BLURRED BOUNDARIES DALAM KERJA AKADEMIK DIGITAL: STUDI FENOMENOLOGIS TENTANG PENGALAMAN DOSEN PEREMPUAN BERPERAN GANDA
Keywords:
Blurred Boundaries, Fleksibilitas Digital, Dosen Perempuan, Peran Ganda, BurnoutAbstract
Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi pengalaman dosen perempuan berperan ganda dalam menghadapi blurred boundaries pada kerja akademik digital di perguruan tinggi swasta. Digitalisasi kerja akademik memberikan fleksibilitas dalam pelaksanaan tridarma, namun juga menghadirkan tekanan kerja yang semakin sulit dipisahkan dari kehidupan domestik. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif fenomenologis melalui wawancara mendalam terhadap 12 dosen perempuan yang memiliki tugas tambahan sebagai Ketua Program Studi dan Dekan di tiga perguruan tinggi swasta di Kabupaten Sumbawa. Analisis data dilakukan melalui pengodean tematik untuk memahami pengalaman subjektif informan dalam menjalankan peran akademik dan domestik secara bersamaan. Hasil penelitian menunjukkan lima tema utama, yaitu: (1) blurred boundaries yang menyebabkan batas kerja dan keluarga menjadi semakin kabur; (2) fleksibilitas digital yang bersifat ambivalen karena memudahkan pekerjaan sekaligus memperpanjang jam kerja; (3) pengalaman dosen perempuan dalam menghadapi tuntutan profesional dan domestik secara simultan; (4) beban peran ganda yang semakin kompleks akibat tugas struktural dan budaya selalu terhubung; serta (5) munculnya kelelahan emosional dan risiko burnout akibat tekanan respons cepat dan keterhubungan digital yang terus-menerus. Penelitian ini menegaskan bahwa digitalisasi kerja akademik tidak hanya berkaitan dengan efisiensi teknologi, tetapi juga memengaruhi kesejahteraan psikologis dosen perempuan. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu membangun kebijakan kerja digital yang lebih manusiawi dan sensitif terhadap keseimbangan kerja-kehidupan dosen perempuan.

