PREDIKSI CUACA EKSTREM BERBASIS SARIMAX DAN ANALISIS NERACA AIR SEBAGAI DASAR STRATEGI MITIGASI BANJIR SERTA ADAPTASI PERUBAHAN IKLIM DI KABUPATEN SUMBAWA
Keywords:
SARIMAX, Neraca Air Wilayah, Perubahan Iklim, Banjir, SumbawaAbstract
Perubahan iklim telah memperbesar risiko banjir musiman dan kekeringan di Kabupaten Sumbawa. Penelitian ini bertujuan mengintegrasikan prediksi curah hujan, neraca air wilayah, dan kajian sosial untuk merumuskan strategi mitigasi–adaptasi berbasis bukti. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran: (i) pemodelan SARIMAX dengan variabel eksternal SOI dan SST untuk meramalkan curah hujan bulanan; (ii) perhitungan neraca air Thornthwaite-Mather melalui CROPWAT 8.0 serta simulasi skenario iklim (+2 °C, +10 % hujan) untuk tahun 2024, 2054, dan 2084; dan (iii) analisis persepsi masyarakat menggunakan Miles & Huberman yang diolah ke dalam kerangka SWOT kuantitatif. Hasil menunjukkan model SARIMAX (1,0,1) (1,1,1) [12] memiliki akurasi tinggi (MAE 38,45 mm; RMSE 55,23 mm) dan layak diintegrasikan ke sistem peringatan dini daerah. Neraca air di lima desa mencatat surplus singkat Januari–Maret, diikuti defisit delapan bulan sebesar 817,47 mm; simulasi mengindikasikan defisit tetap membesar meskipun curah hujan meningkat akibat lonjakan evapotranspirasi. Survei menunjukkan pola adaptasi masyarakat relatif tinggi namun mitigasi kelembagaan masih lemah di beberapa desa. Sintesis SWOT memposisikan strategi daerah pada kuadran progresif, menekankan pemanfaatan teknologi prediktif dan konservasi surplus air untuk menutup kelemahan infrastruktur dan pengetahuan. Integrasi temuan klimatologis, hidrologis, dan sosial ini memberikan kerangka komprehensif untuk menurunkan frekuensi serta dampak banjir sekaligus mengurangi kerentanan kekeringan di Sumbawa.

