JENIS, KERAPATAN DAN PEMANFAATAN MANGROVE DI DESA PENYARING

https://doi.org/10.58406/jrktl.v9i1.2369

Authors

  • Oky Habibul Umrah Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Samawa, Sumbawa Besar, Indonesia
  • Dwi Mardhia Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Samawa, Sumbawa Besar, Indonesia
  • Yudi Ahdiansyah Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Samawa, Sumbawa Besar, Indonesia
  • Neri Kautsari Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Samawa, Sumbawa Besar, Indonesia
  • Syamsul Bahri Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Peternakan dan Perikanan, Universitas Samawa, Sumbawa Besar, Indonesia

Keywords:

Jenis, Kerapatan, Pemanfaatan Mangrove, Penyaring

Abstract

Ekosistem mangrove merupakan komponen ekologis vital di wilayah pesisir tropis yang berperan dalam perlindungan pantai, penyimpanan karbon, dan penopang kehidupan masyarakat nelayan. Keberadaan mangrove di Desa Penyaring, Kabupaten Sumbawa menjadi penting untuk dikaji mengingat meningkatnya tekanan aktivitas manusia dan terbatasnya data ilmiah yang tersedia sebagai dasar pengelolaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis jenis-jenis mangrove, tingkat kerapatan mangrove dan bentuk pemanfaatan mangrove. Penelitian dilakukan pada bulan Januari 2026 hingga Maret 2026 menggunakan pendekatan metode kualitatif dan kuantitatif. Analisis data dilakukan melalui analisis jenis mangrove berdasarkan jumlah, frekuensi, sebaran jenis dan kerapatan mangrove. Sedangkan analisis data untuk pemanfaatan mangrove oleh masyarakat dilakukan dengan teknik wawancara mendalam terhadap 20 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan 3 jenis mangrove sejati di kawasan wisata mangrove Desa Penyaring, yaitu Rhizophora apiculata (Rhizoporaceae), Avicennia marina dan Sonneratia alba. Kerapatan tertinggi ditemukan pada jenis Avicennia marina yaitu sebesar 775 individu/Ha. diikuti Rhizophora apiculata dan Sonneratia alba masing-masing sebesar 367 individu/Ha. Rata-rata kerapatan total kawasan secara keseluruhan adalah 503 individu/Ha yang tergolong kategori jarang atau rusak berdasarkan KEPMENLH No. 201 Tahun 2004. Sebanyak 20 orang (100%) responden memanfaatkan mangrove sebagai lokasi mencari ikan, kerang, dan tempat usaha. Sebagian besar responden (90%) menyatakan kondisi mangrove semakin baik, namun penebangan liar oleh oknum tertentu masih menjadi ancaman utama kerusakan ekosistem. Temuan ini memberikan kontribusi ilmiah berupa data dasar keanekaragaman jenis, kerapatan, dan pola pemanfaatan mangrove di kawasan pesisir Sumbawa yang dapat dijadikan acuan dalam penyusunan strategi pengelolaan dan konservasi ekosistem mangrove secara berkelanjutan.

Published

2026-06-25

How to Cite

Umrah, Oky Habibul, Dwi Mardhia, Yudi Ahdiansyah, Neri Kautsari, and Syamsul Bahri. 2026. “JENIS, KERAPATAN DAN PEMANFAATAN MANGROVE DI DESA PENYARING”. Jurnal Riset Kajian Teknologi Dan Lingkungan 9 (1):102-13. https://doi.org/10.58406/jrktl.v9i1.2369.