumbawa dengan populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X MIA yang berjumlah 148 siswa. Sampel penelitian sebanyak 30 siswa yang ditetapkan dengan teknik <em>purposive sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes dan pencatatan dokumen. Pengolahan data menggunakan teknik statistik sederhana dalam bentuk perhitungan uji t dan uji <em>gain</em>. Hasil analisis data menunjukkan kemampuan pemecahan masalah dan keterampilan berpikir kreatif diperoleh t<sub>hitung</sub> masing-masing 9,658 dan 8,787. Perhitungan <em>gain</em> kemampuan pemecahan masalah dan keterampilan berpikir kreatif diperoleh <em>gain</em> masing-masing 0,729 dengan kriteria tinggi dan 0,619 dengan kriteria sedang. Sehingga dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran <em>giuded inquiry</em> efektif terhadap kemampuan pemecahan masalah dan keterampilan berpikir kreatif siswa.</p>2019-02-28T00:00:00+07:00Copyright (c) 2019 Quark: Jurnal Inovasi Pembelajaran Fisika dan Teknologihttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/quark/article/view/104Efektifitas Model Pembelajaran InSTAD Untuk Meningkatkan Minat Belajar Dan Kemampuan Berpikir Analisis Fisika Siswa2020-02-13T06:17:39+07:00Hasdiana Hasdianadianhasiana.24@gmail.comMuhammad Erfanmuhammaderfan@universitassamawa.ac.idTursina Ratutursinaratu@universitassamawa.ac.id<p style="text-align: justify;">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) efektifitas penggunaan model pembelajaran InSTAD terhadap peningkatan minat belajar fisika siswa; (2) efektifitas penggunaan model pembelajaran InSTAD terhadap peningkatan kemampuan berpikir analisis siswa; (3) seberapa besar peningkatan minat belajar dan kemampuan berpikir analisis siswa dengan menggunakan model pembelajaran InSTAD pada pembelajaran fisika. Jenis penelitian yang digunakan adalah <em>quasi eksperimen</em> dengan desain <em>one-group pretest-postest design</em>. Teknik pengambilan sampel berupa p<em>urposive sampling</em> dengan instrumen penilaian yang digunakan adalah angket dan soal <em>essay.</em> Angket digunakan untuk mengukur minat belajar dan soal <em>essay</em> digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir analisis siswa. Hasil Penelitian untuk minat belajar fisika menunjukan t<sub>hitung</sub> adalah 18,686 jika dibandingkan dengan t<sub>tabel</sub> sebesar maka t<sub>hitung </sub>> t<sub>tabel</sub> (18,686>1,717). Sementara hasil penelitian untuk kemampuan berpikir analisis menunjukan t<sub>hitung</sub> adalah 10,215 jika dibandingkan dengan t<sub>tabel</sub> sebesar maka t<sub>hitung </sub>> t<sub>tabel</sub> (10,215>1,717). Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran InSTAD efektif terhadap minat belajar fisika dan kemampuan berpikir analisis siswa. Besar peningkatan minat belajar dan kemampuan berpikir analisis masing-masing 0,585 dan 0,672 keduanya berada pada kategori sedang.</p>2019-02-28T00:00:00+07:00Copyright (c) 2019 Quark: Jurnal Inovasi Pembelajaran Fisika dan Teknologihttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/quark/article/view/106Pengaruh PBL Berpendekatan Multipel Representasi Terhadap Keterampilan Berpikir Kritis dan Keterampilan Proses Sains dalam Pembelajaran Fisika2020-02-13T06:17:39+07:00Karmila Karmilamilaphysic92@gmail.comSyarif Fitriyantosyariffitriyanto@universitassamawa.ac.idFahmi Yahyafahmiyahya@universitassamawa.ac.id<p style="text-align: justify;">Kegiatan pembelajaran fisika siswa kelas X yang dilakukan belum bisa mendorong siswa untuk memiliki keterampilan berpikir kritis dan keterampilan proses sains karena model pembelajaran yang digunakan kurang variatif, terutama pada materi usaha dan energi karena masih ada siswa yang nilainya di bawah KKM yaitu 75. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh PBL berpendekatan multipel representasi terhadap keterampilan berpikir kritis pada materi usaha dan energi; 2) mengetahui pengaruh PBL berpendekatan multipel representasi terhadap keterampilan proses sains pada materi usaha dan energi. Penelitian <em>quasi experimen </em>ini menggunakan desain penelitian <em>pretest postest control group. </em>Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas X IPA pada salah satu MAN di Kabupaten Sumbawa yang berjumlah 83 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik <em>purposive sumpling</em>. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik tes. Analisis data dilakukan dengan uji-t. Hasil Penelitian menunjukkan ada pengaruh PBL terhadap keterampilan berpikir kritis dan keterampilan proses sains pada materi usaha dan energi. Jika dibandingkan dengan t<sub>tabel</sub> sebesar 1,684 (3,332 > 1,684 dan 1,763 > 1,684)</p>2019-02-28T00:00:00+07:00Copyright (c) 2019 Quark: Jurnal Inovasi Pembelajaran Fisika dan Teknologihttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/quark/article/view/105Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Multiple Intelligences pada Materi Pesawat Sederhana2020-02-13T06:17:39+07:00Neni Widianingsineniw@gmail.comA Hamid Rahmanahamidrahman@universitassamawa.ac.idSyarif Fitriyantosyariffitriyanto@universitassamawa.ac.id<p style="text-align: justify;">Perangkat pembelajaran merupakan salah satu media pembelajaran yang digunakan<br>sebagai pedoman guru dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Berdasarkan hasil observasi pembelajaran di sekolah guru masih menggunakan silabus dan RPP dari hasil MGMP. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Menghasilkan produk silabus dan RPP fisika berbasis <em>Multiple Intelligences </em>untuk SMP<em>;</em>2) Mengetahui kelayakan produk pengembangan Silabus dan RPP fisika berbasis <em>Multipe Intelligences </em>yang dikembangkan. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian <em>Research and Development</em> (<em>R&D</em>) modifikasi langkah-langkah yang dikemukakan oleh Borg and Gall berdasarkan kebutuhan peneliti yang meliputi beberapa tahapan yaitu: 1) penelitian dan pengumpulan data awal; 2) perencanaan; 3) pengembangan produk awal; 4) uji coba pendahuluan; 5) revisi produk awal. Faktor yang diteliti adalah kelayakan silabus dan RPP oleh pakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa silabus dan RPP layak digunakan dengan memperoleh rata-rata 83% dari masing-masing pakar kategori sangat baik. Sehingga dapat disimpulkan bahwa silabus dan RPP untuk SMP telah terbukti layak digunakan sebagai acuan dalam proses pembelajaran.</p>2019-02-28T00:00:00+07:00Copyright (c) 2019 Quark: Jurnal Inovasi Pembelajaran Fisika dan Teknologihttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/quark/article/view/107Efektifitas Model Pembelajaran Inquiry Based Learning Bebantuan PhET Simulation Untuk Meningkatkan Keterampilan Berfikir Kritis dan Keterampilan Proses Sains Siswa Pada Materi Momentum dan Impuls2020-02-13T06:17:39+07:00Nurul Hikmahnurulh@gmail.comFahmi Yahyafahmiyahya@universitassamawa.ac.idTursina Ratutursinaratu@universitassamawa.ac.id<p style="text-align: justify;">Proses pembelajaran fisika membekali siswa untuk memperoleh pengetahuan dan sejumlah kemampuan dalam rangka mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam hal ini siswa masih kurang dalam keterampilan berfikir kritis dan keterampilan proses sains. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan model pembelajaran <em>inquiri based learning </em>berbantuan <em>PhET simulation </em>pada pembelajaran Fisika terhadap keterampilan berfikir kritis dan keterampilan proses sains siswa pada materi momentum dan impuls. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan <em>pre-eksperimental design</em>. Desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah <em>one-group pretest-postest design</em>. Penelitian ini dilaksanakan pada salah satu SMA di Kabupaten Sumbawa dengan populasi adalah kelas X MIPA yang terdiri dari 2 kelas dengan jumlah siswa 47. Teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu <em>purposive sampling</em>. Sampel dalam penelitian ini berjumlah jumlah 24 siswa. Hasil Penelitian untuk keterampilan berfikir kritis menunjukan t<sub>hitung</sub> adalah 8,302 jika dibandingkan dengan t<sub>tabel</sub> sebesar maka t<sub>hitung </sub>> t<sub>tabel</sub> (1,711). Dan Hasil Penelitian untuk Keterampilan Proses sains menunjukan t<sub>hitung</sub> adalah 5,577 jika dibandingkan dengan t<sub>tabel</sub> sebesar maka t<sub>hitung </sub>> t<sub>tabel</sub> (1,711). Dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran <em>inquiri based learning </em>berbantuan <em>PhET simulation</em> efektif terhadap keterampilan berfikir kritis dan keterampilan proses sains siswa pada materi momentum dan impuls.</p>2019-02-28T00:00:00+07:00Copyright (c) 2019 Quark: Jurnal Inovasi Pembelajaran Fisika dan Teknologihttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/quark/article/view/108Pengembangan Tes Diagnostik Untuk Miskonsepsi Pada Materi Usaha dan Energi Berbasis Adobe Flash2020-02-13T06:17:39+07:00Reni Eka Zafitrirenieka07@gmail.comFahmi Yahyafyahyaadam@gmail.comSyarif Fitriyantosyariffitriyanto@universitassamawa.ac.id<p style="text-align: justify;">Pembelajaran fisika memiliki keterkaitan antara konsep yang satu dengan konsep yang lain. Jika ada kesalahan dalam suatu konsep, dapat mempengaruhi pemahaman konsep yang lain sehingga mengakibatkan rendahnya hasil belajar yang dicapai siswa. Oleh karena itu, diperlukkan bantuan secara tepat dan sedini mungkin agar dapat mengatasi hal tersebut, salah satunya dengan cara tes diagnostik<strong>. </strong>Penelitian ini memiliki tujuan: (1) mengetahui kelayakan dari produk yang dikembangkan, (2) mengetahui profil miskonsepsi siswa pada materi usaha dan energi. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan (<em>Research and Development</em>) dengan menggunakan model 4D menghasilkan produk berupa tes diagnostik untuk miskonsepsi pada materi usaha dan energi berbasis <em>Adobe Flash. </em>Uji kelayakan dilaksanakan dengan validator ahli materi dan ahli media dan guru, serta siswa selaku subyek ujicoba terbatas dengan 9 orang siswa. Instrumen penelitian adalah angket. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan deskripsi kualitatif. Hasil penelitian untuk mengetahui kelayakan produk menunjukkan bahwa kelayakan tes diagnostik berdasarkan penilaian ahli materi memperoleh nilai rata-rata 3,66 dengan kategori layak, ahli media 4, 33 dengan kategori layak, guru fisika 4,06 dengan kategori layak, penilaian kelayakan tes diagnostik berdasarkan uji coba terbatas pada 9 orang siswa kelas XI IPA pada salah satu MA di Kabupaten Sumbawa 4, 22 dengan kategori layak. Profil miskonsepsi siswa 9 orang setiap konsep pada materi usaha dan energi dengan rata-rata sebesar 41, 07%. Urutan konsep yang teridentifikasi miskonsepsi dari yang memiliki persentase tertinggi adalah sebagai berikut: Usaha pada gaya non konservatif (77,7%), Hubungan usaha dengan perubahan energi kinetik (66, 6%), Grafik energi mekanik (55,5%), Hukum Kekekalan Energi Mekanik (44,4%), Hubungan usaha dengan perubahan energi potensial (33,3%), Energi mekanik (22,2 %), Hukum Energi Kekekalan Energi Mekanik (22,2%), dan Pengertian Usaha (22, 2%).</p>2019-02-28T00:00:00+07:00Copyright (c) 2019 Quark: Jurnal Inovasi Pembelajaran Fisika dan Teknologihttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/quark/article/view/109Perbedaan Peningkatan Keterampilan Generik Sains Siswa yang Diajar Menggunakan Model Problem Based Learning Dengan Model Project Based Learning2020-02-13T06:17:39+07:00Riza Kurnia Lestaririzauhammad367@gmail.comFahmi Yahyafyahyaadam@gmail.comSri Nurul Walidainsrinurulwalidain@universitassamawa.ac.id<p style="text-align: justify;">Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidak ada perbedaan keterampilan generik sains siswa yang diajarkan menggunakan model PBL dan PjBL pada materi gelombang mekanik. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan design <em>control group pretest-postest</em>. Penelitian ini dilakukan pada salah satu SMA di Kabupaten Sumbawa dengan populasi yaitu seluruh siswa kelas XI IPA. Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik <em>sampling jenuh</em>. Sampel ini terdiri dari dua kelas yaitu XI IPA 1 dan kelas XI IPA 2. Hasil penelitian ini menunjukkan t<sub>hitung </sub>lebih besar dari t<sub>tabel</sub> (1,915>1,617). Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keterampilan generik sains siswa yang diajarkan menggunakan model <em>problem based learning</em> dengan model <em>project based learning</em> pada materi gelombang mekanik. Hasil uji N-gain keterampilan generik sains yang diajarkan dengan model <em>problem based learning</em> dan <em>project based learning</em> masing-masing 0,496 dan 0,360 yang keduanya berada pada kategori sedang.</p>2019-02-28T00:00:00+07:00Copyright (c) 2019 Quark: Jurnal Inovasi Pembelajaran Fisika dan Teknologihttps://e-journallppmunsa.ac.id/index.php/quark/article/view/110Pengaruh Penerapan Model Inkuiri Terbimbing Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis dan Keterampilan Proses Sains dalam Pembelajaran Fisika2020-02-13T06:17:39+07:00Sri Susilawatisrisusilawatiphysick14@gmail.comA Hamid Rahmanahamidrahman@universitassamawa.ac.idSyarif Fitriyantosyariffitriyanto@universitassamawa.ac.id<p style="text-align: justify;">Model inkuiri terbimbing merupakan model pembelajaran yang berawal dari suatu permasalahan terkait dengan kehidupan sekolah yang membutuhkan analisis serta penawaran solusi, namun tetap sesuai dengan bimbingan dari guru agar pembelajaran dapat mengarah pada peningkatan kemampuan berpikir kritis dan keterampilan proses sains. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui pengaruh penerapan model inkuiri terbimbing terhadap kemampuan berpikir kritis pada materi pengukuran; 2) mengetahui pengaruh penerapan model inkuiri terbimbing terhadap keterampilan proses sains pada materi pengukuran. Metode penelitian yang digunakan adalah <em>quasi eksperimen</em> dengan desain <em>nonequivalent control group design. </em>Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X MIA pada salah satu di Sumbawa yang berjumlah 46 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik <em>purposive sampling</em>. Pengumpulan data dilakukan dengan teknis tes dan dianalisis menggunakan uji-t. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh model inkuiri terbimbing terhadap kemampuan berpikir kritis dan keterampilan proses sains pada materi pengukuran.</p>2019-02-28T00:00:00+07:00Copyright (c) 2019 Quark: Jurnal Inovasi Pembelajaran Fisika dan Teknologi