PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN BIBIT Rhizophora sp. DI KAWASAN REHABILITASI MANGROVE PULAU KAUNG, KECAMATAN BUER, KABUPATEN SUMBAWA
Keywords:
Bibit Mangrove, Kelulushidupan, Pertumbuhan, Rehabilitasi, Rhizophora spAbstract
Ekosistem mangrove Indonesia telah mengalami penurunan signifikan akibat alih
fungsi lahan, kehilangan sekitar 40% dalam tiga dekade terakhir, sehingga
evaluasi rehabilitasi menjadi sangat penting untuk pemulihan pesisir yang efektif.
Penelitian ini menganalisis pertumbuhan dan kelulushidupan bibit Rhizophora sp.
yang direhabilitasi di Pulau Kaung, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa, dari
Desember 2025-Maret 2026. Sebanyak 600 bibit (20% dari 3.000 yang ditanam)
diamati sebanyak tujuh kali menggunakan survei deskriptif-analitik dengan
pengambilan sampel acak sederhana. Parameter yang diamati meliputi tinggi,
jumlah daun, kondisi akar, tingkat kelulushidupan serta faktor lingkungan seperti
suhu, salinitas, pH, oksigen terlarut, substrat, dan pasang surut. Hasil penelitian
menunjukkan tinggi rata-rata bibit meningkat dari 75,73 cm menjadi 84,66 cm,
dengan pertumbuhan mutlak sebesar 8,93 cm dan pertumbuhan harian tertinggi
0,15 cm/hari. Jumlah daun stabil pada 7 helai setelah mengalami penurunan awal
akibat tekanan lingkungan. Tingkat kelulushidupan akhir mencapai 71,33%,
melampaui standar nasional (?70%), yang mengindikasikan keberhasilan
rehabilitasi. Kondisi lingkungan, yaitu suhu 27-29°C, salinitas 20-30 ppt, pH 7,0
7,6, oksigen terlarut 5,0-6,4 mg/L, substrat pasir berlumpur, dan pola pasang
surut harian berada dalam kisaran optimal untuk pertumbuhan mangrove.
Temuan ini membuktikan bahwa kondisi ekosistem Pulau Kaung mendukung
keberhasilan rehabilitasi Rhizophora sp. dan dapat dijadikan acuan perencanaan
rehabilitasi mangrove di kawasan pesisir serupa.

