PENINGKATAN KOMPETENSI GURU SD MELALUI WORKSHOP PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUGMENTED REALITY DI SDN BATU BULAN
DOI:
https://doi.org/10.58406/jpml.v8i2.2073Keywords:
Augmented Reality, Pengembangan Media, Kompetensi Guru, Sekolah Dasar, Assemblr EDUAbstract
Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi awal guru sekolah dasar dalam memanfaatkan Augmented Reality (AR) untuk pembelajaran. Program dilaksanakan melalui lokakarya satu hari di SDN Batu Bulan (29 Juli 2025) dengan peserta 15 guru. Desain yang digunakan ialah one-group pretest–posttest. Instrumen meliputi tes pengetahuan 20 butir, checklist keterampilan praktik 12 indikator, dan rubrik integrasi AR pada perangkat ajar (4 kriteria). Analisis data mencakup uji normalitas Shapiro–Wilk dan uji paired t (? = 0,05) disertai ukuran efek dan CI 95%. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan: rerata naik 19,07 poin (57,87 ? 76,93; t(14) = 18,42; p < 0,001; d = 4,76; CI 95% ?mean [16,85; 21,29]). Keterampilan praktik berada pada level kuat dengan ketercapaian rata-rata 85,0%; indikator operasional (instalasi, manajemen objek, publikasi) tinggi, sedangkan indikator diagnostik (penempatan marker/permukaan, troubleshooting, simpan–preview) relatif lebih menantang. Integrasi AR pada perangkat ajar berada pada kategori cukup (skor total 2,93 ± 0,50): “skenario kegiatan” dan “kelayakan teknis & manajemen kelas” baik, sementara “kesesuaian tujuan & materi” serta “asesmen & bukti belajar” perlu penguatan. Disimpulkan bahwa lokakarya singkat efektif sebagai pemantik peningkatan pengetahuan dan keterampilan dasar, dengan rekomendasi pendampingan pascapelatihan yang menajamkan tujuan terukur, asesmen autentik, serta latihan diagnostik teknis agar kualitas integrasi bergerak menuju kategori baik dan siap diimplementasikan di kelas.




